Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 12 - Jalan Bersama


__ADS_3

Ketika waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Zeevanea langsung bersiap untuk menjemput Anya. Karena kunci mobilnya belum ketemu jadi ia menggunakan mobil yang lain yang ada di garasi Daddynya. Tepi ketika ia menuruni tangga, Nala dan Stevano kebetulan juga sedang menuruni tangga bersamaan. Entah apa percakapan mereka, tak lama kemudian meeka berangkat bertiga. Tapi tak berselang lama, Evan pun turun bersama Rayne, sementara Eric dan Sea sudah berada di teras depan Paviliun belakang rumah Evan.


Trap... Trap... Trap...


Setelah ketiga Bocah tersebut berangkat dengan mobil yang sama, tak lama berselang Evan dan Eric pun turut bergegas menggunakan mobil Eric. Tapi ternyata Sea dan Rayne juga sepertinya bersiap untuk pergi juga.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Nala nggak ngerokok? " tanya Evan pada Eric saat keduanya dalam perjalanan.


" Kadang... " jawab Eric sembari menatap ke depan kemudi.


" Tapi doyan banget minum. " lanjutnya, Evan pun terlihat mengangguk sendu.


" Gue curiga Stevano ngerokok diem - diem. " ucap Evan.


" Lo tau dari mana? " tanya Eric.


" Bau kamarnya. " jawab Evan, Eric pun langsung menoleh menatap Evan karena selama mereka bersama di London memang Stevano tak pernah bertindak mencurigakan di depan Eric ataupun juga Sea.


" Sebenernya Gue nggak masalah kalau emang dia ngerokok. " lanjutnya.


" Takut lah sama Lo... Atau mungkin malu meskipun dia juga udah punya gaji dari kantor. " jawab Eric seadanya yang sudah kembali fokus dengan kemudinya.


" Kayanya belum lama juga sih, soalnya yang dia pulang sebelum ini Gue ngerasa biasa aja. " jelas Evan.


" Ya udah kalau Lo nggak papa, nanti juga bakal ketahuan sendiri kalau Steve emang bener - bener ngerokok. Yang penting dia nggak ngikutin jejak Lo make aja. " jawab Eric, Evan pun menganggukkan kepalanya.


Mereka berdua terus bercerita sembari menikmati perjalanannya. Sementara Rayne dan Sea yang kini baru saja sampai di Supermarket langsung berbelanja bersama. Rayne memang sudah waktunya belanja bulanan. Jika biasanya ia pergi diantarkan Evan, kini ia bersama Sea karena kebetulan Sea sedang menginap di rumahnya dan Evan pun juga sedang pergi dengan Eric.

__ADS_1


Sebenarnya Sea dan Eric tidak datang ke Jakarta hanya bersama Nala saja. Tapi Cello dan Ara pun ikut juga... Tapi Cello dan Ara ditinggal di rumah karena memang niat mereka bertemu dengan Evan dan Rayne adalah untuk membicarakan masalah Nala. Eric dan Sea pun tak lagi tinggal di apartemen seperti dulu kala anak - anaknya masih kecil. Kini mereka sudah memiliki rumah mewah yang terletak tak jauh dari rumah megah Evan di Menteng.


Trap... Trap... Trap...



Setibanya di tempat pertandingan balap mobil yang mereka datangi, Stevano dan Nala beserta Zeevanea dan Anya langsung bergabung bersama teman - teman mereka. Setelah berangkat dari rumah Evan, mereka bertiga memang menjemput Anya terlebih dahulu. Sementara Stevano dan Nala terlihat berjalan santai, Zeevanea dan Anya malah terlihat terburu - buru karena akan menghampiri teman - teman Perempuan mereka terlebih dahulu yang sudah menunggu di depan pintu masuk.


Trap... Trap... Trap...


Ckiiiiit.....!!!



" Aaaaakkk!!! " teriak Zeevanea dan Anya bersamaan, dan nampaklah seorang Pemuda pengendara motor sport tersebut langsung mengerem mendadak karena terkejut dengan Zeevanea dan Anya yang menyeberang di area parkir tanpa menoleh sedikit pun.



" Maaf, Dek... Saya nggak sengaja. Saya juga kaget karena kalian tiba - tiba lari nyebrang depan saya. " jelasnya panjang lebar dengan perasaan tak enak hati pada Zeevanea dan Anya, terlebih Zeevanea karena Zeevanea sampai jatuh, Anya pun langsung sigap membantu Zeevanea untuk berdiri kembali.


" Nyetir pakai mata, jangan meleng aja! " bentak Zeevanea kesal meski ia sendiri juga salah karena ia dan Anya menyebrang jalan tanpa menoleh sedikitpun meski jalanannya bukan jalan raya tapi Zeevanea malah menyalahkan si Pemuda ini saja tanpa sadar diri.


" Iya, Dek... Saya benar - benar minta maaf sekali. " jawabnya tulus, penuh rasa bersalah.


" Sakit tau nggak lutut Gue! " jawab Zeevanea yang masih menggerutu kesal, si Pemuda hanya diam menatap kepada Anya dan Zeevanea.


" Udah, ayo... Kita nggak papa. " potong Anya kemudian, Zeevanea pun menatap Anya kesal karena Anya membiarkan saja Pemuda ini tanpa memarahi lagi, dan beralihlah tatapan Zeevanea kepada si Pemuda ini.


Tatapan keduanya pun bertemu. Nampak ketulusan di mata si Pemuda yang tengah meminta maaf ini, tapi tidak dengan Zeevanea yang masih terlihat memberengut kesal karena hampir tertabrak olehnya. Tapi tak lama berselang, tatapan bertemu itu seolah terkunci. Tapi Anya langsung menarik tangan Zeevanea dan berlalu pergi begitu saja tanpa sepatah kata. Pemuda ini pun tersenyum tipis sembari menatap punggung keduanya yang terlihat kian menjauh darinya. Setelahnya, Pemuda ini pun melanjutkan mencari tempat parkir motor yang masih belum penuh karena ia juga datang kesini untuk menonton pertandingan balab mobil ini.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Bruuum... Whuuussszzzhhh...



Sementara Evan da Eric nampaknya juga menuju tempat yang sama dengan tujuan para Krucilnya. Setelah Kakak Beradik ini turun dari mobil, keduanya pun langsung beranjak menuju pintu utama dimana hanya para tamu - tamu penting saja yang masuk melalui pintu dengan penjagaan super ketat tersebut. Setelah melalui screening di depan pintu, keduanya pun beranjak masuk ke dalam.


Trap... Trap... Trap...


" Pak Evan, bagaimana tanggapannya tentang acara ini? " tanya seorang Wartawan yang mengerumuni pintu masuk tersebut dan tak diperbolehkan masuk ke dalam, Evan hanya diam saja tak memberikan jawaban, menoleh pun juga tidak meski sedari tadi Eric yang juga dipanggil - panggil oleh Wartawan melemparkan senyum ramahnya meski ia juga tak menjawab pertanyaan para Wartawan.


Trap... Trap... Trap...


" Selamat datang Kalandra Group... " sapa si empunya acara pada Eric dan Evan, mereka bertiga langsung berjabat tangan.


" Apa kabar Pak Eric, Pak Evan? " tanya seseorang bernama Dewa Winata tersebut kepada Eric dan Evan.


" Baik, Pak Dewa. " jawab Eric dengan senyum ramahnya sementara Evan hanya mengangguk saja.


" Mari, mari... Langsung ke dalam saja. " ajaknya, Eric dan Evan pun turut bersamanya menuju tempat yang diperuntukkan bagi tamu - tamu penting acara ini dengan iring - iringan Pengawal yang telah dipersiapkan untuk menyambut kedatangan para tamu penting acara ini.


Trap... Trap... Trap...


" Pak Axelle sudah datang? " tanya Evan bertanya formal pada Dewa Winata karena Evan juga tau jika Putra Sulung dari Axelle dan Jennie juga menggeluti dunia balap.


" Pak Axelle sudah sejak pagi tadi menemani Accelio di dalam karena Putranya itu juga akan turut serta. " jawab Pak Dewa dengan menyunggingkan senyum ramahnya.


" Boleh saya ke tempat mereka? " tanya Evan.


" Boleh, Pak Evan... Biar diantarkan oleh mereka. " jawab Pak Dewa sambil menoleh sekilas pada beberapa orang yang sedari tadi mengawal mereka bertiga.


Setelah itu, Pak Dewa pun izin pamit karena ia kembali harus menyapa para tamu pentingnya. Eric dan Evan pun langsung diantarkan menuju area Peserta balab oleh beberapa orang kawalan tersebut.

__ADS_1


Trap... Trap... Trap...


__ADS_2