Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 151 - Mencoba Menahan Raynevandra


__ADS_3

Raynevandra terus saja menemani Alexandra di rumahnya seharian ini seperti permintaan Alexandra setelah Alexandra diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit. Malam ini pun Raynevandra juga baru saja ikut makan malam bersama dengan keluarga Alexandra.


" Papi mau ngomong sama kamu, Ray... " ucap Papi Alexandra kepada Raynevandra, Raynevandra pun mengangguk kemudian mengikuti Papi Alexandra yang telah berdiri terlebih dahulu.


" Jangan diapa - apain loh, Pi... Lexa bakalan marah kalau Papi sampai pukulin Ray. Ray bakalan tanggung jawab, kok. Ray nggak akan ninggalin Lexa dan twins. " ucap Alexandra panjang lebar mengingatkan Papinya agar tidak memukuli Raynevandra, wajahnya terlihat sendu, Papi dan Raynevandra pun berhenti dan menoleh bersamaan.


" Ada - ada saja kamu ini. " jawab Papi Alexandra sambil geleng kepala.


" Ayo, Ray... Kita ngomong di ruang kerja Papi saja. " ucapnya berpindah pada Raynevandra.


" Iya, Om. " jawab Raynevandra.


" Udah panggilnya Papi aja sama kaya Lexa. " ucap Papi Alexandra sambil kembali berjalan diikuti Raynevandra yang juga mengiyakan ucapan Papi Alexandra.


Trap... Trap... Trap...


" Btw, si Ray anggota keluarganya Kalandra Group bukan? Atau anak dari salah satu Pegawainya Kalandra Group, mungkin? " tanya Kakak Alexandra memastikan stiker huruf K dan L yang menempel di kaca belakang mobil mewah milik Raynevandra.


" Putra keempat Presdir Kalandra Group... " jawab Mami Alexandra karena sebenarnya Alexandra juga tidak tahu banyak tentang keluarga Raynevandra.


" Ya ampun, Dek... Ini mah keluarganya Sultan. " pekik Kakak Alexandra histeris.


" Yang Sultan Orang Tuanya, Kak... " jawab Alexandra malas.


" Lo tau nggak kalau bisnis Kalandra Group itu dimana - mana? Galeri fashionnya itu juga top banget. Aku ada dua gaun beli di galeri Queen Fashion punya Kalandra. " ucapnya antusias, tapi Alexandra hanya menggeleng karena memang tidak tahu sementara Maminya hanya tersenyum melihat kedua Putrinya itu.


Mahira Arradina Razaf adalah Kakak dari Alexandra Medina Razaf, Putri pertama pasangan Salman Hilal Razaf dan Syahnaz Sadiqah Razaf. Saat ini Mahira tengah menyelesaikan study Manajemen Perhotelannya di Singapura. Sementara Raynevandra dan Papi Alexandra kini juga tengah duduk berdua di dalam ruang kerja Papi Alexandra, Salman Hilal Razaf.


" Apa benar kamu mencintai Putri Papi, Ray? " tanya pelan tapi tegas Papi Salman kepada Raynevandra, Raynevandra mendongak pelan dan mengangguk perlahan.


" Ray sangat mencintai Alexandra Medina Razaf, Putri Papi... " jawab Raynevandra pelan tapi tegas kepada Papi Salman.


" Papi berterima kasih juga bersyukur jikalau kamu memang mencintai Putri Papi dengan sepenuh hati. Dan kamu juga mempertanggung jawabkan semua ini. " ucap Papi Salman.


" Tak ada yang kekal di dunia ini, Nak... Termasuk juga masalahmu bersama Alexandra sekarang. Bersabarlah, semua akan indah pada waktunya. " lanjutnya, Raynevandra hanya mengangguk tanpa menjawab.


" Lalu, apa langkah ke depan yang akan kamu lakukan sekarang, Ray? " tanya Papi Salman.


" Sebelumnya Ray mau minta maaf sama Papi... " ucap Raynevandra mengawali percakapan penting dengan calon Papi Mertuanya.

__ADS_1


" Ray benar - benar minta maaf atas kejadian ini dari lubuk hati terdalam... " lanjutnya, Papi Salman mengangguk sambil menatap teduh pada Raynevandra.


" Untuk saat ini yang Ray persiapkan adalah pernikahan secepatnya. Dan untuk sekolah Alexa, Ray sudah minta sama Alexa untuk home schooling saja meski Alexa menolak untuk waktu sekarang tapi Alexa juga setuju jika perutnya sudah terlihat besar dan tak bisa lagi ditutupi. " jelasnya.


" Tadi Papi juga mengatakan seperti itu kepada Mami... Akan tetapi jikalau ternyata kemauan Alexa seperti itu ya sudah dituruti saja. " jawabnya.


" Kalian masih sama - sama muda, masih sangat awam untuk mengarungi kerasnya bahtera rumah tangga. Kalian juga masih tinggi akan emosi. Cemoohan dan gunjingan orang di luaran sana sedikit banyak pasti nanti akan kalian terima jikalau perkara ini sampai menyebar keluar. Tolong terus dampingi Alexa agar Alexa bisa tetap tegar. Dan Papi berharap kalian berdua selalu bergandengan erat menapaki lika - liku terjalnya kehidupan, menyelesaikan masalah yang datang dengan rasa kepercayaan yang tetap dijunjung ke atas. " ucap Papi Salman pelan tapi tegas menasehati Raynevandra yang akan menikahi Putrinya.


" Papi titip Alexandra ya, Ray... Papi percaya sama kamu. " lirih Papi Salman dengan tatapan sendu, Raynevandra pun turut menatap sendu.


" Ray akan buktikan, Pi... Ray akan selalu mendampingi Alexa bagaimanapun keadaannya. " jawab tegas Raynevandra.


" Maafkan kami berdua yang membuat Papi dan Mami malu karena ulah kami ini. Tapi Ray benar - benar mencintai Alexa, Pi. Ray akan membahagiakan Alexa. " lanjutnya, Papi Salman pun mengangguk.


" Papi melihat kesungguhanmu dari perlakuanmu kepada Alexa beberapa hari ini. Papi berharap semua ini akan terus menerus hingga nanti. " jawab Papi Salman.


" Dan sekarang, Papi mengharapkan kedatangan kedua Orang Tuamu ke rumah ini untuk mengantarmu melamar Putri Papi secepatnya. " lanjut Papi Salman penuh harap.


" Baik, Pi... Ray akan segera mengabarkan hal ini kepada Daddy dan Mommy. " jawabnya, Papi Salman langsung berdiri dan memeluk Raynevandra ala Pria, Raynevandra hanya diam karena masih merasa tak enak karena telah menghamili Alexandra, dan sesaat kemudian mereka berdua pun beranjak keluar bersama - sama.


Trap... Trap... Trap...


" Aku mau sekolah... Besok jemput seperti biasa. " jawab Alexandra semangat.


" Yakin? " tanya Raynevandra memastikan, Alexandra nampak mengangguk mantab.


" Ya sudah... Besok aku jemput. " jawab Rayenvandra pasrah, sejujurnya Raynevandra sudah tak menghendaki Alexandra untuk pergi ke sekolah mengingat kegiatan di sekolah yang sedari pagi sampai hampir sore itu pasti akan melelahkan ditambah keadaannya yang sedang hamil muda membuat Raynevandra semakin merasa khawatir, Raynevandra sudah membayangkan betapa pecicilannya anak - anak remaja seusia mereka dan Raynevandra takut membahayakan Alexandra dan janinnya, Raynevandra pun bergegas pulang setelah berpamitan kepada Alexandra dan keluarganya.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Dalam perjalanannya setelah keluar dari rumah Alexandra, Raynevandra nampak terdiam bergelut dengan pikirannya. Ia sedang memikirkan akan dilangkahkan kemana kakinya saat ini mengingat jika keputusannya untuk pergi dari rumah megah kedua Orang Tuanya sudah bulat sejak beberapa hari yang lalu. Tapi malam ini Raynevandra memutuskan untuk tetap bergegas menuju kediaman kedua Orang Tuanya untuk menyampaikan pesan yang tadi Papi Salman ucapkan padanya.


Jreggg!!!


Trap... Trap... Trap...


" Ray! " teriak Rayne berbahagia melihat Putra Bungsunya kembali menginjakkan kaki di rumah mereka, Rayne pun langsung berdiri dan berjalan cepat untuk memeluk Raynevandra.

__ADS_1


" Mommy seneng kamu pulang, Sayang... " ucap Rayne sambil menciumi seluruh wajah Raynevandra, Raynevandra hanya tersenyum meski merasa trenyuh telah menyakiti Mommynya dengan kejadian ini.


" Daddy mana, Momm? " tanya Raynevandra dengan tersenyum kikuk.


" Daddy pergi sama temen - temennya. Tadi dijemput sama Uncle, Ben... Memangnya kenapa? Alexa gimana keadaannya? " tanya Rayne antusias.


" Papi Salman mengharap kedatan Mommy dan Daddy untuk mengantarkan aku melamar Alexandra. " jelas Raynevandra to the point.


" Memangnya Alexa sudah pulang dari Rumah Sakit? " tanya Rayne semangat, Raynevandra pun mengangguk.


" Sudah tadi pagi, Momm... " jawabnya.


" Syukurlah kalau keadaannya sudah membaik... " jawab Rayne lega.


" Ya sudah kamu buruan mandi setelah itu makan malam. " perintah Rayne kemudian dengan sikapnya yang masih antusias akan kepulangan Raynevandra.


" Ray udah makan kok, Momm... Ray juga udah mandi. " jawab Raynevandra, Rayne kembali diam menatap Putranya.


" Ray pamit ya, Momm... Mommy kabari Ray kalau udah siap untuk antar Ray melamar Alexa. Dan Ray harap secepatnya. Ray akan persiapkan segala kebutuhannya dari sekarang, jadi Mommy dan Daddy tinggal cari waktu untuk mengantarkan Ray saja. " lanjutnya.


" Enggak, Ray! Kamu nggak boleh pergi! "pekik Rayne histeris dan langsung mencekal erat tangan Raynevandra.


" Ray nggak boleh pergi lagi! " tegas Rayne lagi, menatap Raynevandra penuh harap.


" Mommy nggak boleh sedih... Mommy cukup mendoakan Ray. Ray emang salah karena sudah menorehkan luka yang teramat mendalam akibat perbuatan Ray dan Alexandra. Ray dan Alexa minta maaf sama Mommy karena telah mencoreng nama baik keluarga... Tolong maafkan kami. " lirih Raynevandra sambil mengusap lembut air mata Rayne yang menderas.


" Mommy sudah memaafkan kalian, Sayang... Tapi kamu tetap nggak boleh pergi. " tegas Rayne.


" Restui Putramu ini untuk belajar hidup mandiri... Sebentar lagi akan ada Cucu kembar Mommy yang akan Putramu ini pertanggung jawabkan kehidupannya. " jawab Ray bijak, tak mau juga menyalahkan Evan yang beberapa hari lalu berucap tak lagi mau menganggapnya anak.


" Mommy tau kamu memang keras seperti Daddy... Tapi Mommy juga mohon, tolong maafkan semua ucapan Daddy. " Jangan tinggalkan rumah ini. lirih Rayne sendu.


" Daddy nggak salah, Momm... Itu semua dilakukan Daddy karena cintanya yang teramat besar pada Raynevandra ternyata terbalaskan dengan kekecewaan yang teramat sangat menyakitkan dari kesalahan yang telah Raynevandra perbuat. " jawab Raynevandra bijak, tetap tak mau menyalahkan Evan.


" Ray sudah memaafkan semuanya, Momm... Daddy tetap Ayah terbaik buat Ray. Daddy tetaplah sosok idola buat Ray. " lanjutnya menjawab sambil tersenyum.


" Ray pamit, Momm... Selalu doakan Ray. " tukasnya kemudian menciumi seluruh wajah Rayne dan tarakhir mencium punggung tangan Rayne dan langsung beranjak keluar tanpa menoleh sedikit pun.


" Raynevandra!!! " teriak Rayne histeris saat Raynevandra melepaskan tangannya dan beranjak tanpa menoleh kepadanya, tubuh Rayne langsunh luruh ke bawah, ia menangis terisak dan terus berteriak memanggil nama Raynevandra.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2