Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 22 - Sugar Baby Lagi


__ADS_3

Hari Sabtu malam Minggu memang seringkali dipeegunakan oleh banyak orang untuk menghabiskan waktu di luar rumah, khususnya untuk berjalan - jalan atau pun sekedar hang out bersama Sahabat ataupun keluarga. Begitu pula hari ini, Stevano dan kawan - kawannya sedang berkumpul bersama di sebuah Cafe elite yang ada di area sebuah mall ternama di Jakarta.



Stevano


" Steve... Gue boleh tanya sesuatu, nggak? Tapi Lo jangan tersinggung, ya... Soalnya rada sensitif pertanyaan Gue. " ucap teman Stevano yang bernama Nicholas ini, Stevano hanya mengangguk tanpa berucap.


" Kapan hari itu Gue ketemu Bokap Lo... " ucapnya terjeda, Stevano nampak memperhatikan Nicholas.


" Tapi... " lanjutnya, seolah ragu untuk mengatakan apa yang dia lihat kala itu.


" Kenapa? " tanya Stevano.


" Bokap Lo sama Perempuan... " lanjutnya pelan dan penuh kehati - hatian.


" Mommy Gue kali. " jawab Stevano.


" Gue nggak pernah tau Nyokap Lo, sih... Cuma kalau itu Nyokap Lo, masa iya masih muda banget kaya sepantaran sama kita. " ucapnya, Stevano mengeluarkan ponselnya kemudian menunjukkan foto Rayne pada Nicholas.



" Mommy Gue... " ucap Stevano sambil menyodorkan ponselnya dan Nicholas pun mengambil alih ponsel Stevano agar bisa melihat dengan jelas.


" Bukan deh kayanya yang ketemu Gue waktu itu... " ucap Nicholas setelah sesaat terdiam mengamati foto tersebut meski Nicholas juga seperti tak yakin karena melihat adanya kemiripan dari Ibu Stevano dengan Perempuan yang bersama Ayah Stevano waktu itu sembari ia membayangkan paras ayu Perempuan tersebut, tapi Nicholas juga seperti merasa pernah menemui wajah seperti Ibu Stevano, tapi kini ia lebih fokus terhadap Zeevanea jadi ia juga tidak terlalu memikirkan sosok Ibu Stevano, Stevano pun mendiam, pikirannya langsung berselancar mengingat sosok Daddynya yang mantan Cassanova.


" Sorry... Apa mungkin itu Sugar Baby Bokap Lo? " tanyanya dengan suara kian lirih, Stevano yang semula diam berpikir langsung mendongak menatap lekat pada Nicholas.


" Soalnya waktu itu Gue juga lihat kalau Bokap Lo ngecup bibir tu Perempuan mesra banget. " jelasnya lagi sebelum Stevano sempat menjawab, meski sebenarnya Nicholas merasa tak enak hati membicarakan hal ini dengan Stevano, tapi Nicholas terus saja terbayang - bayang paras ayu Perempuan cantik tersebut.


" Lo ada potonya, nggak? Mungkin Gue kenal sama Perempuan yang Lo maksud. Gue nggak mau mikir negative dulu sama Daddy Gue. " ucap Stevano yang kian penasaran.


" Nggak ada, sih... Tapi waktu itu Gue lagi sama Alan, Nathan, sama Victor. Mereka semua juga tau kok. Mereka ngelihat wajah Perempuan yang dicium Bokap Lo. " jelasnya, Stevano yang pandai menyembunyikan ekspresi wajahnya tetap terlihat datar meski ia juga merasa berdebar tak karuan mengetahui kabar tentang sang mantan Cassanova menggandeng Perempuan muda.


" Lo harus selidikin deh kayanya... Biar keluarga Lo nggak sampai berantakan karena hadirnya orang ketiga. " imbuhnya, Stevano yang beberapa saat tadi terdiam pun menganggukkan kepalanya dengan pikiran yang kian menerawang.


" Semoga keluarga Lo dijauhin dari hal buruk, Steve... " ucapnya tulus, Stevano pun mengangguk.


Trap... Trap... Trap...


Cup...


__ADS_1


Zeevanea


" Mau kemana? " tanya Stevano saat Zeevanea tiba - tiba sudah berada disana dan langsung mengecup bibir Stevano tanpa aba - aba, Nicholas nampak terkejut melihat Stevano dan Zeevanea yang terlihat saling mengecup meskipun itu hanya kecupan singkat, Stevano pun hanya melirik sekilas pada Nicholas, Nicholas masih menatap Zeevanea dalam keheningan.


" Mau nonton... Bagi duit, dong... " ucapnya sembari bergelanyut manja dan menengadahkan tangannya kepada Stevano, Zeevanea tak melihat ke arah Nicholas sama sekali dan sama sekali tak paham jika Nicholas tengah memperhatikannya.


" Nggak ada duit cash. " jawab Stevano.


" Ya udah deh, aku masuk dulu. " pamit Zeevanea dan mengecup pipi Stevano kemudian langsung beranjak setelah Stevano menganggukkan kepala.


" Ya Allah, Steve... Semoga Perempuan ini nggak ngerusak keluarga Lo. " gumam Nicholas dalam hati.


Trap... Trap... Trap...



Nicholas


" Lo kenapa? " tanya Stevano pada Nicholas yang tiba - tiba nampak diam membeku.


" Cewe barusan siapa? " tanya Nicholas.


" Kenapa? Cantik? " tanya balik Stevano sambil melirik penuh tanya pada Nicholas.


" Kalau aja bukan Sugar Baby Bokap Lo pasti Gue kejar. " gumam Nicholas dalam hati sembari menatap punggung Zeevanea yang kian menjauh dari pandangannya, hal ini pun tak luput dari pandangan Stevano.


Trap... Trap... Trap...


" Sorry telat... " ucap Nala yang baru sampai dengan beberapa temannya, Stevano dan Nicholas pun mengangguk santai.


" Zeevanea mana? " tanya Nala kemudian, Nicholas sudah asik mengobrol dengan teman mereka yang lain.


" Nonton sama temen - temennya. " jawab Stevano.


" Kenapa? " lanjut Stevano bertanya.


" Gue mau tukeran mobil... Mobil Gue tadi dibawa sama dia. " jawab Nala, Stevano pun mengangguk.


" Kebiasaan tuh anak... " ucap Stevano.


" Iya tu bocah... Ngeselin kaya Bapaknya. " jawab Nala sekenanya.


" Bapak Gue juga tau! " sungut Stevano tak terima, Nala langsung terkikik.

__ADS_1



Nala


" Lo jadi minta dikenalin Cewe cantik nggak? " celetuk Nala pada Nicholas.


" Boleh, deh... " jawab Nicholas sambil terkikik.


" Lo tungguin aja, nanti Gue kenalin. Dia lagi disini juga kok. " jawab Nala, Stevano langsung menatap Nala seolah kepikiran jika Zeevanea yang akan dikenalkan pada Nicholas.


" Gue mau juga kali, La! " celetuk satu teman mereka yang tadi datang bersama Nala.


" Lo udah kenal ngapain minta dikenalin. " jawab Nala, temannya yang bertanya langsung mencebik.


" Biasa aja muke Lo. " ucap Nala pada Stevano, Stevano langsung melengos.


Trap... Trap... Trap...


" Hai... " ucap Stevano kala Maura melambai ke arahnya, Stevano pun langsung berdiri dan Maura berjalan mendekat.


Trap... Trap... Trap...



Maura


" Hai, semua... " sapa Maura pada teman - teman Stevano.


" Hai, Ra... " jawab mereka kompak kecuali Nala yang hanya menatap sekilas.


" Kamu mau kemana? " tanya Stevano karena mereka tak sengaja bertemu disini, teman - teman Stevano kembali melanjutkan obrolannya.


" Aku mau nonton, udah janjian sama Adek Ipar. " jawabnya, Stevano pun tersenyum.


" Emang Zeevanea mau jadi Adek Ipar, Lo? " ledek Nala jahil, Maura langsung mencebik.


" Dulu aja panggilnya Kakak Zee, sekarang sekenanya aja Lo panggil Adek Ipar. " ucap Nala sambil terkikik.


" Abang... " rengek Maura sambil mengerucutkan bibirnya.


" Udah sana... Zee udah masuk ke dalem dari tadi. Nanti pulangnya kesini lagi. Aku tunggu disini. " ucap Stevano, Maura pun beranjak sembari menjulurkan lidahnya meledek Nala.


Trap... Trap... Trap...

__ADS_1


Stevano, Nala, Nicholas, dan dua teman merek yang tadi datang bersama Nala kini tengah mengobrol bersama. Tak lama setelah Maura pergi, datang lagi empat teman Nala yang lainnya. Jadilah kini tempat yang mereka duduki semakin ramai karena semakin banyaknya teman mereka juga semakin serunya obrolan perbincangan mereka. Bahkan di meja lain masih terlihat kalah ramai dibandingkan dengan tempat Stevano dan teman - temannya berada. Dan banyak juga para Gadis yang terlihat mencuri - curi pandang ke arah mereka tapi mereka terlihat cuek dan biasa saja karena mereka memang sudah biasa menjadi pusat perhatian kaum hawa.


__ADS_2