Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 82 - Kekhawatiran Mereka


__ADS_3


" Stop!!! " teriak Nala dan Zeevanea kencang kala mereka baru saja menghampiri Rayne dan Evan di lokasi tempat persewaan alat surfing, Rayne dan Evan nampak terkejut dan langsung menoleh ke arah sumber suara dengan menunjukkan wajah yang masih terlihat tercengang.


Trap... Trap... Trap...



" Kita semua khawatir tapi Daddy sama Mommy malah asik ciuman disini. " ketus Zeevanea sembari berjalan mendekat ke arah kedua Orang Tuanya yang baru saja kepergok berciuman mesra di tempat itu.


" Pindah ke kamar sana kalau mau ciuman terus sampai malem. " lanjut Nala mencibir dengan wajah menjengkelkannya.


" Daddy juga khawatirin Mommy kalian... " ucap Evan jujur dan langsung berdiri dari posisi jongkoknya di depan Rayne yang duduk di kursi.


" Daddy cuma mau tenangin Mommy kalian. " lanjutnya.


" Modus! " pekik Nala dengan nada mencibir sinis.


" Mommy nggak papa? Mana yang sakit, Momm?" tanya Zeevanea khawatir, menatap tubuh Rayne dari kaki hingga kepala dan langsung menyingkirkan tubuh Daddynya yang masih berdiri di depan tempat duduk Mommynya agar Zeevanea bisa lebih dekat dengan Mommynya.


" Mommy nggak papa, Sayang... " jawab Rayne lembut sembari menangkup wajah Zeevanea dengan kedua tangannya.


" Eh... Ini dahi Mommy luka... " lirih Zeevanea sendu dan menatap pada dahi Rayne yang tergores itu, Rayne pun mengangguk tapi tetap tersenyum.


" Cuma kegores sedikit... Sudah diobati sama Daddy. " jawab Rayne.


" Udah... Mommy nggak papa. " lanjut Rayne kemudian memeluk Zeevanea.


" Ganti baju dulu, Sayang... " sela Evan, Rayne pun mengangguk kemudian mengurai pelukannya dengan Zeevanea, kebetulan tadi Evan juga sudah mengeringkan rambut Rayne dengan handuk.


Setelah Rayne selesai berganti pakaian, mereka semua pun keluar dari tempat tersebut bersama - sama, tak lupa mengucapkan terima kasih kepada pihak penyewaan peralatan surfing ini sebelum mereka semua keluar.


Trap... Trap... Trap...


" Nanti sore aku main snorkeling ya, Momm... Sama Abang, sama Kakak, sama Maura juga. " ucap Zeevanea memberitahukan saat mereka sudah berpindah tempat dan kini duduk - duduk santai di kursi pantai berpayung yang ada di sekitaran pantai yang sama.


" Main aja... Yang penting hati - hati. " jawab Rayne sambil tersenyum, wajah Zeevanea terlihat berbinar senang.


Mereka berenam pun akhirnya mengobrol santai dan bercanda ria sembari menikmati deburan ombak yang menjadi pemandangan utama di hadapan mereka. Tak lupa es kelapa muda ituh yang juga menemani acara ringan mereka sekarang. Dan ketika matahari terasa menyengat di kepala, mereka baru memutuskan untuk beranjak kembali ke hotel untuk makan siang dan beristirahat.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Dan benar saja, setelah makan siang selesai, mereka semua pun kembali ke kamar masing - masing. Rayne pun langsung mandi bergantian dengan Evan kemudian keduanya juga langsung beristirahat siang karena merasa sangat lelah.


Sementara Nicholas yang pagi tadi berpamitan kepada mereka, kini masih berada di luar hotel bersama Adiknya, Joana. Mereka nampak jalan - jalan santai di sekitaran tempat penjualan pernak pernik di daerah yang mereka lewati. Meski belum sampai di hotel tapi Joana langsung merengek untuk jalan - jalan saking antusiasnya ia yang baru pertama kali ini menginjakkan kakinya di Pulau Bali. Nicholas pun mengiyakan dan langsung bersedia menemani Adiknya kemanapun Adiknya meminta.


Trap... Trap... Trap...


" Kamu jadi kuliah di Paris, Dek? " tanya Nicholas disela kegiatan Joana berbelanja pernak - pernik tersebut.


" Hu'um... " jawab Joana sembari menatap pada roncean kalung yang sedang dipilihnya.


" Jadi mau ambil jurusan apa? " tanyanya lagi.


" Fashion Designer sih aku pengennya... Makanya aku pengen kuliah di Paris karena selain kiblat mode itu di Paris, di Paris itu juga banyak kampus favorit jurusan itu. " jelas Joana dan sekilas menatap pada Nicholas, Nicholas pun nampak mengangguk - anggukkan kepalanya, merasa senang juga karena ada Zeevanea yang bisa diajak ngobrol soal jurusan yang akan diambil oleh Adiknya.


" Tapi ya Abang tau sendiri, aku sama Mamih masih bujuk Papih... " lirih Joana sendu.


" Papih pasti izinin... Nanti Abang bantuin ngomong juga sama Papih. " jawab Nicholas, keduanya pun langsung berpelukan sesaat dan kembali untuk melanjutkan menemani Joana berbelanja pernak - pernik.


Trap... Trap... Trap...


Tanpa terasa, sore hari pun tiba... Zeevanea, Nala, Maura, dan Stevano sudah bersiap kembali ke pantai untuk kembali bermain air. Bermain snorkeling lebih tepatnya. Mereka berempat pergi sendiri lantaran Rayne dan Evan akan kembali berjibaku dengan papan surfing. Dan berpisah lah mereka di hotel sebelum menuju tempat masing - masing.


Trap... Trap... Trap...


" Ya udah, ayok... " ucap Evan yang akhirnya mengiyakan meski sebenarnya Evan masih merasa khawatir setelah papan seluncur yang dipakai oleh Rayne pagi tadi bertabrakan dengan papan seluncur orang lain.


Trap... Trap... Trap...



Water Sport di Pulau Bali merupakan salah satu aktivitas olahraga air yang sangat terkenal. Bahkan ada salah satu lokasi di Bali yang sangat terkenal dengan tempat water sportnya, tempat yang populer bagi pecinta olahraga air.


Keempat anak muda yang baru saja sampai di tempat tersebut ini pun sudah terlihat asik bermain snorkeling disana. Tapi tetap si Barbar Zeevanea lah yang terlihat paling heboh sendiri. Setelah mendapatkan panduan bermain snorkeling, mereka berempat pun akhirnya dilepas untuk mempraktekkannya. Cuaca yang cerah ini sangat mendukung sekali, dan membuat mereka semakin bahagia karena bisa menikmati permainan olahraga air yang mereka pilih saat ini. Selulup di permukaan laut untuk dapat melihat pemandangan laut yang ada di bawahnya. Tak seperti diving yang perlu sertifikat keahlian khusus karena diving lebih berbahaya dibandingkan dengan snorkeling, snorkeling merupakan kegiatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja yang bisa berenang. Maka tak salah lah jika kini mereka berempat memilih olahraga air bernama snorkeling ini.


Setelah selesai snorkeling, mereka berempat pun melanjutkan langkah untuk menjajal olahraga air yang lainnya.


Trap... Trap... Trap...


Kini Flyboard lah yang menjadi incaran mereka selanjutnya. Tapi berhubung mereka masih merasa tegang dengan penampilan olahraga Flyboard, mereka memutuskan untuk bermain beberapa olahraga lain terlebih dahulu untuk bekal pemanasan sebelum menapaki tantangan Flyboard. Banana Boat dan Rolling Donut pun dimainkan oleh mereka secara berurutan. Tak ketinggalan Wakeboarding setelah usainya Banana Boat dan Rolling Donut.


Beristirahat sejenak mereka, kemudian Parasailing lah yang menjadi bahan pemanasan mereka selanjutnya untuk mulai merasakan terbang di atas air laut. Selesai dengan Parasailing, mereka melanjutkan dengan Flying Fish yang sama - sama berkibar mengudara di atas air laut.

__ADS_1


" Hufffhhhttt!!! " nampak Nala menghembuskan nafas kasar ketika kini mereka berempat sudah berhadapan dengan beberapa Pemandu olahraga air ini, Zeevanea juga Stevano dan Maura pun turut merasakan deg - degan.


" Relax, ya... " ucap Pemandu tersebut sambil tersenyum pada Nala.


" Oke. Gue siap! " pekik Nala mantab dan langsung bergegas bersama Pemandu Flyboard.


Trap... Trap... Trap...


" Ikh, ngeri deh Kak lihat si Abang kaya terbang gitu! " ucap Zeevanea saat Nala sudah mulai terlihat meluncur di atas papan tersebut.


" Kalau takut jangan maksa daripada nanti pingsan di atas malah bahaya. " ucap Stevano mengingatkan.


" Aku penasaran, sih... " jawab Zeevanea sambil setengah nyengir.


" Ya udah jangan takut kalau penasaran. " jawab Stevano, Zeevanea pun mengangguk dan kembali terlihat bersemangat.


" Kamu berani, Baby? " tanya Stevano pada Maura.


" Mainnya sama kamu boleh nggak Bii? " tanya balik Maura, Stevano dan Zeevanea nampak mengernyit bersamaan karena memang tidak tahu.


" Nanti kita tanya dulu. " jawab Stevano sembari mengusap lembut kepala Maura.


" Nggak Bapak, nggak anak sama aja kalau mau mesra - mesraan pada nggak tau tempat. " gerutu Zeevanea ketika melihat kemesraan Kakak kembarnya itu dengan Maura yang memang Kekasihnya.


" Abang masih terbang tuh kalau mau peluk Cowo... " goda balik Stevano pada Zeevanea sembari menahan tawanya, tapi bukan Zeevanea jika tidak memiliki ide barbar seperti julukannya.


Bugh...


Nemploklahl juga Zeevanea dalam pelukan Stevano tanpa diduga oleh Stevano dan Maura. Stevano dan Maura yang paham akan keusilan Zeevanea pun hanya tertawa sambil geleng kepala.


" Cemburu ini ceritanya Kakak dipeluk sama Pacar Kakak? " tanya Stevano pada Zeevanea sembari memeluk Zeevanea juga Maura bersamaan.


" Enggak, kok... Ngapain aku cemburu? " jawab Zeevanea jujur.


" Aku kan sayang kalian berdua. " tegasnya, Stevano dan Maura pun tersenyum.


" Aku ikut seneng kalau Kakak sama Maura nggak pacaran sembunyi - sembunyi lagi. " tukasnya, pelukan ketiganya pun kian erat dan tanpa memperdulikan banyak pasang mata yang memandang berbeda pada pemandangan tersebut.



Setelah Nala selesai dengan Flyboardnya, Zeevanea lah berikutnya. Baru disusul Stevano yang ternyata diperbolehkan menaiki Flyboard bersama Maura. Dan keempatnya kembali ke hotel setelah Flyboard ini selesai. Meski masih banyak lagi jenis permainan air di tempat ini, tapi mereka berempat sudah merasa cukup lelah dan tidak bermain yang lainnya lagi.

__ADS_1


__ADS_2