Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bba 46 - Cerita Masa Lalu Dua


__ADS_3

Kesenduan nampak terasa di area ruang keluarga yang ada di rumah megah yang selalu terasa hangat di tengah - tengah kondisi keluarga yang memang hangat itu. Raynevandra dan Devandroe masih terus saja mengira jika ini semua tak pernah nyata. Mereka berdua mengira jika semua yang diucapkan Mommynya adalah hanya mimpi belaka. Logis bukan jika keduanya menyangkal akan perselingkuhan Mommynya karena yang telah mendapatkan stempel ber cap Cassanova adalah Daddynya. Setelah berhenti sejenak untuk menenangkan Evan yang terlihat emosi, Rayne pun melanjutkan kembali ceritanya.


" Lanjut, Mom... " ucap Devandroe serius, meski sedari tadi hanya diam menyimak tapi ia masih penasaran dengan cerita selanjutnya.


" Cukup! " potong Evan.


" Udah selesai, sekarang kita semua udah bahagia. " tegasnya.


" Anak - anak sudah besar, Mas... Aku mengatakan hal ini karena mereka berempat berhak tau. Cukup mereka pahami dan mereka jadikan pembelajaran atas apa yang pernah terjadi di masa lalu kita. Mereka anak - anak kita, aku nggak mau mereka salah langkah seperti kita dulu. " jawab Rayne sambil menggenggam tangan Evan meski Evan masih terlihat acuh.


" Kamu yang salah langkah, kamu juga yang gegabah. " ucap Evan sewot.


" Iya... Memang aku yang salah. Aku yang gegabah hingga aku salah langkah. " ucap Rayne sembari terus menatap Evan yang memalingkan wajahnya.


" Terus siapa yang salah langkah dengan menyalah gunakan obat - obatan terlarang dan setiap malam gonta - ganti Perawan di club? " lanjutnya bertanya pada Evan.


" Daddy pernah jadi Pecandu juga? " potong Devandroe kaget, Rayne pun mengangguk sementara Evan tetap acuh.


" Tunggu, Momm... " ucap Raynevandra, Rayne langsung menatap Putranya itu.


" Gimana bisa Daddy sama Arm Guard nggak bisa ngelacak Mommy? Ray nggak yakin kalau kinerja Arm Guard itu lamban. " tanyanya penasaran.


" Karena ada orang berpengaruh yang membantu Mommymu pergi dari negara ini. " jawab Evan datar, semakin panas saja hati Evan yang tadi sempat mereda.


" Terus kenapa memilih Venice? Kenapa bukan negara lain? " tanya Raynevandra lagi.

__ADS_1


" Mommy hanya mempunyai pengalaman kerja di bidang Modelling... Itu juga berkat Daddy yang memperkenalkan Mommy pada dunia Modelling. Dan waktu itu Mommy memilih Venice karena merasa Paris terlalu berat untuk ditapaki, maka Mommy memutuskan untuk pergi ke Venice yang juga masih dekat dengan Paris yang notabene adalah kota Mode dunia. Dan pindahlah Mommy bersama Kakak Steve dan Kakak Zee setelah memiliki galeri di Paris. " jelas Rayne, Raynevandra pun mengangguk paham.


" Siapa orang yang bantuin Mommy ke Venice? " tanya Devandroe, Rayne kembali menatap Evan yang kembali terlihat marah.


" Kalian berdua tidak mengenal siapa yang membantu Mommy... Sampai sekarang juga Mommy tidak pernah lagi bertemu dengannya setelah resepsi pernikahan ulang Mommy dan Daddy waktu itu. " jawab Rayne.


" Dan dari bantuannya itulah Mommy mulai mengenal keluarganya. Hingga akhirnya Mommy menjalin hubungan serius dengan Kakaknya dan kami memutuskan untuk segera menikah. Seseorang itu lah yang menjadi sumber kecemburuan terbesar Daddy kalian... Kakak kandung dari orang yang telah menolong Mommy pergi dari negara ini. Tapi sebelum pernikahan itu terjadi Daddy telah menemukan keberadaan Mommy. " tukasnya.


" Mommy juga nggak pernah ketemu lagi sama orang itu? " tanya Devandroe lagi, Rayne pun menggeleng.


" Saat Mommy mengetahui jika Mommy tengah mengandungmu dan Raynevandra, Mommy langsung mengatakan kepadanya untuk tak lagi mengharapkan Mommy. Saat itu dia kekeh ingin melamar Mommy. Meski Daddy kalian juga tetap pasang badan untuk tetap bertahan meski mulutnya terpaksa mengiyakan keinginan Mommy untuk bercerai karena Mommy nggak mau menyakiti dia dan Daddy. " tegasnya.


" Mommy yang kotor ini bagaikan berlian di matanya juga di mata Daddy. Mommy diperebutkan dua Punggawa besar Pengusaha muda negeri ini. Meski pada kenyataannya saat itu Mommy diperebutkan dua sosok besar, bukannya Mommy merasa senang... Justru Mommy merasa sangat malu juga merasa sangat bersalah. Dan lebih merasa malu juga merasa bersalah kepada Daddy... Daddy masih tetap menerima Mommy dengan segenap cinta dan ketulusannya meski Mommy mematahkan hatinya dengan penghianatan yang Mommy lakukan... Daddy tetap menerima Mommy yang kotor ini dengan tangan terbuka lebar di saat semua keluarga Mommy sendiri menjauhi Mommy. " tukasnya.


" Terima kasih, Dadd... " ucap Rayne tulus dan kembali menggenggam tangan Evan, seketika itu juga Evan langsung merengkuh Rayne ke dalam pelukan hangatnya.


" Papici dan Kakek yang paling marah waktu itu. Bahkan Papici sampai menyuruh Mommy berlutut di bawah kaki Daddy saking malunya sama Daddy. " ucap Rayne.


" Terus, Momm... Bayinya? " kini Raynevandra yang bertanya sembari menatap takut pada Evan, Rayne pun kembali menatap Evan yang sudah kembali membuang muka dan kembali terlihat acuh.


" Mommy keguguran, Ray... " jawab Rayne setelah menghela nafas panjang dan menjeda sejenak ucapannya.


" Kenapa bisa keguguran? Kegugurannya pas pertama ketemu Daddy di Paris waktu itu? " sahut Devandroe bertanya.


" Waktu pertama kali bertemu Daddy di galeri itu Mommy pendarahan karena Mommy terpeleset dan terjatuh. Setelah sampai di Rumah Sakit, Dokter mengatakan jika kandungan Mommy lemah dan kian hari janin di dalam perut Mommy itu susah berkembang. Daddy juga menyuruh Mommy untuk menggugurkannya karena juga membahayakan untuk Mommy. Tapi Mommy menolak. " jelasnya.

__ADS_1


" Lalu tanpa disangka Mommy bertengkar hebat dengannya. Mommy jatuh di teras rumah kita di Paris. Dan akhirnya Mommy benar - benar kehilangan janin tak berdosa itu. " jawabnya.


" Pasti ributnya gara - gara Daddy... " ledek Raynevandra dengan wajah menjengkelkannya.


" Bukan, Sayang... " ucap Rayne sendu, jujur hatinya merasa tak karuan ketika mengingat perutnya menghantam pot besar di teras rumah yang ada di Paris.


" Iya! " ucap Evan bersamaan dengan Rayne, Rayne menggelengkan kepalanya.


" Mommy masih Istri sah Daddy, Ray... Sudah kuwajiban Mommy melayani Daddy dan tidak ada yang salah jika Daddy meminta Mommy melayani Daddy. Tapi Bajingan tengik itu tidak terima ketika mengetahui Mommy masih melayani Daddy. " jawab Evan dengan tatapan membunuhnya, mengingat kesakitan Rayne kala itu.


Tapi waktu itu apa Mommy masih cinta sama Daddy? " tanya Stevano penasaran, akhirnya ia juga ikut bicara.


" Jauh di dalam lubuk hati Mommy, cinta Mommy untuk Daddy tetap utuh meski ada orang lain yang mengisi hati Mommy saat itu. " jawab Rayne dengan tatapan menerawang ke depan, kembali membayangkan masa lalunya.


" Terus kenapa Mommy nerima Papi kalau masih cinta sama Daddy? " tanya Stevano lagi.


" Kok Kakak panggilnya Papi... " sela Raynevandra penuh tanya.


" Daddy malahan panggilnya. " cibir Evan, Raynevandra masih terlihat bingung.


" Mommy tak mau kalian berdua terus dibully karena tak punya Daddy, Steve... Selain itu Mommy juga merasa nyaman bersamanya, dia juga menyayangi kalian berdua dengan tulus. Ketulusannya menerima kalian berdua itu lah yang paling penting. " ucapnya sembari menatap Stevano.


" Kan Mommy tau kalau Daddy ada di Jakarta... Mommy bisa pulang. Mommy juga harusnya nggak nerima Papi dari awal kalau ternyata Mommy masih mencintai Daddy meski Mommy berpikir jika Mommy dan Daddy sudah bercerai. " pekik Stevano dengan nada meninggi, Zeevanea langsung menggenggam tangan Stevano yang tiba - tiba emosi.


" Tidak semudah itu, Steve... Mommy masih mengingat jelas beberapa lembar foto Daddy kalian yang telanjang sedang beradegan mesra dengan Perempuan itu. " jawabnya dengan berderai air mata.

__ADS_1


" Rasanya Mommy nggak akan pernah sanggup lagi untuk kembali kesini jika mengingat foto Daddymu sedang menatap Wanita itu sembari memainkan lidahnya pada inti Wanita itu. Hati Mommy sakit, Steve... Dada Mommy sesek. Nafas Mommy seolah berhenti melihat foto terakhir yang Mommy lihat itu. Bibir Daddymu yang selalu digunakan untuk mencium Mommy tapi Daddymu tega menggunakannya untuk mencium Wanita lain seliar itu... " lirih Rayne kembali terisak dalam.


" Sakit, Steve... " Mommy sakit hati karena Mommy sangat mencintai Daddymu. tukasnya dan semakin terisak.


__ADS_2