Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 111 - Ulang Tahun Sandra (4)


__ADS_3

" Punya nyali juga Lo ganti nama belakang Sandra seenaknya? " tanya Doni pada Evan sambil terkikik dan geleng kepala.


" Lah emang kenapa nggai berani? Orang bercanda doang juga. " tanya balik Evan dengan wajah mejengkelkannya.


" Ya secara nama belakangnya nama keluarganya Teo seenak jidat Lo aja Lo ganti jadi Kalandra sama kaya nama keluarga Lo... " jawab Doni menggebu - gebu.


" Mau ngedobel Lo, hah? Berani Lo sama Bu Presdir? " lanjut Doni mencecar sebelum Evan sempat menjawab pertanyaan sebelumnya.


" Apa diperbolehkan, Ibu Presdir? " tanya balik Evan yang langsung melibatkan Rayne, dari ekor matanya Evan dapat melihat jika Teo tengah menatap geram kepadanya, Rayne hanya tersenyum sambil menjulurkan tangannya seolah mempersilahkan kepada Evan.


" Wouuwwwww!!! " teriak Doni paling kencang menangkap sinyal mempersilahkan dari Rayne kepada Evan, lainnya pun langsung terbahak, ada juga yang sampai geleng kepala, sementara Sandra dan Maura terlihat saling berpelukan juga saling menguatkan.


" Dipersilahkan itu, Pak Presdir... " ucap Doni lagi sambil terkikik menatap Evan.


" Beneran ini boleh? Seriusan kamu, Sayang? Sandra loh ini kandidatnya... " tanya Evan bercanda sambil terkikik dan menatap ke arah tempat duduk Istrinya, Rayne hanya menjawab dengan anggukan kepala sembari tersenyum juga kepada Evan.


" Gue sih, yes... " celetuk Jeffry menyahut sambil terkikik menatap sekilas pada Teo dan Evan bergantian.


" Gue juga, iyes. " sahut Dante sambil terkikik juga.


" Sayangnya Gue yang ogah... Hahahaha... " lanjut Evan menjawab semakin terbahak dan cengengesan.


" Sandra kurang cantik apa, Van? " celetuk Doni kembali bertanya jahil.


" Tetep cantik Istri Gue kemana - mana dong. Hahaha... " jawab Evan cepat dan semakin terbahak - bahak.


" Sorry ya, San... Hahaha... " lanjutnya berucap kepada Sandra sambil terbahak, Sandra pun tersenyum pada Evan.

__ADS_1


" Ngomong aja Lo takut nggak dikasi jatah kalau Lo bilang Adek Gue jelek! " sahut Richie yang juga berada di atas panggung tersebut.


" Bohong besar dan telat banget dong Gue kalau sekarang bilang Adek Lo jelek... Dari SMA udah Gue kekepin masa sekarang tiba - tiba Gue mau bilang jelek. Kan nggak logis... " jawab Evan santai kepada Richie tapi wajahnya terlihat menyebalkan seperti biasanya.


" Tunggu, tunggu!!! Dikekepin gimana ini maksud, Lo? " sahut Eric bertanya sambil menahan tawa, Eric juga berada di atas panggung tersebut.


" Dipacarin, lah! Lo jangan piktor udah tua! Malu sama anak! " sahut Evan berapi - api dan rasanya ingin mendepak sang Kakak dari atas panggung karena mencoba berucap tanpa filter di depan orang bayak, apa lagi ada anak - anak mereka juga disana, Eric pun langsung menunduk sambil menahan tawanya, yang lainnya pun semakin ikut tertawa.


Prok... Prok... Prok...


" Nala mau naik? " ucap Doni sambil menatap Nala yang duduk diapit oleh Bianca dan Stevano, Nala langsung melambaikan tangannya ke atas, menolak untuk naik.


" Daddy sama Papi mau perang, Bang... Hahahaha... " sahut Dante merecoki sambil terbahak, Nala pun hanya tersenyum dingin menanggapinya.


" Udah, nggak usah ngerusuh di acara orang. Nggak mungkin banget Gue mau ngedobel, apalagi Bini orang. Bisa hancur reputasi Gue. " potong Evan, mereka semua pun tertawa, para tamu undangan ini merasa mereka sedang menonton sebuah parodi di atas panggung.


" Lo coba sebutin siapa aja yang sekiranya paling deket banget sama Lo, kita ajak naik ke atas panggung buat meriahin acara birthday party Lo malam ini. " ucap Doni pada Sandra.


" Sahabat Gue emang sebenernya banyak banget, Don... Tapi yang setiap hari setiap saat selalu komunikasi ya cuma sama kalian - kalian yang ada di grub kita. " jawab Sandra jujur.


" Ibu Presdir naik lagi, dong... Gabung sama kita disini. " ucap Sandra yang memanggil Rayne untuk kembali ke atas, Evan yang semula di atas panggung langsung beranjak turun menjemput sang Istri tercinta dan menggandengnya mesra mendekat kepada Sandra di atas panggung, tepuk tangan meriah langsung menguar setelah para tamu undangan melihat Evan yang langsung sigap menjemput Istrinya.


Trap... Trap... Trap...


Trap... Trap... Trap...


Prok... Prok... Prok...

__ADS_1


" Bennsley Harris dan Chiquita Aurishtella Queensha Wijaya... Naik juga dong, Sayang... " lanjut Sandra memanggil pasangan Ben dan Irish, keduanya pun langsung bergandengan tangan naik ke atas panggung.


" Raka sama Noe juga dong... " lanjutnya lagi, Raka dan Noela pun langsung beranjak.


" Nadine, Moza, Galang sama Ibu negara juga naik dong... " lanjutnya lagi, mereka yang dipanggil pun langsung beranjak naik mengikuti yang lainnya, tepuk tangan terus mengiringi langkah mereka yang beranjak naik ke atas panggung.


Trap... Trap... Trap...


Prok... Prok... Prok...


" Kakak Sea, Kakak Vian... Kak Stevie dan Kak Zavi... Naik juga, dong... " lanjutnya memanggil Sahabat dekatnya.


" Kakak Marvell dan Alea, Kakak Vanessa dan Romeo, Kakak Axelle dan Jennie... Dygta Kinan, Aga Rere juga... " lanjutnya lagi memanggil kelima pasangan tersebut, mereka semua yang dipanggil pun langsung beranjak naik ke atas panggung, Evan semakin mengapit Istrinya kala melihat Dygta dan Kinan juga ikut dipanggil Sandra.


" Bini Lo, Don... " imbuhnya, Doni langsung melambaikan tangan ke arah Istrinya, Istri Doni pun langsung menyusul ke atas panggung.


Trap... Trap... Trap...


" Terima kasih buat kalian semua yang hadir disini... Terkhusus untuk para Sahabat dekat yang kini berada di atas panggung ini... Kehadiran kalian semua disini adalah support system terbesar buat Gue. Thanks for all... " ucap Sandra dan menatap berkeliling kepada barisan orang - orang terdekat yang berdiri di atas panggung, mereka semua pun berpelukan bersama termasuk Teo dan Maura juga Doni.


" Gue mohon demi Maura, Van... Izinin Stevano dan Maura menikah... Gue udah nggak bisa kasih kebahagiaan yang utuh buat Maura. " lirih Sandra mengiba, setelah mereka semua berpelukan bersama Sandra langsung memeluk Evan di hadapan mereka semua.


" Lo denger Gue... Gue cuma ngikutin Teo yang lebih berhak atas Maura... Gue juga sayang sama Maura sama kaya Gue sayang sama anak - anak Gue. " jawab Evan sambil memeluk Sandra, Rayne nampak mengusap lembut bahu Sandra yang tengah bergetar dalam pelukan Suaminya.


" Tapi kalau Teo juga tetep kaya gini, Gue bisa apa? " lanjutnya, Sandra semakin menangis tapi ia langsung berpindah memeluk Rayne.


" Sabar, ya... " lirih Rayne yang tidak bisa lagi berucap, ia seolah kehilangan kata - kata, memang pada dasarnya alasan Evan logis dan pada dasarnya juga Evan memang tidak mudah untuk merubah keputusannya.

__ADS_1


Kembali lagi, setelah hening sejenak... Mereka semua yang berada di atas panggung langsung menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Sandra secara bersama - sama. Nampak Sandra yang berdiri diapit oleh Rayne dan Maura kembali menunjukkan wajah sok tegar di hadapan semua orang yang berada disana. Sandra terus berusaha menguatkan hatinya meski memang sakit dirasanya. Pengkhianatan yang tak pernah diduga sebelumnya kini terlihat jelas dan terbongkar di hadapannya di hari spesialnya, di hari ulang tahunnya. Di hari spesial ini pula lah, Sandra kembali mengetahui sebuah kenyataan pahit tersembunyi bahwa diam - diam sang Suami tercinta sudah memiliki Istri lain selain dirinya dan tengah mengandung buah hati Suaminya.


__ADS_2