Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 92 - Mimpi


__ADS_3

Cup...


Cup...


Cup...


" Baby... Jum'at pulang sekolah aku langsung berangkat ke Bali... Mau nyusulin Mommy sama Daddy kesana. " ucap Raynevandra pada Alexandra, kedunya sedang berdua sejak tadi pulang sekolah dan kini keduanya berada di rumah Alexandra, kedua Orang Tua juga Kakak Alexandra masih berada di luar negeri, kini keduanya duduk dengan posisi Alexandra yang merebahkan kepalanya di paha Raynevandra.


" Yaaah... Aku weekend sendirian, dong... " jawab Alexandra lesu.


" Kamu mau ikut? " tanya Raynevandra.


" Emang boleh? " tanya balik Alexandra sembari mendongakkan kepalanya agar bisa menatap Raynevandra.


" Boleh, kok... Soalnya Mommy tadi bilang kalau Aunty Sandra mau bikin birthday party disana. Jadi kemungkinan besar Brylee, Bradley, Aaron, sama Grace juga anak - anak yang lain pasti ikut juga karena Orang Tua mereka juga Aunty Sandra dan Uncle Teo itu segerombolan Sahabat sama Daddy dan Mommy. " jelas Raynevandra sambil tersenyum dan mengusap lembut kepala Alexandra yang dipangkunya, wajah Alexandra pun nampak berubah sumringah seketika.


" Yeiyyy... Aku bisa ikut... " jawab Alexandra dengan tersenyum manja, Raynevandra pun juga tersenyum gemas dan langsung mengecupi mesra kening Alexandra berkali - kali sambil terkikik gemas.

__ADS_1


Lama kelamaan kecupan di kening itu pun perlahan menurun, berpindah sedikit ke bawah dan langsung menukik mesra di bibir Alexandra. Alexandra yang terus membalas ciuman mesra Raynevandra pun semakin bergerak meski nyatanya ia juga kuwalahan untuk mengimbangi ciuman Raynevandra yang semakin hari semakin liar menggairahkan.


" Babyh... " lirih Raynevandra parau yang langsung menghentikan ciumannya kala merasakan bagian bawah bantalan yang dipakai rebahan Alexandra itu terasa semakin meronta, Alexandra pun merasakannya dan Alexandra sudah jelas paham jika Raynevandra menghentikan ciuman mereka dikarenakan hal itu.


Alexandra yang sigap langsung bergerak dan langsung membungkukkan badannya di depan tubuh Raynevandra yang duduk di hadapannya. Langsung saja Alexandra menurunkan kepalanya di area berbahaya Raynevandra. Alexandra nampak bergerak liar memainkan lidahnya pada benda berbahaya yang masih berbalut celana seragam sekolah itu. Raynevandra kaget, baru kali ini ia melihat Alexandra menyentuhnya seperti itu. Tapi ia juga nampak pasrah menikmatinya. Menikmati gerakan lidah liar yang terus mengulum burung dalam sangkar tersebut. Basahlah sangkar kain tersebut karena ulah nakal Alexandra.


" Gendong aku ke kamar, Pa... " ucap Alexandra dengan suara paraunya yang bersahutan dengan deru nafasnya juga nafas Raynevandra yang juga ngos - ngosan, kening Raynevandra langsung nampak mengerut mendengar Alexandra memanggilnya Pa.


" Papa Ray... Gendong Mama ke kamar. " ulang Alexandra memperjelas ucapannya sembari menatap Raynevandra dalam, Raynevandra kembali terkejut tapi juga sudah paham jika Alexandra tadi sengaja memanggilnya Papa.


" Kenapa tiba - tiba panggil aku Papa? " tanya Raynevandra penasaran, Alexandra hanya tersenyum sembari tersipu malu.


" Beberapa waktu yang lalu aku pernah bermimpi... Ada dua orang anak Lelaki kecil yang tiba - tiba datang menghampiri kita berdua saat kita berdua sedang duduk bersama di sebuah bangku taman, dan mereka berdua memanggil kita dengan sebutan Mama dan Papa... Mereka berdua kembar, wajahnya sangat mirip denganmu... " ucap Alexandra mulai menjelaskan sembari bersitatap dalam dengan Raynevandra dan mengusap lembut wajah tampan Raynevandra, wajah Raynevandra masih terlihat tegang, takut jikalau Alexandra memang mengandung disaat kini mereka masih berseragam SMA.


" Dan tanpa aku sangka... Semalam aku kembali memimpikan mereka berdua. Mereka berdua nampak bahagia bermain bersamamu di halaman rumah sederhana kita, saling bersahutan berteriak riang memanggilmu Papa, berebut untuk meminta digendong olehmu yang baru saja pulang bekerja... " lanjutnya, Raynevandra nampak memperhatikan penjelasan Alexandra penuh dengan keseriusan.


" Nikahi aku selepas kita SMA, Ray... Aku tak mau menunggu lebih lama lagi. Aku tak mau jauh darimu, aku ingin selalu di dekatmu... Menikmati kehidupan ini berdua denganmu dan menua bersamamu... " imbuh Alexandra jujur, ia memamg berkeinginan menikah muda sejak ia berpacaran dengan Raynevandra, disamping itu juga ia tak ingin terus melakukan dosa besar meski tak dapat dipungkiri ia juga sangat menikmati sentuhan Raynevandra.

__ADS_1


" Kamu mau kan menikah muda denganku dan panggilan Mama Papa itu untuk kita saat kita sudah berkeluarga nantinya? " imbuh Alexandra kembali bertanya pada Raynevandra, Raynevandra tersenyum kemudian mengangguk dan langsung bersiap menggendong Alexandra.


Tapi belum sampai menggendong kekasihnya, Raynevandra kembali dikejutkan oleh tindakan tak biasa Alexandra. Dengan wajah tersipu malu, Alexandra memurunkan rel penguncian celana seragam itu dengan cepat lalu merebahkan tubuhnya di atas meja seiring dengan melepas pengamannya, kemudian menarik Raynevandra dan langsung meminta gendong kepada Raynevandra setelah isi dibalik kain pembungkus itu dikeluarkan dan langsung diparkirkan ke dalam garasi tersembunyi miliknya. Terpampang begitu nyata bentuknya yang panjang dan kekar itu menerobos masuk ke dalam lorong gelap sarang rahasianya... Dan beranjaklah mereka dalam penyatuannya... Jelas saja, saat Alexandra berada dalam gendongan Raynevandra, keduanya sudah menyatukan diri dan terus berciumannya sembari terus berjalan menuju ke kamar. Lidah - lidah liar mereka semakin menjulur panjang dan saling membelit, mengabsen di setiap rongga, saling mencecap seiring dengan bertukarnya saliva, saling menghisap liar bagaikan ular yang tengah dilanda kelaparan. Raynevandra terus menghentak - hentak sembari menggendong dan mencium rakus bibir Alexandra.


Dan saat sampai di dalam kamar, mereka pun langsung bergerak cepat melucuti seluruh seragam yang masih membalut keduanya. Lagi - lagi Raynevandra kembali dibuat tercengang karena Alexandra langsung mendorongnya cepat ke sisi jendela kamar. Alexandra mengangkat sebelah kaki Raynevandra yang tengah berdiri di hadapannya dan langsung menyerangnya dari bawah kaki yang diangkatnya ke atas pundaknya itu. Tanpa kata, Alexandra langsung memenuhi mulutnya dengan sesuatu yang sudah semakin terasa mengenyal di dalam mulut itu... Melahab dengan begitu rakusnya... Raynevandra nampak masih tercengang melihatnya, tapi ia juga tak bisa menolak kenikmatannya. Bahkan kepala Raynevandra sampai mendongak - ndongak saking ia menikmati sensasi nyata yang berbeda.


Raynevandra yang baru saja kembali tersadar setelah tercengang itu pun langsung memberikan serangan balik kepada Alexandra. Jari dan bibirnya sudah berkolaborasi indah untuk memberikan sentuhan memabukkan untuk Alexandra. Tapi Alexandra seolah menghindar kala Raynevandra bergerak akan menyatukan diri mereka.


" Enaugh, Baby! Aku mau keluar... Aku mau masuk lagi. " ucap Raynevandra dengan suara parau yang sedari tadi sudah dibolak - balikkan oleh Alexandra yang kali ini memimpin kendali permainan.


" Ough... Ough... Akhhh... " lanjut Raynevandra yang kian mendesis hebat.


" Keluarkan, Pa... " jawab Alexandra sambil menarik mulutnya sekejap.


" Kita bisa mulai lagi. " lanjutnya kemudian kembali memaju mundurkan kepalanya penuh semangat untuk membantu Raynevandra melanjutkan persiapan pelepasannya.


Tangan Raynevandra langsung mendorong kepala Alexandra agar sentuhan berbeda itu terasa semakin dalam seiring dengan pelepasan yang sudah di ambang jiwa Raynevandra.

__ADS_1


" Babyh... Aku keluar, Babyh... Oughhh... Akhhh... Akhhhhhhhhhhh... " teriak Raynevandra yang bukan lagi mendorong kepala Alexandra, tetapi kuga dengan semakin menghentakkan pinggulnnya seiring dengan menyemburnya mayonais dari dalam sosis bakar kesukaan Alexandra.


__ADS_2