
" Ada apa ini? " tanya Evan datar diiringi dengan tatapan dingin yang menusuk ulu hati, Evan juga mencengkeram tangan Rayne agar tak mendekati kedua Putranya disana, tatapan Devandroe dan Raynevandra masih beradu tajam dan nampak kilatan amarah yang menyelimuti tatapan keduanya.
Evan menggandeng Rayne dan berjalan perlahan untuk berpindah menuju ke sofa sembari sesekali membungkuk memunguti selembar demi selembar foto yang berserakan di atas lantai marmer rumahnya. Keduanya pun langsung duduk di sofa untuk menantikan penjelasan langsung yang terucap dari bibir si kembar kecil kesayangannya. Pusing di kepalanya tak berkurang dan kini malah semakin bertambah lagi rasa pusingnya setelah melihat dengan jelas tayangan visual yang terpancar sekilas dari layar ponsel pintarnya. Rayne pun langsung terdiam bungkam dengan segala rasa keterkejutan yang teramat membuncah di dalam dadanya.
Hingga beberapa saat berlalu, Evan sengaja mendiam untuk menunggu jawaban dari sepasang kembar kecil kesayangannya dan nampak memeriksa ponselnya hingga beberapa saat tetapi keduanya tetap saja masih bungkam dan tak ada yang mau membuka suara. Foto - foto itu pun kini sudah berada di pangkuan Rayne dan membuat Rayne semakin bingung dengan keadaan ini. Hingga akhirnya Evan mengangkat tangan kanannya dan melihat sekejap pada jam digital nan mewah yang melingkar indah di pergelangan tangan kekarnya, barulah Evan kembali bersuara.
" Tidak ada yang mau menjawab pertanyaan Daddy? " pertanyaan dengan nada pelan tapi penuh penekanan itu terlontar juga dari bibir Evan, sepasang kembar kecil ini pun langsung menundukkan kepala bersamaan, keduanya mulai terlihat takut dengan Evan.
Tit...
Dengan bergerak tanpa kata, televisi berukuran besar di ruang keluarga tersebut langsung dinyalakan oleh Evan. Barulah layar berukuran besar tersebut menayangkan apa yang baru saja dilihat Evan dari ponsel pintarnya. Tayangan rekaman CCTV di dalam rumah mewah itu pun mulai diputar oleh Evan dan ditampilkan pada layar besar televisinya.
" Alexandra Medina Razaf... " ucap Evan pelan penuh penekanan sembari menatap bergantian kepada kedua tersangka perkelahian, sepasang kembar kecil ini pun masih mendiam dan tertunduk di tempatnya sementara Rayne yang sedari tadi tetap berada dalam rangkulan Evan pun mulai terlihat gusar.
Flashback On :
Trap... Trap... Trap...
' Maaf, Tuan Muda... Saya titip paketan punya Tuan Muda Ray. " ucap salah seorang Pembantu yang tiba - tiba menghampiri Devandroe yang baru selesai makan siang sepulang dari sekolah.
" Ray belum pulang, Bi? " tanya balik Devandroe sambil menerima sebuah amplop coklat seukuran kertas A4 tersebut.
" Belum, Tuan Muda... " jawabnya seadanya.
" Ya sudah biar saya bawakan ke kamarnya. " jawab Devandroe.
" Terima kasih, Tuan Muda...Kalau begitu saya permisi. " jawabnya, keduanya pun langsung berpisah arah menuju tempat tujuan masing - masing.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Brugh...
Devandroe pun akhirnya masuk ke dalam kamar Raynevandra untuk meletakkan amplop tersebut. Tetapi ketika Devandroe baru saja meletakkannya di meja belajar Raynevandra, isi di dalam amplop tersebut nampak sedikit muncul keluar karena tali pengaitnya tidak dikaitkan dengan benar dan Devandroe pun mengambil amplop itu lagi untuk membenahinya. Akan tetapi, di saat Devandroe mengangkat amplop tersebut untuk membenahi tali pengaitnya ternyata salah satu isi dari amplop tersebut malah terlepas merosot begitu saja dan jatuh ke lantai dengan sendirinya. Mata tajam yang selalu menatap penuh keteduhan itu pun langsung berubah menajam kala melihat apa yang baru saja terjatuh dari dalam amplop tersebut. Matanya pun langsung membelalak tajam penuh dengan amarah membara yang langsung membuncah mengguncang di dalam dada.
Ternyata isi dari amplop tersebut adalah beberapa lembar foto mesra Raynevandra bersama Alexandra. Setelah memungut kembali selembar foto yang terjatuh itu, dengan terpaksa Devandroe pun membuka kembali amplop tersebut dan mengambil semua isi di dalamnya untuk memenuhi rasa penasarannya. Mata Devandroe kian membelalak tajam dengan foto - foto lainnya yang tercetak indah dengan beragam pose intim Raynevandra dan Alexandra. Devandroe pun jelas sangat merasa tidak terima mengingat Alexandra yang ternyata memang benar juga dicintainya dalam diam. Dan tak lama kemudian Devandroe pun langsung bergegas kembali ke lantai bawah untuk menunggu kedatangan Raynevandra dengan membawa serta foto - foto itu di tangannya.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
" Akh!!! " teriak Raynevandra kaget, baru masuk ke rumah sudah langsung mendapat bogem mentah dari Devandroe.
" Lo kesetanan? " tanya Raynevandra dengan membentak dan bingung, meski sebenarnya tidak terima karena tiba - tiba dipukul tapi Raynevandra masih berpikir logis.
" Ini apa, Ray?! Lo tega tau nggak! " teriak Devandroe sambil menyerahkan foto - foto tersebut kepada Raynevandra dengan wajah berapi - api, Devandroe merasa pose pada foto - foto itu tak pantas dilakukan oleh mereka yang baru berpacaran, Raynevandra pun menyahutnya dengan cepat.
" Ada masalah apa Lo sama foto - foto Gue? " tanya Raynevandra dengan wajah yang sudah berubah kesal.
__ADS_1
" Lo tega ngelakuin itu sama Ale? " tanya balik Devandroe dengan polosnya mengira foto itu diambil sepasang kekasih itu sedang memadu kasih di atas ranjang.
" Lo suka kan sama Lexa? " tanya Raynevandra dengan senyum dan tatapan sinis yang mengarah kepada Devandroe, Devandroe nampak menatap dalam dan tajam kepada Raynevandra.
" Jawab Gue, Bangsat! " teriak Raynevandra yang kian murka, Evan sekali gaya Raynevandra, Devandroe menghela nafas berat kemudian tersenyum miris dengan tetap menatap pada Raynevandra.
" Lo bener... Gue emang udah lama suka sama Ale. " jawab Devandroe tenang diiringi dengan senyum sinis, ia mengutarakan isi hati sejujurnya, Raynevandra yang sudah pernah mencurigai Devandroe pun kian tersenyum sinis juga.
" Gue nggak nyangka Lo tega ngelakuin hal bejat itu sama Ale! " bentak Devandroe yang kian tak terima dan merasa Raynevandra sangat kelewatan.
" Gue ngalah karena Gue nggak mau ribut sama Lo gara - gara Cewe. Dan Gue ngerasa Lo juga bisa jaga Ale dengan benar dan tidak akan merusak Ale. " teriak Devandroe murka, Raynevandra hanya diam dengan tatapan sinisnya.
" Tapi ini apa, Ray? " lanjutnya membentak Raynevandra.
" Gue peringatin sama Lo! " ucap Raynevandra yang akhirnya menjawab celotehan panjang kemarahan penuh kecemburuan Devandroe.
" Lo nggak usah ikut campur lagi soal Alexandra... Karena sebentar lagi Alexandra akan menjadi Istri Gue! Foto - foto ini adalah foto prewedding kita berdua. " tegas Raynevandra yang setengah mencibir kembarannya, Devandroe menatap Raynevandra dengan menggeleng - gelengan kepalanya seolah tidak menyangka akan perbuatan Raynevandra yang terbukti pada posisi intim foto - foto itu.
" Jauhin Alexandra! Alexandra hamil anak Gue! Alexandra punya Gue! " tegasnya dengan tatapan sinis sekaligus menyebalkan, setelah sesaat menatap penuh permusuhan kepada saudara kembarnya, Raynevandra pun beranjak sembari membawa foto - foto prewedding-nya itu.
Trap... Trap... Trap...
Brughhh!!!
Devandroe langsung bergerak cepat untuk memukul Raynevandra kembali saat Raynevandra beranjak meninggalkannya. Api kecemburuannya kian membara, merasa tidak terima jika Gadis pujaannya telah dinodai oleh saudara kembarnya. Perkelahian pun tak dapat terelakkan hingga Evan dan Rayne sampai di rumah dan memergoki keduanya yang tengah berkelahi di ruang keluarga.
Flashback Off :
__ADS_1
" Jelaskan semuanya! " hardik Evan tegas.