Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 23 - Bukan Sugar Baby!


__ADS_3

Beberapa jam berlalu masih nampak Stevano dan gerombolannya yang terlihat masih asik bercanda bersama di sebuah sudut cafe elit yang sedari tadi mereka tempati.


Trap... Trap... Trap...



" Masa iya itu Papa? " gumam Maura dalam hati sembari berjalan keluar mall dari bersama Zeevanea dan yang lain, ia melihat sekelebat Papanya berjalan bergandengan mesra dengan seorang perempuan berpakaian sexy.


Trap... Trap... Trap...


Langkah Zeevanea, Maura, dan teman - temannya tetap melaju ke depan. Maura langsung mendiam setelah melihat sekelebat Papanya menggandeng mesra seorang Perempuan yang sama sekali tak dikenalnya. Wajah sendunya pun tak terlihat oleh teman - temannya karena teman - temannya juga sedang asik bercanda. Tapi ia merasa beruntung karena teman - temannya itu tak menyadari akan perubahan mimik wajahnya apalagi jika mereka semua sampai ikut melihat Papanya bergandengan mesra dengan Perempuan pasti akan membuat malu dirinya. Dan mereka pun sampai di cafe semula tempat Stevano dan teman - temannya nongkrong bersama.


Trap... Trap... Trap...


" Hai... " sapa Maura kembali pada mereka semua dengan senyum yang dipaksakan, teman - temannya hanya menyapa dengan senyum, sementara Zeevanea hanya diam tanpa menyapa sama sekali.


" Hai... " balas mereka, Stevano hanya tersenyum tipis, pandangan Nicholas dan Zeevanea bertemu saat itu juga.


" Elo? " ucap Zeevanea berteriak kaget dengan begitu hebohnya, Nicholas hanya diam acuh sembari menghembuskan nafas berat, ia masih ingat bentakan Zeevanea kala itu waktu ia tak sengaja bertemu dengan Evan di sebuah restoran.


" Kenapa? " tanya Nala, sementara Stevano hanya memperhatikan saja dalam diam.


" Eh iya, Nic... Ini nih yang mau Gue kenalin sama Lo. Kenalin ini Nicholas temen Gue. " ucap Nala lagi pada Nicholas dan Zeevanea, mata Zeevanea nampak membola diiringi dengan tatapan mencelos tak suka, Nicholas pun tetap diam datar meski sebenarnya ia tak menyangkal jika ia terpukau dengan kecantikan Zeevanea.


" Sudah kuduga... " lirih Stevano tapi Nala langsung nyengir karena mendengar ucapan pelan Stevano.


" Anterin aku ke dalem bentar mau nggak, Bii? " bisik Maura pada Stevano.


" Mau cari apa? " tanya Stevano.


" Bentar aja. " jawabnya pelan tanpa memberi tahu, wajahnya menyendu.

__ADS_1


" Oke. Ayo... " jawab Stevano dan keduanya pun langsung berdiri.


" Gue anterin Maura ke dalam sebentar. " ucap Stevano pamit pada teman- temannya.


" Mau cari apa? Kenapa tadi nggak sekalian, Ra? " sela Zeevanea bertanya heboh.


" Bentar aja kok... Tungguin, ya... " jawab Maura dengan tersenyum paksa, teman - temannya pun mengangguk, keduanya langsung beranjak.


Trap... Trap... Trap...


" Kenalan, gih... " ucap Nala mengulangi ucapannya tadi pada Zeevanea dan Nicholas dengan menatap bergantian pada keduanya.


" Ogah! " jawab keduanya berbarengan dengan tatapan yang sama - sama sengitnya.


" Lo gimana sih, Nic! Tadi katanya mau dikenalin, sekarang udah ada Zeevanea tapi Lo malah ngomong ogah. " sungut Nala kesal dengan Nicholas, wajah Zeevanea sudah nampak memerah menahan geram dengan Pemuda songong di hadapannya.


" Kenalin sama yang lain aja. Kaya nggak ada Cewe lain aja! " ketus Nicholas sambil melengos, Nala nampak mengernyit bingung.


" Males Gue kalau Lo kenalin sama Sugar Baby barbar macem gini. " lanjut Nicholas berapi - api, teman - teman mereka semua yang sedang berkumpul disana langsung menganga seolah tak percaya jika Putri Sultan itu dibilang Sugar Baby.


" Jaga mulut Lo, ya! " hardik Zeevanea setelah menampar pipi Nicholas, Nicholas semakin merasa tertantang dan semakin penasaran dengan sosok Zeevanea meski wajahnya tetap terlihat acuh di depan mereka.


" Mana ada Gadis muda kaya Lo ciuman sama Om - Om di tempat umum kalu bukan Sugar Baby? " ucap Nicholas sengit, Zeevanea hanya menggelengkan kepalanya, tak habis pikir dengan pemikiran Nicholas yang sama sekali belum mengenalnya dan keluarganya.


" Sugar Baby? " tanya Nala bingung, Nicholas langsung mengangguk dan tetap menatap sengit pada Zeevanea sembari mengusap pipi kirinya yang terasa panas.


" Maksud Lo Zeevanea Sugar Baby? " tanya Nala lagi, memperjelas maksud Nicholas, Nicholas pun mengangguk.


" Bohong, Bang! Ngawur ini anak! " teriak Zeevanea yang jelas tak terima jika dibilang Sugar Daddynya Evan, Zeevanea masih ingat jika ia bertemu dengan Pemuda ini kala ia selesai makan bersama Evan waktu itu.


" Lo jangan gila! Kalau mau sekedar one night stand bisa sama yang muda, bukan sama Om - Om! " hardik Nala pada Zeevanea.

__ADS_1


" Gue bukan Sugar Baby! " teriak Zeevanea penuh kilatan amarah kemurkaan, tapi matanya memerah menahan tangis, Zeevanea merasa kecewa dengan Nala yang seolah tak mempercayainya tanpa mendengar dulu penjelasan dari pihak Zeevanea, Zeevanea pun langsung pergi meninggalkan mereka semua dengan air mata yang perlahan berderai dan semakin menderas seiring dengan sakitnya hati yang tertusuk oleh ucapan sumbang yang dilontarkan Nicholas kepadanya tanpa tau hubungan Zeevanea dengan Evan.


Trap... Trap... Trap...


" Zeevanea! " teriak Nala kencang, Pengunjung lain di cafe tersebut yang sedari tadi sudah memperhatikan mereka semakin memperhatikan saja ke arah mereka sembari menggosip ria jika mereka merasa tak suka, tapi merasa iba jika mereka berpikiran positif karena mereka berpikir tuduhan itu belum tentu kebenarannya, Zeevanea tetap melangkah penuh amarah meninggalkan mereka, teman - teman Perempuannya pun langsung menyusulnya.


Trap... Trap... Trap...


" Lo beneran pernah lihat Zeevanea ciuman sama Om - Om, Nic? " tanya Nala memastikan pada Nicholas, Nicholas pun menganggukkan kepalanya, jika mungkin Evan yang mencium Zeevanea di depan umum setidaknya Nicholas tau jika Evan adalah Daddy Zeevanea karena mereka pernah bertemu seusai acara balap mobil waktu itu pikir Nala, tapi Nala juga lupa jika Nicholas dan Zeevanea masih belum saling mengenal jadi pikiran Nala langsung melayang ke Om - Om yang lain.


" Alan, Victor, sama Nathan saksinya. Pas itu Gue lagi makan di restoran sama mereka. " jelas Nicholas, wajah Nala terlihat frustasi dan ia pun mendiam seketika.


" Udah, udah... Bahas yang lain aja. " sela teman mereka yang lainnya, mereka pun perlahan merubah topik pembicaraan.


Mereka berenam pun kembali melanjutkan obrolannya dengan topik yang lain. Meski wajah Nala masih terlihat bingung tapi ia juga sesekali menimpali obrolan teman - temannya. Tak lama kemudian, Stevano pun datang bersama Maura.


Trap... Trap... Trap...


" Zeevanea sama temen - temennya kemana? " tanya Stevano.


" Pulang duluan tuh barusan. " jawab salah seorang temannya yang ada disana, sementara Nala dan Nicholas hanya diam kelu sembari saling melempar pandang.


" Loh kok aku ditinggalin... " ucap Maura dengan wajah sendu tapi juga sembab seperti habis menangis.


" Aku anterin kamu pulang. " ucap Stevano, Maura hanya mengangguk sembari menatap Stevano dengan tatapan sendunya.


" Mau pulang sekarang? " tawar Stevano, Maura menggelengkan kepalanya.


" Ya udah... Duduk, yuk... " ajak Stevano sembari menarikkan kursi untuk Maura duduk, barulah ia duduk di samping Maura.


" Mau pesen apa? " tawar Stevano lagi.

__ADS_1


" Minum aja, Bi... Jus apel aja kalau ada. " jawab Maura, Stevano pun langsung mengangkat tangannya dan melabaikannya untuk memanggil Pelayan.


Sembari menunggu Pelayan datang kembali untuk mengantarkan minuman pesanannya, Maura nampak diam saja sambil bersandar di sisi kanan bahu Stevano. Sementara Stevano, Nala, dan yang lain masih terus berceloteh santai meski Stevano hanya sesekali menimpali obrolan seru mereka. Belum selesai urusan soal pemberitahuan Nicholas tadi kini sudah ditambah dengan pemberitahuan Maura yang juga tak kalah mengejutkan.


__ADS_2