
Berbeda dengan Zeevanea yang kini tengah pergi berdua bersama Nicholas ke Puncak, di kediaman Evan dan Rayne yang sejak pagi tadi nampak ramai dengan kehadiran pasukan - pasukan muda keluarga Kalandra dan Armaya. Mereka semua sengaja berkumpul bersama untuk menghabiskan hari libur dengan berkegiatan bersama keluarga meski tak ada kegiatan keluar rumah untuk saat ini.
Trap... Trap... Trap...
" Daddy sama Ray kok kelihatannya sama pucetnya... " ucap Devandroe kala melihat Raynevandra dan Evan baru saja menuruni tangga dan menghampiri mereka di ruang keluarga, hari sudah semakin siang dan sudah hampir menginjak waktunya makan siang tapi Evan dan Raynevandra baru saja turun ke bawah, keduanya juga melewatkan sarapannya pagi tadi.
" Apa lagi kalau bukan karena Adik kalian ngerjain Daddy. " jawab Evan seadanya karena Evan baru saja selesai muntah - muntah karena couvade syndrome yang dialaminya, Devandroe nampak tersenyum kemudian berpindah menatap Raynevandra setelah mengetahui keadaan Daddy-nya, Evan pun langsung duduk di sofa kemudian menyulut rokoknya.
" Lo sakit juga kayanya, Ray... Muka Lo juga kelihatan pucet. " lanjutnya berucap kepada Raynevandra, Raynevandra hanya menggeleng tanpa berniat menjawab pertanyaan Devandroe kemudian langsung merebahkan kepalanya di pangkuan Marcello yang sedang bermain play station bersama anak - anak yang lain, kecuali Anya yang sedang sibuk belanja lewat aplikasi di ponsel pintarnya, sementara Ara nampak sedang menonton salah satu saluran YouTube dari ponselnya juga, Evan pun jadi menatap Devandroe dan Raynevandra dengan tatapan yang sulit diartikan, nampak juga Nala beranjak dari tempat duduknya di yang sebelumnya di sebelah Stevano yang sedang bertanding sepak bola dengan Marcello di play station yang mereka mainkan.
Trap... Trap... Trap...
" Nih, teh jahe... " ucap Nala ketus sambil menyodorkan segelas teh jahe hangat kepada Raynevandra setelah sebelumnya memberikan satu gelas yang lainnya kepada Evan, ternyata Nala dari dapur dan melihat Susi sedang membuat minuman hangat itu karena Rayne sudah memerintahkan sebelumnya, makanya Nala berinisiatif untuk memberikannya kepada Evan dan Raynevandra, meski ucapannya ketus tetapi nyatanya Nala juga masih perhatian dengan Adik Sepupunya itu, mata anak - anak lainnya langsung memicing menatap ke arah keduanya apalagi Anya yang nampak menatap dalam kepada keduanya.
" Taruh meja aja, masih nggak enak perut Gue. " tolak Raynevandra dan malah memerintahkan kepada Nala untuk meletakkan gelas yang sudah disodorkannya itu ke atas meja, mata Nala nampak membola seketika, niat baiknya ditolak mentah - mentah dan malah diperintah juga oleh Raynevandra.
" Enak aja nyuruh - nyuruh Gue! " ucap Nala kesal dengan setengah berteriak, tapi Raynevandra nampak cuek saja, Evan menatap keduanya sembari tersenyum tipis disela hembusan asap rokok yang keluar dari mulut dan hidungnya.
" Udah baik - baiknya Gue perhatiin Lo kaya gini, eh malah Lo pakai nyuruh - nyuruh Gue! " lanjutnya kian kesal, Nala pun langsung meletakkan gelas tersebut di lantai di samping Raynevandra kemudian menggusur Stevano begitu saja, Stevano hanya mencebik dan dengan terpaksa menyerahkan stik play station kepada Nala dan menggeser duduknya.
" Ambil gelasnya, Dek... Taruh di atas meja kalau nggak mau langsung minum sekarang. " ucap Evan yang sedari tadi diam memperhatikan tanpa menyela perdebatan kecil itu.
" Kalau kesenggol pecah nanti kena kaki bisa luka. " lanjutnya, dengan malas Raynevandra pun bangkit dan memindahkan gelas tersebut ke atas meja, Nala yang masih kesal langsung menendang pantat Raynevandra kala Raynevandra melintas di dekatnya, sementara Raynevandra hanya melirik singkat kemudian kembali merebahkan kepalanya pada paha Marcello.
Trap... Trap... Trap...
__ADS_1
Setelah mereka semua kembali asik dengan acara perkumpulannya, tak lama kemudian Rayne datang bersama Sea dan Bianca juga Vivian. Keempat Ibu Sosialita ini nampak melenggang bersamaan masuk ke dalam paviliun belakang rumah megah ini.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Assalamualaikum... " ucap mereka kompak sembari melangkah menuju ke ruang keluarga.
" Waalaikum salam. " jawab anak - anak disana sementara Evan hanya menoleh saja dan menjawab dalam hati, keempat Ibu cantik ini pun langsung bergabung disana dengan Evan dan anak - anak, Rayne langsung menghampiri Evan dan mencium punggung tangannya, Evan pun langsung mencium bibir Rayne singkat.
" Papinya anak - anak kemana? " tanya Sea pada Evan karena tidak melihat keberadaan Suaminya disana, Evan langsung menggedigkan bahunya karena memang tidak bertemu dengan Eric.
" Papi keluar sama Papici... " jawab Nala dengan mata yang tetap menatap pada layar televisi di hadapannya, kedatangan Bianca disana pun tak dihiraukan olehnya.
" Laper kenapa nggak langsung makan? " sahut Evan.
" Kaya disini nggak disediain makanan aja Maminya baru dateng langsung ditodong makanan. " lanjutnya, para Ibu - Ibu itu pun langsung terkikik, tatapan Bianca terus mengarah pada Nala yang masih belum juga menyapanya, tapi Sea langsung berdiri kembali untuk mengambilkan makanan untuk Putrinya tapi Ara langsung nyengir santai tanpa dosa.
" Ara kan manja, Dadd! Kaya nggak tau Ara aja! " sahut Anya, Ara menatap Anya sambil mencebikkan bibirnya sementara anak - anak yang lain tetap terlihat asik dengan permainannya.
Trap... Trap... Trap...
" Ini tuh udah waktunya makan siang, Kakak... " jawab Ara malas.
__ADS_1
" Ya kalau Lo udah tau udah waktunya makan siang ngapain Lo nggak langsung ambil makan? " tanya balik Anya kian kesal, Anya memang sedikit Barbar juga meski tak separah Zeevanea.
" Zee mana? " tanya Evan kepada Rayne karena tak melihat Sugar Baby-nya itu datang bersama para Ibu.
" Zee kan masih di rumah Menteng, Mas... " jawab Rayne, Evan pun langsung mengangguk sembari mengusap lembut perut Ibu hamil kesayangannya itu, nampak Sea berjalan ke arah mereka dengan membawa sepiring nasi yang sudah lengkap dengan lauk pauknya, Marcello yang sebenarnya mengetahui kemana perginya Zeevanea hanya diam saja, Marcello takut jika memberitahukan kepada Evan karena Zeevanea pergi bersama Nicholas.
Trap... Trap... Trap...
" Susi udah selesai siapin makan siangnya, Kak? " tanya Rayne pada Sea.
" Barusan selesai. Ini tadi katanya baru mau kasih tau pas aku kesana ambilin nasi Ara. " jawab Sea.
" Ayo makan siang. " tegas Evan dan langsung berdiri kemudian beranjak menuju ruang makan, Sea yang baru saja akan menyuapi Ara pun langsung diam karena tahu kebiasaan makan bersama di rumah Evan.
Trap... Trap... Trap...
" Semuanya pindah ke ruang makan dulu yuk, Nak... " ajak Rayne dan ikut berdiri juga.
" Ayo Kak Vian, Kak Bii, Kak Sea... " lanjutnya mengajak para Ibu, anak - anak ini pun juga langsung bergerak, Bianca masih duduk diam memperhatikan Nala, mereka semua pun langsung beranjak menuju ke ruang makan kecuali Nala dan Bianca, Raynevandra langsung menempel kepada Rayne dan menggelanyut sembari berjalan ke ruang makan.
Trap... Trap... Trap...
" Abang... " panggil Bianca.
" Makan siang dulu yuk, Sayang... " lanjutnya berucap setelah menunggu beberapa saat menunggu Nala menjawab, Nala yang semula hanya diam langsung berdiri dan berjalan begitu saja menuju ke ruang makan tanpa menghiraukan Bianca, Bianca langsung berdiri dan dengan cepat mengejar Nala kemudian menggandengnya ke ruang makan meski Nala juga hanya diam saja.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...