
Trap... Trap... Trap...
" Senyum terus kayanya dari tadi Istri kesayangan aku ini... " goda Raynevandra kepada Istri-nya yang sedari tadi selalu tersenyum sumringah karena sudah dituruti kemaunnya untuk jalan - jalan dan makan malam di luar hari ini, Alexandra hanya tersenyum sembari merapatkan genggaman tangannya yang bertaut dengan tangan Suami-nya dan merapatkan dirinya dengan tubuh Suami-nya sembari terus berjalan menyusuri jalanan yang mereka lalui saat ini.
" Aku seneng banget... " jawab Alexandra pada akhirnya.
" Terus sekarang pengen kemana lagi? " tanya Raynevandra sambil menoleh sekilas dan menyempatkan juga mengecup kepala Istri-nya yang sedang digandengnya mesra ini.
" Langsung pulang aja... Nggak enak nanti sama Daddy dan Mommy kalau kita pulang kemalaman. " jawab Alexandra seadanya.
" Okeh, siyap! " jawab Raynevandra semangat, Alexandra langsung terkikik melihat ekspresi Suami-nya.
" Aku juga udah nggak sabar mau nengokin Baby kita lagi. " bisik Raynevandra sambil menoleh dan sedikit membungkuk agar bisa berucap di dekat telinga Istri-nya.
" Nakal, ih! " pekik Alexandra sambil terkikik dan sepasang Suami - Istri kecil ini pun kembali melanjutkan perjalanannya menuju tempat memarkirkan kendaraan untuk segera pulang ke rumah.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
Setelah sampai di parkiran, Raynevandra pun langsung menyalakan mobil dan mengarah menuju pulang. Genggaman tangan keduanya terlihat tetap saling bertaut mesra meski sesekali dilepaskan oleh Raynevandra yang memang tengah memegang kemudi dari mobil mewah milik Daddy-nya ini. Alexandra juga nampak bersandar mesra di sebelah pundak sang Suami tercinta. Canda tawa ringan mereka pun turut mengiringi kemesraan keduanya yang selalu tersaji apik dan penuh akan semburat cinta yang teramat kentara indahnya.
Cup...
" Ma... " panggil Raynevandra.
" Ya, Pa... " jawab Alexandra sambil mendongakkan kepalanya dan mengecup singkat pipi Suaminya.
" Yee... Mulai nakal nih, Mama... " ledek Raynevandra sambil tertawa.
" Masa cium pipi Suami sendiri dibilang mulai nakal... Nggak boleh memangnya aku cium pipi Suami aku sendiri? " sahut Alexandra sambil terkikik.
" Boleh benget, Istriku... " jawab Raynevandra sambil terkikik.
__ADS_1
" Kocokin sekalian juga boleh kok sambil dipeluk gini pasti makin anget... " lanjut Raynevandra sambil tersenyum jahil karena memang tangan Alexandra nampak merangkul perut Raynevandra.
" Dikocok? Apanya yang dikocok? " tanya Alexandra dengan polosnya.
" Dedek gemesnya, Istriku... Hahaha... " jawab Raynevandra dengan santainya sambil tertawa tanpa dosa.
" Jangan, gila! Ini mobil Daddy. " tolak Alexandra yang akhirnya paham dan jelas takut dengan Evan.
" Kita udah lama loh nggak main di mobil... " jawab Raynevandra yang nampak masih semangat membahas tentang hal ini.
" Aku nggak mau kalau di mobil Daddy. " tolak Alexandra lagi.
" Kenapa memangnya kalau di mobil Daddy? " tanya balik Raynevandra sambil menoleh sekilas.
" Bukannya tadi kamu yang bilang kalau pengen pergi jalan - jalan pakai mobil Daddy... Ya udah kita sekalian aja. " lanjutnya.
" Ya kan pengen pinjem mobil Daddy buat pergi jalan - jalan, bukan buat gituan... " jawab Alexandra yang masih menolak.
" Nggak sopan, tau! Ini tuh mobil Daddy... " lanjutnya.
" Ya itu urusan mereka, Papa... Karena mobil ini punya mereka. Kita anaknya, nggak sopan kalau kita sampai begituan di mobil Daddy. " jelas Alexandra yang tetap saja menolak keinginan Suami-nya.
" Udah sesek nih, lihat... " ucap Raynevandra yang masih terus maju pantang mundur sembari memajukan sedikit posisinya agar yang dimaksudkan semakin terlihat menyembul, Alexandra pun jadi mengurai pelukannya dan menatap ke bawah dengan tujuan yang dimaksud oleh Suami-nya.
" Sakit kalau dibiarin lama - lama... " lanjutnya sok memelas untuk meyakinkan Alexandra.
" Maa... " rengek Raynevandra sambil menunjukkan wajah sok memelasnya.
" Mama tega... " lanjutnya dan wajahnya semakin terlihat bersedih karena tidak dituruti.
" Bentar lagi sampai rumah, Pa... Tahan sebentar. " lirih Alexandra yang terus memberikan pengertian disela penolakannya tapi tangannya nampak mengusap bagian yang menyembul itu.
" Tahan sebentar, ya... Papa pasti bisa tahan. " lanjutnya berusaha membujuk Raynevandra tapi kemudian ia merasakan jika yang diusapnya di balik celana Suami-nya itu malah terasa semakin mengeras, bukan malah melemah seperti apa yang dipikirkannya.
__ADS_1
Ckiiit.....!!!!!
Raynevandra yang memang menginginkan untuk merasakan sensasi bercinta di dalam mobil mewah kedatangan Daddy-nya itu pun akhirnya tiba - tiba menepikan mobil yang dikendarainya di area jalanan yang kebetulan sedang sepi dan lampu jalanan pun nampak remang. Raynevandra kian merasa semangat karena mobil Daddy-nya ini pun juga berwarna hitam. Tapi Alexandra malah terlihat gusar. Jelas Alexandra sudah tau akan maksud dari Suami-nya yang tiba - tiba memberhentikan mobil di tepi jalan dengan suasana jalanan yang sepi.
" Ayo, Ma... Udah nggak tahan ini. " ucap Raynevandra dengan deru nafas menggebu dan sudah melompat dari belakang kemudi dan kini mengukung Alexandra di bangku penumpang yang ada di sebelah kemudi.
" Di belakang saja. " jawab Alexandra yang akhirnya mengiyakan meski masih tersimpan ketakutannya dengan Evan si empunya mobil mewah ini.
Raynevandra langsung melompat terlebih dahulu ke kabin belakang dan disusul oleh Alexandra setelahnya. Saat Alexandra berada di kabin belakang juga, nampaklah Suaminya yang sudah melepaskan ikat pinggang dan pengait celana yang dikenakannya. Alexandra pun langsung disuguhi dengan tampilan gagah Dedek gemes milik Suaminya.
" Ayo, Baby... " ucap Raynevandra dan langsung menarik tubuh Alexandra dan langsung memangkunya.
Kecupan - kecupan Raynevandra pun langsung mendominasi sebagai pembuka dari kegiatan gila yang akan dilakukannya di dalam mobil mewah milik Daddy-nya ini. Alexandra yang akhirnya menyerah itu pun memberikan dirinya dengan suka rela untuk dijamah oleh Suami-nya. Hingga kemudian Alexandra yang sudah terlarut dalam usapan menghipnotis dari sang Suami pun mengimbangi permainan liar Suami-nya meski memang bisa terbilang Suami-nya itu tidak tahu tempat. Tangan - tangan lentik dua insan muda itu pun terlihat menjelajah kesana kemari sesuka hati mengikuti naluri.
Akh... Akh... Akh...
" Akh... Stop, Pah... Akuh nggak mauh keluar di dalamh mobilh. " ucap Alexandra disela desah manjanya yang sedari tadi sudah menguar manja kala tangan dan lidah Raynevandra sudah mengobok - obok nakal di bawah sana, posisi keduanya sudah berubah - ubah, dan kini Raynevandra bak laba - laba yang sedang menjungkirkan tubuhnya untuk menghisap di bagian bawah tersembunyi dari tubuh Alexandra yang tengah duduk di jok tengah dengan kaki yang terbuka.
" Keluarkan saja, jangan ditahan. " jawab Rayevandra cepat semakin bersemangat dengan mengencangkan laju gerak jari dan lidahnya yang sengaja masih dibiarkan bergerak liar di bawah tubuh Alexandra, kepala Alexandra nampak menolah boleh cepat dengan tangan yang masih nampak menggenggam pedang panjang yang sedari tadi belum disarungkan.
Crassshhhh!!!
"Oughhh, Nooo!!! Hah! Hah! Hah! " jerit erangan tertahan Alexandra yang akhirnya tak bisa lagi menahan pelepasannya, wajah Raynevandra pun terlihat basah kuyup terkena semburan.
" Hah... Hah... Hah... " deru nafas keduanya tersengal saling bersahutan kala keduanya kini tengah berhenti sejenak menjeda kegiatan panasnya.
" Lega, kan? " tanya Raynevandra yang sudah kembali duduk dengan memangku Istri-nya.
" Aku takut Daddy marah, mobilnya kotor... " lirih Alexandra sendu sambil mengusap wajah basah Suami-nya dengan tisu.
" Daddy nggak akan marah... Daddy pasti juga pernah ngalamin kaya aku gini yang sampai nggak bisa nahan untuk nunggu sampai di rumah. " jawab Raynevandra sok bijak untuk menenangkan ketidak enakan Istrinya, dan entah datangnya dari mana jawaban seperti ini karena Raynevandra juga hanya asal menjawab.
" Lanjut, yuk... " lanjut Raynevandra sembari menatap dalam kepada Istri-nya dan menampilkan senyum menawan penuh pesona yang membuat kaum hawa merasa kian menggila dengan senyuman menawan Raynevandra yang tak pernah ditunjukkan kepada khalayak umum di luaran sana.
__ADS_1
Lanjut, Baby! jawab Alexandra sambil mengangguk dan langsung bergerak memasukkan pedang panjang itu ke dalam sarangnya.
Suara - suara nyaring penanda kenikmatan itu pun mulai terdengar menguar secara perlahan disela kegiatan yang sudah dimulai dan kian memanas. Tubuh Alexandra sudah meliuk indah di atas pangkuan sang Suami tercintanya. Dan Raynevandra pun sampai mendongak - ndongakkan kepalanya disela kegiatan menghisap da da yang juga tengah ia lakukan. Tanda - tanda merah sudah bertebaran dimana - mana memenuhi dada dan leher keduanya yang sama - sama mendapatkan serangan dari pasangannya. Pakaian - pakaian yang semula hanya berantakan di tempat itu pun kini sudah berceceran di bawah hingga sampai ****** ***** Alexandra pun nampak nangkring di atas stir kemudi mobil mewah ini.