Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 135 - Ciuman Zeevanea


__ADS_3

Malam yang kian larut ini terasa begitu lama berjalan bagi Rayne dan anak - anaknya yang tengah dilanda keresahan karena Evan belum juga diketemukan keberadaannya. Seolah tak ada rasa kantuk yang mendera meski malam sudah sangat larut dan sudah waktunya juga untuk tidur beristirahat bagi kebanyakan orang di kala malam tiba. Sebab dari keresahan dan kekhawatiran lah yang membuat rasa kantuk itu seolah enggan untuk menghampiri mereka. Mama Rosa dan Devandroe tetap setia menemani Rayne di dalam kamar sementara anak - anak yang lain juga Richie dan Eric serta Sahabat dekat Evan tengah sibuk mencari keberadaan Evan yang tanpa diketahui oleh mereka semua jikalau kini Evan malah sudah terlelap dalam mimpi di dalam kamar mewah yang ada di rumah megahnya sendiri.


" Bangsat nih anak! Udah tua nyusahin aja, pakai acara ngambek segala. " ucap Dante kesal karena lelah sedari tadi mencari Evan yang tak kunjung ketemu juga.


" Lagian tuh Panci udah kaya Cewe lagi PMS aja pakai main kabur - kaburan kaya gini. " timpal Ben yang memang sedang bersama Dante untuk turut membantu mencari keberadaan Evan juga, yang lainnya pun kini juga sedang berpencar mencari Evan.


" Balik aja, yuk... Besok kita cari lagi. Capek Gue. " lanjut Ben, Dante setuju dan mereka pun memutuskan untuk kembali pulang dan Dante pun mengantarkan Ben dulu tentunya.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...



" Kamu udah ngantuk, Sayang... Kita pulang aja, ya... Besok pagi - pagi aku temenin lagi cari Om Evan kalau memang sampai besok pagi Om Evan belum pulang juga. " bujuk Nicholas pada Zeevanea, keduanya baru saja keluar dari G-Night, yang tak lain adalah club malam mewah milik Evan, dan kini keduanya sudah duduk di dalam mobil, Stevano pun tadi juga sudah menyisir tempat tersebut tapi Stevano langsung pergi setelah tak melihat keberadaan Daddynya disana, Stevano sengaja meninggalkan Raynevandra disana untuk berjaga - jaga jikalau Evan datang kesana jadi mereka bisa saling berkabar.


" Daddy kemana, Sayang? Aku khawatir... Aku takut... Apa pagi di kamar Mommy nemu beberapa butir obat - obatan nggak jelas. " lirih Zeevanea dengan wajah sembab, dan tanpa sadar baru saja memanggil Nicholas dengan sebutan Sayang juga menceritakan jika benda yang tak sengaja diketemukan tadi adalah obat - obatan terlarang yang dulu pernah dikonsumsi oleh Evan saat Rayne meninggalkannya.


" Aku juga nggak tau. Kita juga udah muter - muter buat cari Daddy... Ini bahkan udah hampir jam satu malem. " ucap Nicholas menjawab sembari menggenggam mesra tangan Zeevanea yang duduk menyamping di sebelahnya.


" Sebaiknya aku anter kamu pulang, besok kita cari Daddy lagi. " lanjutnya, dan Nicholas pun turut memanggil Evan dengan sebutan Daddy layaknya Zeevanea.


" Aku nggak mau pulang... Mommy pasti tambah sedih karena aku sama Kakak Steve belum nemuin Daddy sampai sekarang. " tolak Zeevanea.


" Tapi ini udah hampir jam satu, Sayang... Kamu juga harus istirahat. Atau mungkin kamu mau istirahat di rumah aku aja? " jawab Nicholas memberi saran karena melihat Zeevanea yang kelelahan bercampur putus asa.

__ADS_1


" Nanti kamu bisa tidur di kamar aku, biar aku yang pindah ke kamar tamu. " lanjutnya memperdulikan keadaan Zeevanea.


" Jangan. Aku nggak enak sama Mami kamu. Secara aku nggak kenal sama Mami kamu. Ditambah perkara ini juga masalah sensitif yang juga berhubungan dengan keluargaku dan keluargamu. " tolak Zeevanea lagi.


" Mami sama Papi nginep di rumah Grandpa Grandma sama Joana juga, jadi di rumah cuma ada Pembantu aja. " jawab Nicholas jujur.


" Jangan, lah! Papi Dygta mungkin nggak masalah, tapi aku nggak enak sama Mami kamu kalau mereka malah nggak ada di rumah. " jawab Zeevanea yang terus menolak tawaran dari Nicholas.


" Lihat ini, wajah kamu pucet, Sayang... Mata kamu juga sembab dari tadi nangis terus. Kamu pasti capek, kamu harus istirahat. Aku cuma nggak mau kalau kamu sampai sakit. " tegas Nicholas meski suaranya pelan dan terlihat ia sangat sabar menghadapi Zeevanea yang keras kepala, tangan yang semua menggenggam tangan Zeevanea itu kini sudah berpindah menangkup wajah Zeevanea.


" Kita cari hotel aja buat nginep malam ini. " jawab Zeevanea, Nicholas nampak semakin menatap lekat kepada Zeevanea.


Cup...


" Kita ke apartemen lama Daddy aja kalau gitu. Aku tau passcode kamarnya. " jawab Zeevanea.


" Terus CCTVnya? Kalau Daddy nanti tau kita berdua bobo disana gimana? " tanya balik Nicholas yang semakin khawatir.


" Kita kan sekalian kesana cari Daddy... Barangkali Daddy disana. Kita juga kan belum nyari Daddy kesana. Ya nanti kalau misalkan Daddy nggak ada disana dan Daddy tanya kita bobo disana ya dijawab aja kita niatnya kesana buat cari Daddy. jawab Zeevanea logis, Nicholas nampak menimbang keputusan Zeevanea, tapi tak lama kemudian ia pun setuju dan mereka berdua langsung bergegas menuju apartemen lama milik Evan setelah Nicholas melabuhkan kecupan mesranya di kening Zeevanea.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Cup...

__ADS_1


" Aku cinta kamu, Zeevanea... Aku akan segera menikahimu. " lirih Nicholas sembari menatap Zeevanea ketika mobil yang dikendarainya sedang berhenti karena lampu merah, Zeevanea hanya tersenyum sambil menatap dalam kepada Nicholas.


" Ajari aku mencintaimu... Aku akan terus berusaha... " jawab Zeevanea tulus, ia memang semakin merasakan kenyamanan ketika bersama Nicholas meski rasa cinta itu sepertinya masih belum ada di hatinya, senyum keduanya bertemu dan tanpa disangka Zeevanea malah mendekatkan dirinya ke arah Nicholas kemudian mencium bibir Nicholas.


Tin... Tin... Tin...


Berisik bunyi klakson - klakson mobil di belakang mobil Nicholas lah yang akhirnya menghentikan ciuman mesra keduanya. Nicholas nampak tersenyum bahagia karena Zeevanea terbukti terus berusaha membuka hati untuknya. Zeevanea sendiri langsung terlihat kikuk dan langsung memalingkan wajahnya ke arah luar jendela, menyembunyikan rona merah yang tergambar jelas di wajah ayunya.


" Mommy istirahat, ya... Mommy bobo... Ini udah tengah malam. " bujuk Devandroe kepada Rayne yang masih saja belum juga mau mengistirahatkan tubuhnya.


" Mommy mau tunggu Daddy, Nak... Mommy khawatirin Daddy. " jawab Rayne yang terus saja menolak untuk beristirahat.


" Mommy khawatir boleh, tapi Daddy udah gede, Daddy udah tua... Daddy pasti bisa jaga diri karena Daddy itu sulit didekati. Memangnya siapa yang berani deketin Daddy kalau baru diajak ngomong aja mata Daddy langsung melotot? " jawab Devandroe panjang lebar.


" Kalau Daddy yang deketin kan bisa aja, Sayang... " jawab Rayne lemah, Devandroe langsung menghembuskan nafas berat.


" Devandroe ada benernya, Sayang... Lebih baik kamu istirahat. Kasihan babynya dalem perut. " sela Mama Rosa.


" Evan pasti baik - baik aja. " lanjutnya penuh keyakinan.


" Mama kalau mau istirahat, istirahat aja... " jawab Rayne.


" Mama juga harus istirahat. Aku nggak papa, kok. " lanjutnya sambil menatap sendu Mama Rosa.

__ADS_1


" Mama akan istirahat kalau kamu juga istirahat. " jawab Mama Rosa telak.


__ADS_2