Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 110 - Ulang Tahun Sandra (3)


__ADS_3


Hancur hatiku mengenang dikau


Menjadi keping keping setelah kau pergi


Tinggalkan kasih sayang


Yang pernah singgah antara kita


Masihkah ada sayang itu


Memang salahku yang tak pernah bisa


Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu


Walau tuk trus bersama


Kan ada hati yang kan terluka


Masihkah ada sayang itu


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Mungkin tak mungkin tuk terus bersama


Jalani semua cinta yang tlah dijalani


Tapi bila itu yang


Kau pikir yang terbaik untukmu


Bahagiaku untuk dirimu


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya


Simpan sisa sisa cerita cinta berdua (hu)


Walau tak tercipta cerita cinta berdua (hu)


Still I have in my eyes


Still I have forever


Memang salahku yang tak pernah bisa


Meninggalkan dirinya tuk bersama kamu


Walau tuk trus bersama


Kan ada hati yang kan terluka


Dan ku tahu kau tak mau


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya

__ADS_1


Sekali lagi maafkanlah


Karena aku cinta kau dan dia


Maafkanlah ku tak bisa


Tinggalkan dirinya ho ho hu


Still I have in my eyes


Still I have forever


Sebuah tembang lawas berjudul Aku Cinta Kau Dan Dia milik Ahmad Dhani ini dinyanyikan oleh Raka ketika prosesi utama tiup lilin dan potong kue ulang tahun Sandra usai. Dengan berkolaborasi bersama Evan yang memainkan piano di hadapannya, Evan dan Raka nampak khidmat memainkan perannya masing - masing. Setelah lagu ini usai, Raka pun memberi hormat dengan membungkukkan badannya ke depan, ke arah para tamu undangan. Setelahnya, Raka pun berpindah duduk kembali ke tempatnya semula.


Trap... Trap... Trap...



Ku berhenti di batas ini


Antara cinta dan mimpi bersamamu


Aku sadari kini, bahwa memang hatimu


Bukan untukku


Ku kembali kepada sunyi


Kuikhlaskan semua pada takdir


Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku


Tenanglah hatiku


Tegarlah diri walaupun perih


Berjalanlah lagi sejauh mungkin


Hingga suatu hari nanti pasti bertemu


Dengan hati yang tak menyakiti


Memang suratan, tak bisa ku memaksa


Tuhan pasti tahu yang terbaik untukku


Tenanglah hati


Trap... Trap... Trap...


Evan yang semual bernyanyi di atas panggung terlihat beranjak turun meski lagu yang dinyanyikan belum usai.


Trap... Trap... Trap...


Tegarlah diri walaupun perih


Berjalanlah lagi sejauh mungkin


Hingga suatu hari nanti pasti bertemu


Dengan hati yang tak menyakiti


Oh-uh-oh-oh-oh


Tegarlah diri walaupun perih


Berjalanlah lagi sejauh mungkin


Hingga suatu hari nanti pasti bertemu


Dengan hati yang tak menyakiti


Cup...

__ADS_1


Langkah kaki itu pun akhirnya terhenti pada barisan sebuah meja kursi tempat Istri dan beberapa Sahabatnya sedang duduk menatap pada penampilannya yang diakhiri dengan kecupan mesra di bibir sang Istri tercinta. Riuh kembali suasana yang sendu semula melihat keromantisan dari pasangan Presiden Direktur Kalandra Group beserta sang Istri tercinta.


Kepada hati, aku katakan


Jangan jatuh lagi ke hati yang salah


Hingga suatu hari nanti pasti bertemu


Dengan hati yang tak menyakiti


Dengan hati yang tak menyakiti


Hm-mm


Lagu berjudul Kepada Hati milik Cakra Khan ini dinyanyikan langsung secara paralel oleh Evan setelah Raka selesai bernyanyi. Sesekali keduanya terlihat saling menatap penuh cinta disela alunan nada lagu sedih yang dinyanyikan oleh Evan. Dan setelah lagu ini usai, Evan dan Rayne pun berdiri dari duduknya.


" Selamat ulang tahun teruntuk Sahabat kami tersayang, Sandra Angelina Kalandra... " ucap Evan tegas setelah keduanya berdiri berdampingan.


" Hahaha... " mereka semua termasuk para Sahabat yang menjadi tamu undangan malam ini nampak tertawa kala Evan menyelipkan nama Kalandra pada nama belakang Sandra.


" Lo Perempuan kuat, Lo Perempuan hebat. Lo pasti bisa! " tegas Evan dengan menatap pada Sandra yang menatap kemesraan Rayne dan Evan dengan mata berkaca - kaca.


" Happy birthday, Sandra tersayang... Semoga selalu bahagia, selalu kuat. Evano Kalandra Squad menyayangimu. " lanjut Rayne mengucapkan selamat ulang tahun juga untuk Sandra, Sandra langsung berjalan cepat dan memeluk Rayne.


Trap... Trap... Trap...


Hiks... Hiks... Hiks...


" Makasih banyak, Rayne... Lo sama Evan selalu support Gue. Rumah Tangga Gue udah hancur. Gue nggak bisa lagi bertahan, Gue gagal kasih keluarga yang utuh untuk Maura. " lirih Sandra sembari terisak disela pelukannya dengan Rayne, beruntungnya suara itu tidak sampai terdengar oleh yang lain karena Rayne dan Evan langsung mematikan mikrofonnya.


Di saat Evan mendengar suara Sandra yang bergetar, Evan hanya diam tapi matanya menatap nyalang pada Teo yang masih berdiri di samping Maura.


" Sabar ya, San... Pasti Tuhan sudah menyiapkan kejutan yang lebih indah dari ini buat kamu. Kamu pasti kuat. Aku tau kamu pasti kuat. Kamu Perempuan kuat. " ucap Rayne menjawab dan ikut menitikkan air matanya.


" Bantu aku bujuk Evan demi Maura ya, Rayne... " lirih Sandra, Rayne langsung menganggukkan kepala meski keduanya sama - sama Tau jikalau Evan tetap kekeh dengan pendiriannya.


" Kita akan berusaha sama - sama. " jawab Rayne, Sandra pun mengangguk kemudian keduanya langsung mengurai pelukannya.


" Kok jadi melow gini rasanya... " ucap Doni menyela meski ia tak paham juga tak mendengar apa saja yang dibicarakan oleh Rayne dan Sandra karena posisinya tetap di dekat Teo dan Maura.


" Udah... Ayo turun. " sela Evan mengajak Rayne turun dari panggung, Rayne pun mengiyakan dan menganggukkan kepalanya.


Evan memeluk Sandra singkat kemudian Rayne juga memeluk Sandra, barulah Rayne dan Evan turun daei panggung dengan bergandengan mesra seperti biasanya. Dygta yang melihat keduanya dari kejauhan hanya bisa diam menelan kasar ludahnya yang tercekat.


" Terima kasih, Daddy!!! " teriak Doni kencang saat Evan dan Rayne beranjak, Rayne hanya tersenyum sementara Evan hanya melambaikan tangannya ke atas sambil menoleh kepada Doni.


Trap... Trap... Trap...


Prok... Prok... Prok...


Tepuk tangan meriah pun kembali menggema mengiringi langkah mesra Rayne dan Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Sumpah iri Gue sama Lo, Van... " ucap Doni dari atas panggung dan masih menatap pada Rayne dan Evan yang baru saja duduk kembali di kursi yang semula diduduki.


" Iri apaan Lo sama Evan? Emang Evan punya nilai plus gitu buat Lo iriin? " celetuk Dante setengah meledek Evan, Dante baru saja berjalan naik bersama beberapa Sahabat mereka yang lain.


" Romantis banget sama Rayne, sumpah... Istri Gue aja malu kalau mau Gue romantisin depan banyak orang. " jawab Doni sekenanya.


" Cassanova gitu Lo iriin? " sahut Jeffry bertanya sambil terkikik menatap Evan.


" Tobat dia, Man... Bukan Cassanova lagi. Keren banget kan kalau sekarang dia beneran udah insaf dan mesra banget sama Istrinya. " jawab Doni antusias.


" Tobat apaan orang sekarang dia malah punya Sugar Baby! " jawab Dante sambil menahan tawanya, Evan langsung berdiri dari duduknya sembari menyabet mikrofon yang disediakan di setiap meja tamu yang ada di ballroom tersebut.


" Jangan bikin rusuh acara ulang tahun orang ya, kalian. " ucap Evan sambil menahan tawanya.


" Naik, Pak Presdir... Jejer sama Teo, nih. " ucap Dante yang sengaja menggoda kedua kubu yang tengah berseteru itu, Evan langsung geleng - geleng kepala sambil berkacak pinggang.


" Sini, O... Deketan sama kita. " ucap Dante lagi berpindah pada Teo, Teo hanya tersenyum sekilas saja kemudian beranjak mendekat pada gerombolan Dante, Evan nampak mengernyitkan keningnya lalu menyusul Teo yang mendekat ke arah mereka semua yang ada di atas panggung.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


__ADS_2