Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 162 - Mendadak Pusing


__ADS_3

Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Ceklek...


" Loh! Kamu kok malah belum apa - apa gini, Ray? " omel Rayne langsung kala tak sengaja berpapasan dengan Raynevandra yang kebetulan juga baru saja membuka pintu kamarnya dengan masih mengenakan celana kolor dan kaos rumahan.


" Terus mau ngapain orang Lexa juga masih bobo... " jawabnya jujur.


Ceklek...


" Astaga, Raynevandra! " bentak Evan murka, Evan langsung membuka pintu kamar Raynevandra dan melihat Alexandra masih terlelap di ranjang big size milik Raynevandra.


" Sabar sebentar! Sebentar lagi halal! " teriak Evan kian murka, Rayne langsung menggenggam tangan Evan yang mengepal.


" Ray berani sumpah, nggak ngapa - ngapain... " jawab Raynevandra sok tenang meski sebenarnya ia sangat tegang.


" Alexa kemaren bilang, pulang sekolah minta bobo siang lagi di kamar Ray... Katanya Babynya yang minta. Kemaren sebelum kita belanja Alexa sempet ketiduran makanya aku sama dia siap - siapnya lama. " jelasnya perlahan, Evan sudah sejak tadi memijit keningnya yang langsung berdenyut nyeri setelah melihat Alexandra terlelap di atas ranjang yang sama dengan Raynevandra.


" Cepetan siap - siap. " ucap Evan tegas dan langsung menggandeng Rayne menuju lantai bawah, Raynevandra pun kembali masuk ke dalam kamar dan langsung membangunkan Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


" Udah, jangan emosi lagi. Mungkin memang bawaan jabang bayinya pengen bobo di kamar Papanya. " ucap Rayne yang berusaha menenangkan Evan sembari berjalan menuju lantai bawah, Evan hanya diam mencoba untuk percaya jika ucapan penjelasan Raynevandra adalah jujur adanya.


" Kamu tadi cari Daddy? " tanya Evan langsung kala bertemu dengan Devandroe di ruang keluarga.


" Eh... Ngg...ak jadi. " jawab Devandroe terbata, ia jadi tak enak untuk mengucapkan maksudnya kepada Evan, selain karena ada Rayne disana wajah Evan juga terlihat marah maka dari itu Devandroe mengurungkan niatnya.


" Kamu mau kemana? " tanya Rayne melihat Devandroe yang sudah nampak rapih siap untuk pergi.


" Aku mau jalan sama Arka. " jawab Devandroe jujur.


" Mau kemana? " timpal Evan bertanya.


" Mau cari buku sekolah. " jawabnya.


" Ditunda besok aja bisa, nggak? " sahut Rayne.


" Nggak enak sama Arka nanti, Momm... " tolak Devandroe.


Ya udah, pergi aja. " jawab Evan, Devandroe pun mengangguk kemudian langsung berpamitan kepada kedua Orang Tuanya, Rayne dan Evan pun langsung duduk rdi ruang keluarga.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


" Ini gimana ceritanya, yang mau dilamar malah masih di rumah yang mau dateng ngelamar! " gerutu Evan kesal dengan calon Suami Istri muda itu.


" Udah, biarin aja. Mungkin memang bawaan bayi mereka. " jawab Rayne yang terus berusaha menenangkan Evan.


" Kita bakalan malu sama Orang Tuanya Alexa, Sayang... Kalau nanti kesana barengan Alexa takutnya dikira Ray yang terus mepet nggak bisa nahan diri padahal bentar lagi juga mereka dinikahin. " jelas Evan logis.


" Biar Ray sama Alexa berangkat duluan... Kita pakai mobil lain. " jawab Rayne yang terus berusaha menenangkan Evan.


" Terserahmu saja lah... Mendadak pusing kepalaku. " jawab Evan malas, Rayne langsung merengkuh Evan ke dalam pelukannya.


Trap... Trap... Trap...


" Lo kenapa, Kak? " tanya Arkana kala mobil yang dikendarai Devandroe sudah melesak membelah jalan raya.


" Kepikiran Ale, Gue... " jawabnya jujur diiringi dengan desah nafasnya yang terasa berat.


" Alexandra kenapa? " tanya balik Arkana.


" Tadi Gue kaya samar - samar denger suara Ale di dalam kamarnya Ray... " ucapnya jujur dengan tatapan sendu juga khawatir, ucapan Sarah beberapa waktu lalu kembali menari mengitari kepalanya.


" Perasaan Lo aja kali... Saking kita udah lama nggak ketemu Alexa. " jawab Arkana santai sambil menatap sekilas pada Devadroe.


" Semoga aja cuma perasaan Gue... Tadinya Gue mau coba bilang sama Daddy buat ngecek ke kamar Ray juga sih sebenernya, tapi nggak jadi setelah Gue lihat wajah Daddy kaya lagi marah. " jelasnya kepada Arkana.


" Kenapa Kakak nggak masuk sendiri aja ke kamar Kak Ray? " tanya balik Arkana.


Trap... Trap... Trap...


Evan langsung menoleh ke arah tangga kala mendengar tapak kaki berjalan di atasnya. Tatapan tajamnya pun masih menyalang ke arah keduanya.


" Daddy, Mommy... Lexa minta maaf, Lexa tidur siang di kamar Ray tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada kalian. " ucapnya sungkan dan mulai menjelaskan.


" Nggak papa, Sayang... Mungkin memang bawaan bayi kalian. " jawab Rayne lembut sambil terus menggenggam tangan Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Assalamualaikum... " ucap beberapa orang yang baru saja masuk ke dalam rumah.


" Waalaikum salam. " balas Rayne seorang diri, Raynevandra dan Alexandra masih nampak canggung sementara Evan seperti biasanya hanya menjawab dalam hati.


" Suruh Bram anterin Alexa... Ray berangkat bareng kita. " tegas Evan pelan penuh penekanan dan langsung berdiri dari duduknya dan berjalan ke arah keluarga Armaya yang baru datang dan akan ikut mengantarkan Raynevandra untuk melamar.


Trap... Trap... Trap...


" Alexa nggak papa ya, Sayang? Pulangnya diantar Uncle Bram, ya? " ucap Rayne pada Alexandra.

__ADS_1


" Iya, Momm... Lexa nggak papa kok. " jawabnya sungkan sembari menganggukkan kepalanya perlahan, Rayne langsung menggandeng Alexandra dan membawanya keluar dari pintu yang lain, Rayne juga takut karena ada Ayahnya juga yang datang, sementara Raynevandra langsung duduk di sofa.


Trap... Trap... Trap...


" Puas bikin ulah? Puas bikin malu keluarga? " teriak Rudiansyah Armaya yang langsung murka setelah baru kali ini bertemu dengan Raynevandra.


" Ray emang salah, Kek... Ray minta maaf sama Kakek. " jawabnya pelan sambil menundukkan kepalanya setelah sekejap menatap dengan penuh ketakutan pada Kakeknya.


" Sudah, Mas... Semua sudah terjadi. Restui Cucu kita Raynevandra untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. " sela Bunda Sekar yang langsung berusaha meredam kemarahan Suaminya.


" Salim dulu, minta maaf sama semua keluarga kita. ucap Rayne pelan memerintahkan Raynevandra untuk meminta maaf kepada seluruh tetua keluarga Armaya, Rayne baru saja bergabung setelah mengantarkan Alexandra keluar, Raynevandra pun langsung melakukannya tanpa bantahan.


Trap... Trap... Trap...


" Assalamualaikum... " ucap suara beberapa orang lagi yang baru saja datang, Mama Rosa bersama Nala dan juga Eric dan juga Sea.


" Waalaikum salam... " jawab beberapa orang dari mereka, Raynevandra yang baru saja salim kepada keluarga Armaya langsung berpindah salim dengan keluarga Kalandra yang baru saja datang.


Trap... Trap... Trap...


" Kakek kenapa tegang banget? " ucap Nala setelah mencium punggung tangan Rudiansyah Armaya, Evan dan Eric langsung bersitatap tegang sementara Richie nampak menahan tawanya.


" Dua ini kan kesayangannya Evan? " tanya tegas Rudiansyah Armaya sambil menatap Raynevandra dan Nala bergantian, tak ada yang berani berucap disana, Bunda Sekar pun langsung memberikan isyarat dengan gelengan kepalanya agar Suaminya tidak semakin emosi.


" Evan! " teriak Rudiansyah Armaya berapi - api, Evan yang semula hanya diam langsung menatap tegas kepada Ayah Mertuanya.


" Dua anak kesayanganmu meleset semua! " pekiknya tegas penuh amarah.


" Ray yang salah, Kek... Bukan Daddy. Ray siap mempertanggung jawabkan perbuatan Ray. " sela Raynevandra membela Evan.


" Bikin ulah aja, Lo! " sela Nala mencibir perbuatan Raynevandra yang ketahuan ini.


" Nggak usah sok suci! Kita semua juga tau gimana kelakuan Lo! " teriak Raynevandra yang langsung murka.


" Nala, cukup! " sahut Eric cepat kala Nala akan membalas ucapan Raynevandra, Raynevandra pun semakin mendekat pada Nala.


Trap... Trap... Trap...


" Meskipun Gue masih kecil tapi Gue berani bertanggung jawab! " tegasnya pelan penuh penekanan sambil menatap tajam pada Nala yang sebenarnya sudah ingin menggampar wajah Raynevandra yang menjengkelkan seperti wajah Evan biasanya.


" Ray, udah. " sela Rayne tapi Raynevandra tetap tak menghiraukan.


" Ayo berangkat. " sela Evan frustasi, sejujurnya kini kepalanya rasanya sudah mau meledak saking banyaknya perkara yang ia pikirkan, mereka semua pun berangkat dengan menggunakan tiga mobil berbeda.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


__ADS_2