
Sarah Danella Martadina adalah teman sekelas Alexandra Medina Razaf di sekolah lamanya. Dimana ternyata sekolah lama Sarah adalah sekolah elite juga yang letaknya bersebelahan dengan sekolah Devandroe Gamyara Kalandra. Devandroe dan Sarah juga Alexandra jadi saling mengenal karena mereka sering makan siang di cafe yang ada di sekitar sekolah tersebut saat mereka pulang sekolah. Hingga akhirnya mereka berteman dan jadi bersahabat baik hingga sekarang.
Tapi tanpa disangka oleh Devandroe dan Sarah jika ternyata tiba - tiba Alexandra pindah sekolah tanpa memberi tahu kepada mereka. Alexandra pun sudah mengganti nomor ponselnya sejak ia memutuskan untuk pindah ke sekolah yang sama dengan Raynevandra. Sarah dan Devandroe merasa sedih karena merasa Alexandra menghilang begitu saja. Dan memang kepindahan Alexandra ke sekolah Raynevandra ini pun bukan tanpa alasan... Tapi hanya Alexandra dan Raynevandra lah yang mengetahui alasan pastinya tentang kepindahan Alexandra. Bahkan kedua Orang Tua Alexandra pun tidak mengetahui secara jelas tentang alasan kuat yang mendasari keinginan pindah sekolah Alexandra karena Alexandra tak mau membuat kedua Orang Tuanya merasa malu jika mengetahui alasan sebenarnya perihal kepindahan itu.
Saat ini mereka semua sedang berada dalam perjalanan menuju ke Puncak. Raynevandra dengan Alexandra, Aaron dengan Rania, Bradley dengan Grace, Brylee dengan Audrey, dan Devandroe bersama Sarah. Mereka memang berangkat bersama tapi mereka tetap menggunakan mobil masing - masing. Kelima mobil mewah ini pun nampak iring - iringan teratur di jalan raya.
" Devan... Sorry, ya... " ucap Sarah sendu ketika mereka berdua sudah berada di dalam mobil dalam perjalanan menuju ke Puncak.
" Sorry untuk apa? " tanya balik Devandroe tanpa mengalihkan tatapannya dari jalam raya.
" Gue nggak tau kalau ternyata Lexa... " ucap Sarah menggantung, Devandroe langsung menatap pada Sarah.
" Lo apaan, sih... Kita bertiga ini temen baik. " ucap Devandroe.
" Kita sahabat. " tegasnya sambil tersenyum getir, berusaha menyangkal perasaan cintanya kepada Alexandra yang selama ini masih terasa abu - abu itu dan kembali menatap ke depan.
" Iya, Devan... Tapi kan memang Gue yakin kalau Lo itu suka sama Lexa makanya Gue niat banget buat comblangin kalian berdua. Gue yakin Lo emang suka sama Lexa tapi Lo diem aja nggak mau ngaku. " jelasnya panjang lebar dengan memasang wajah sendu tapi bermimik kesal.
" Ray baik, kok... Meskipun dia pecicilan. " ucap Devandroe mengalihkan pembicaraan.
" Ray pasti sayang sama Ale dan bisa jagain Ale. " lanjutnya, Sarah yang sebenarnya masih merasa tak enak hati pun akhirnya hanya bisa mengangguk lemah, mau memaksa Devandroe untuk mengejar cinta Alexandra rasanya juga tidak mungkin mengingat kembaran Devandroe lah yang kini menjadi Kekasih Alexandra.
Berbeda dengan keadaan sendu di mobil milik Devandroe, keempat keadaan di mobil yang lain nampak bahagia, berbanding terbalik dengan keadaan di mobil Devandroe. Para Gadis ini ternyata sama saja, sedari tadi nemplok manja pada Kekasihnya yang tengah mengemudikan mobilnya. Kecupan - kecupan mesra hingga acara ***** - ******* di dalam mobil para pasangan muda ini pun sudah seringkali terjadi sedari mereka memasuki mobil tadi.
Dan tanpa terasa, Bradley, Aaron, Brylee, dan Devandroe sudah sampai di sebuah villa mewah milik keluarga Axelle, Ayah dari Aaron. Mereka semua nampak celingukan di depan halaman villa yang sudah beberapa saat lalu dibuka oleh Penjaganya itu. Seteko kaca jasmine tea hangat pun sudah nampak nangkring di atas meja, lengkap dengan beberapa cangkirmya.
__ADS_1
" Ray kemana sih, ini! " umpat Brylee kesal, sudah menunggu sekitar setengah jam di halaman villa tapi nyatanya mobil Raynevandra belum muncul juga.
" Ray nggak nyasar kan, Beb? " tanya Audrey, Kekasih Brylee.
" Enggak, lah! Orang kita sering kesini. " jawab Brylee dengan nada kesal kepada Raynevandra.
" Tunggu, deh... " sela Bradley, mereka semua langsung menatapnya.
" Nyasar ke villa lain kali... Kan doi lagi sama Alexa. " lanjutnya jahil dan langsung nyengir.
" Mau daftar ditembak kepalanya sama Bokap Gue apa kalau tu anak sampai macem - macem! " ucap Devandroe sewot.
" Palingan juga langsung dicoret dari Kartu Keluarga sama Uncle Evan, Ndong! " jawab Grace sambil nyengir, yang lainnya pun langsung geleng - geleng.
Mereka pun akhirnya menunggu Raynevandra sembari bersantai melepas lelah di teras luas ini. Tapi tak lama kemudian Raynevandra dan Alexandra pun sampai disana dan langsung bergabung dengan yang lainnya.
Trap... Trap... Trap...
" Jangan bilang mampir sendiri ke villa lain! " tebak Grace dengan santainya, Raynevandra dan Alexandra langsung melotot kompak.
" Enak aja! " ketus Raynevandra sambil menonyor kepala Grace, Grace dan yang lain pun langsung terkikik.
" Makanan sama kambing guling di mobil Gue noh turunin daripada mulut Lo ngomel nggak jelas. " perintah Raynevandra dengan sikapnya yang santai dan arogan kepada yang lainnya.
" Whattt? Kambing guling? " ulang Rania, Kekasih Aaron kencang, sementara lainnya juga nampak tercengang dengan apa yang dikatakan oleh Raynevandra.
__ADS_1
" Mulai kapan Lo doyan daging kambing? " tanya Devandroe heran karena sebelumnya Raynevandra memang tidak pernah mau makan daging kambing dengan alasan aromanya yang menyengat, tapi Raynevandra hanya menggedigkan bahunya saja karena ia memang merasa tak paham juga kenapa tadi tiba - tiba rasanya sangat ingin makan kambing guling itu.
" Ya udah deh ayo masuk dulu, kita rebahan di dalam aja biar makanan yang di mobilnya Ray diurus sama Bibi. " ucap Aaron, mereka semua pun langsung masuk ke dalam villa.
Trap... Trap... Trap...
Sementara barisan Abang ganteng sedang selonjoran santai sambil bermain play sation di ruang keluarga, lima Gadis ini pun nampak turut membantu Bibi menyiapakan banyaknya jenis makanan yang tadi dibawakan oleh Raynevandra dan Alexandra sembari bercanda renyah. Untuk makanan beratnya diurus langsung oleh Bibi yang bertugas, dan makanan ringannya langsung diusung menuju ke ruang keluarga oleh para Ladies setelah mereka menatanya ke dalam wadah lain.
Trap... Trap... Trap...
" Baby, mau? " tawar Alexandra pada Raynevandra yang sedang bermain bola dalam play sation di ruang keluarga, menawarkan asinan yang dibawanya kepada Raynevandra, Devandroe nampak diam menegang di tempatnya.
" Aaak... " ucap Raynevandra tanpa menoleh karena sedang fokus dengan permainannya, perasaan Devandroe semakin campur aduk tak karuan melihat dari dekat kedekatan Raynevandra dengan Alexandra yang terlihat sangat romantis, membuat iri semua mata yang memandangnya.
Dengan pelan dan penuh cinta, Alexandra pun menyuapi Raynevandra sembari ia juga makan sendiri asinan tersebut. Cibiran dari teman - teman mereka pun hanya dianggap angin lalu oleh sepasang muda mudi yang tengah dimabuk cinta ini. Perlahan, teman - teman mereka pun juga sudah menyajikan beraneka jajanan khas Bogor di sekitar mereka dan mereka menikmatinya bersama - sama diiringi dengan canda tawa riang mereka.
" Lo kaya Uncle Evan aja, Ray... " celetuk Brylee yanh sudah berpindah duduk di karpet bersama Raynevandra, Devandroe, Alexandra, Aaron, dan Rania.
" Kenapa lagi Bapak Gue? " tanya balik Raynevandra yang baru saja mangap menerima suapan dari sendok yanh disodorkan oleh Alexandra ke mulut bawalenya.
" Kalau mesra - mesraan suka cuek, nggak mikirin lainnya... " jawabnya sambil terkikik, Alexandra langsung menunduk malu.
__ADS_1
" Untung aja kita disini pada bawa Pasangan. " lanjutnya sambil nyengir.
" Gue mesra ya memang karena sebenernya Gue itu suka sama yang berbau romantis meskipun Gue orangnya dingin, dan jelas karena Gue juga sayang sama banget Alexandra. " jawab Raynevandra santai, Alexandra nampak tersipu malu setelah mendengar penuturan Raynevandra, sementara yang lainnya langsung geleng kepala, tapi wajah Devandroe dan Sarah nampak menunjukkan wajah aneh yanh sulit sekali diaetika.