
Setelah mendapat kabar dari Nicholas, Aga dan Dygta pun langsung terbang kembali ke Jakarta dikarenakan posisi Nicholas sekarang memang sudah kembali ke Jakarta. Selama dalam perjalanan, kedua Kakak - beradik ini nampak saling diam... Entah apa yang dipikirkan keduanya juga tidak ada yang mengetahuinya.
Sementara keluarga Evan yang masih menemani Zeevanea yang dirawat di Rumah Sakit juga nampak masih sama dengan Dygta dan Aga yang saling mendiam. Sejak kepergian Dygta dan Aga dari ruang perawataan Zeevanea, keadaan di dalam sana kembali menegang seperti semula sebelum kedatangan Dygta dan Aga. Evan masih dengan gengsinya yang tinggi, sementara Rayne juga masih dengan emosinya yang tinggi karena ia tak terima jika Evan menghukum Zeevanea sampai seperti ini. Stevano dan Maura yang tidak menghiraukan keadaan yang masih tegang ini menyelingi dengan candaan ringan mereka. Perkara Teo pun belum sempat dibahas disini meski tujuan dari menyusulnya Stevano dan Maura ke Bali untuk menemui Evan adalah membicarakan tentang perselingkuhan Teo yang sudah dipergoki oleh Sandra, dan dengan mantabnya Sandra mengatakan akan menggugat Teo secepatnya. Itulah yang membuat Maura menyusul Evan ke Bali... Evan juga Sahabat dekat Papanya, selain utu juga pasti akan lebih mudah jika ia berbicara pada Evan mengingat ia juga dekat dengan Stevano yang pasti akan selalu memeluknya ketika ia terjatuh.
Ceklek...
Trap... Trap... Trap...
Plak!!!
" Papi!!! " teriak Nadine dan Joana bersamaan kala ia baru saja akan menyambut kedatangan Dygta dan Aga tapi Dygta malah langsung menampar Nicholas di depan mereka semua.
" Ada apa ini, Pi?! " tanya Kinan bingung juga marah karena Dygta langsung menampar Nicholas tanpa kata.
" Selidiki dulu semuanya sebelum menghujat seseorang! " pekik Dygta dengan menatap tajam pada Nicholas.
" Papi kalau mau belain Sugar Babynya Om Evan terserah! Nicki nggak perduli! Papi juga sepertinya dekat sekali dengan Perempuan Barbar itu! Awas aja kalau Papi tega hianatin Mami seperti Om Evan hianatin Tante Rayne! " tegas Nicholas sembari memegangi pipinya yang terasa panas setelah ditampar Papinya.
__ADS_1
" Jaga bicaramu, Nicholas! " sentak Dygta emosi, Nicholas hanya menatap sinis kepada Papinya, sebelumnya mereka berdua tak pernah bertengkar seperti ini, bahkan perangai keduanya pun sebenarnya sama - sama kalemnya, Kinan dan Joana nampak diam dalam kebingungannya masing - masing.
" Jangan sembarangan bicara, Nicki! " sela Aga tegas, Nicholas langsung menatap Aga.
" Zeevanea itu anaknya Evan... Adik kembarnya Stevano. Papi sama Daddy memang dekat dengan Zeevanea dan Stevano karena kami berdua sudah lama saling mengenal sebelum kamu dan Joana ada, dan kami juga sudah menganggap mereka seperti anak kami sendiri. " jelas Aga jujur dan tegas.
" Kalian berdua pasti bohong! " tegas Nicholas dingin dan masih enggan untuk percaya.
" Daddy sudah kasih tau yang sebenarnya...Kamu percaya boleh, nggak percaya juga terserah! " tegas Aga frustasi.
" Daddy sama Papimu baru saja menemui Evan dan Zeevanea untuk meminta maaf atas sikapmu semalam. Tapi alangkah baiknya jika kamu juga datang menemui mereka secara langsung dan meminta maaf kepada mereka. Zeevanea sedang dirawat di Rumah Sakit karena Evan juga mengira jika Zeevanea bertemu Papimu diam - diam. Semalaman tadi Zeevanea dihukum dikunciin di kamar mandi sama Evan. Dan paginya Zeevanea diketemukan pingsan hingga sekarang dirawat di Rumah Sakit. " lanjutnya menjelaskan dengan tatapan tegas kepada Nicholas, Kinan nampak kaget dan ikut khawatir dengan keaadaan Zeevanea.
Trap... Trap... Trap...
Bruuum... Whuuussszzzhhh...
" Abang ribut soal apa sama Papi? " tanya Kinan pada Nicholas.
" Bener kalau Papi makan siang sama Zeevanea sama Mami juga? " tanyanya lembut kepada Maminya, sementara Joana hanya menatap keduanya untuk memperhatikan saja.
" Iya, Sayang... " jawab Kinan sambil tersenyum.
__ADS_1
" Waktu itu Mami nggak sengaja rebutan tas sama dia pas Mami lagi belanja di mall... Setelah Papi jemput Mami ke mall, Mami dikenalin ke Zeevanea sama Papi terus kita makan siang bareng dan Papi mengajak Zeevanea juga Anya. " jelas Kinan, Nicholas dan Joana nampak serius mendengarkan penjelasan Maminya.
" Dan apa yang dikatakan oleh Papi juga Daddymu perihal Zeevanea itu memang benar, Sayang... Zeevanea adalah Putri Evan dan Rayne. " lanjutnya menjelaskan, Nicholas mendiam menyadari kesalahannya yang membuat malu keluarganya.
" Minta maaflah kepada mereka... Tuduhanmu kepada Zeevanea itu salah, Sayang. " imbuhnya, Nicholas pun menganggukkan kepalanya, Kinan pun terlihat lega juga.
" Dua anak kecil dan seorang Perempuan yang ada dalam bingkai foto di ruang kerja Papimu adalah foto Papimu bersama Rayne dan Stevano juga Zeevanea. " ucap Kinan menjelaskan lagi, Joana nampak menatap bingung kepada Maminya, tatapan Kinan berubah sendu.
" Dulu... Papimu dan Rayne pernah dekat saat Evan dan Rayne berpisah... Papimu dan Rayne hampir menikah, bahkan mereka pernah kehilangan bayi mereka karena Rayne yang keguguran setelah bertengkar dengan Papimu. " jelasnya lagi, Joana semakin terlihat terkejut, sementara Nicholas tetap bisa memasang wajah biasa saja meski sebenarnya ia juga tak kalah terkejutnya seperti Joana.
" Kalau saja bayi itu masih ada, pasti tidak akan ada Mami disini yang mendampingi Papi sekarang... Juga tak akan ada Joana. " imbuhnya.
" Tapi tanpa disangka - sangka, takdir berkata lain... Sebuah fakta penting yang selama ini tak diketahui oleh Papimu dan juga Rayne terbongkar setelah Evan menemukan Rayne di Paris. Saat itu Rayne tengah mengandung anak Papimu, Evan tiba - tiba ada di Paris dan mengatakan jika Evan tidak pernah menanda tangani surat permohonan cerai yang diberikan Rayne sebelum Rayne pergi ke Luar Negeri. " lanjutnya lagi, sepasang Putra Putrinya ini nampak fokus kembali dengan cerita Maminya.
" Tapi setelah Rayne keguguran dan mereka semua kembali ke Jakarta, Rayne dan Evan sempat bercerai. Dan Papimu pun kembali fokus untuk menikahi Rayne dan serius akan melamar Rayne meski Rayne sudah mengatakan berulang kali kepada Papimu juga Evan untuk tak lagi mempertahankannya. Rayne tak mau Papimu dan Evan semakin tersakiti kalau saja Rayne memilih salah satu diantara Papimu dan Evan. Rayne merasa malu dengan Papimu juga Evan. " jelasnya dengan mata berkaca - kaca, teringat akan saat ia bertemu Dygta yang hancur karen cinta pertamanya mengenaskan.
" Tapi kembali lagi takdir berkata lain... Saat Evan dan Rayne sudah dinyatakan telah resmi bercerai, tak lama berselang Rayne dikabarkan mengandung anak Evan... Dan pada saat itu juga, Papimu sedang mempersiapkan acaranya untuk melamar Rayne malam harinya. Bertepatan dengan kabar mengejutkan tentang kehamilan Rayne yang diucapkan oleh Rayne kepada Papimu di siang harinya. " jelasnya, air mata itu pun mulai menetes membasahi wajahnya san segera dihapusnya.
" Meski sebelumnya Rayne sudah mengatakan jika tak akan memilih Papimu ataupun Evan, tapi kehadiran bayi tai berdosa itu lah yang membawa Rayne kembali pada Evan dan Papimu harus menelan pil pahit dari keadaan ini dan tak bisa berharap lagi untuk memiliki Rayne. " tukasnya.
" Sampai akhirnya Papimu pergi ke Sydney dan bertemu dengan Mami disana. Hingga akhirnya kami berdua memutuskan untuk menikah dan hidup bahagia sampai sekarang dan semakin bahagia dengan adanya kalian berdua. " imbuhbya sembari tersenyum sendu, ketiganya pun langsung berpelukan bersama untuk saling memberikan kekuatan.
__ADS_1