Si Dingin Dan Si Barbar

Si Dingin Dan Si Barbar
Bab 165 - Adek Ketemu Gedhe


__ADS_3

Sementara malam ini juga, Zeevanea yang baru saja turut mengawal jalannya acara pameran juga fashion show hasil kolaborasi Queen Fashion Management dengan Maharatu yaitu butik milik Bianca ini pun baru saja sampai di kediaman Evan yang lain. Wajah - wajah letih itu pun sangat terlihat kentara sekali menghiasi wajah ayunya.


Tin... Tin... Tin...


Mobil berbentuk jeep berwarna hitam itu terus mengklakson meminta dibukakan pintu gerbang oleh si Penjaga. Dan karena merasa sudah terlalu lama, Zeevanea pun keluar dan berjalan menuju rumah Eric yang berjarak satu rumah dari rumah Evan disini.


Trap... Trap... Trap...


" Kaya si Princess itu jalannya, Bang? " tanya Dygta pada Nicholas, keluarga Dygta ini juga baru saja melihat fashion show tersebut, Nicholas langsung memelankan laju mobilnya sembari terus menoleh keluar, Dygta pun melihat sekilas plat nomor mobil yang terparkir tak jauh dari tempat Zeevanea berjalan.


Ckiiit!!!



" Mau kemana? " tanya Nicholas yang langsung turun setelah melihat dengan pasti bahwa itu adalah benar sosok Kekasihnya.


" Ngagetin aja, Nikih! " pekik Zeevanea yang memang benar - benar terkejut.


" Kamu mau kemana, sih? Ini sudah malam malah keluyuran disini. " ucap Nicholas yang jelas khawatir.


" Mau pulang, lah... Enak aja bilang aku keluyuran! " jawab Zeevanea kesal dan langsung mengerucutkan bibirnya.


" Mau pulang kemana? Ngapain disini? " tanya kembali Nicholas karena memang mengetahui jika rumah Zeevanea bukan di perumahan ini.


Trap... Trap... Trap...


" Cewe cantik jam segini masih di luar sendirian mau kemana? " tanya Dygta yang ikut menghampiri Zeevanea dan Nicholas bersama Kinan juga Joana.


" Mau pulang, Papih! Tapi tuh di rumah Satpamnya nggak mau bukain pagernya dari tadi. Makanya ini mau pulang ke rumah Papi Eric! " adunya kesal sambil menoleh pada satu rumah di belakangnya berdiri dan terparkir mobil Mercedes Benz G Class berplat nomor B 24 YNE di depannya.


" Jadi itu rumah Kakak? " tanya Joana menunjuk rumah besar yang sepertinya selalu kosong, Zeevanea pun mengangguk lesu, Dygta nampak melongo karena memang tidak tahu jika rumah mewah yang berada tepat di sebelah rumahnya itu adalah milik Evan.


" Rumah Daddy, sih... Cuma ya memang kosong, nggak pernah ditempati lama. Palingan juga ditempati kalau mau singgah sebentar aja. " jawab Zeevanea seadanya, Kinan nampak menatap Dygta penuh tanya.


" Terus sekarang kamu mau kemana, Sayang? " tanya Kinan.


" Mau pulang ke rumah Papi Eric aja, Mih... Biar aja nanti Satpamnya kaget dan ketakutan kalau dia keluar lihat mobil Daddy udah parkir di depan nggak dibukain pager. Apa lagi kalau nanti sampai mobilnya Daddy ilang! " jawabnya dengan menggerutu kesal.


" Untung aja tadi yang aku bawa mobilnya Daddy! " lanjutnya.


" Disini aman, Princess... Nggak mungkin ilang mobilnya. "ucap Dygta, Zeevanea hanya diam.


" Plat nomor mobilnya keren... Kalau aku bikin plat nomor cantik kaya Om Evan gitu keren juga kayanya... " ucap Nicholas jahil sambil melirik Dygta.


" Nanti Papih juga bikin plat momor baru K 1 NAN nama Mamihmu. " jawab Dygta asal, Kinan dan Joana hanya diam sementara Nicholas dan Zeevanea nampak menahan tawanya.


" Emang kamu mau bikin plat nomor apa? " tanya Zeevanea mencari tahu karena namanya panjang tak mungkin dipakai untuk plat nomor.


" Aku mau bikin B 42 BAR. Hahahaha... " jawab Nicholas yang langsung disertai dengan gelak tawa, Zeevanea langsung melengos, sementara yang lainnya nampak terkikik.


Tin... Tin... Tin...

__ADS_1


Ckiiit...


" Ngapain, Lo? " tanya Nala yang baru saja tiba bersama Eric juga Sea dari rumah Evan di Kemang.


" Nggak dibukain pager... " adunya sebal sambil mengerucutkan bibirnya.


" Syukuriiin, Barbar... " ledek Nala dan kembali menjalankan mobilnya.


" Pulang ke rumah sini aja, Dek... " teriak Sea dari jendela yang dibuka saat mobilnya sudah kembali dilajukan oleh Nala, Zeevanea pun mengangguk.


" Tuh, kan... Klop sama Nala. " ucap Nicholas, Zeevanea semakin terlihat kesal.


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Ya udah kamu langsung ke rumah Nala aja biar aku yang bawakan mobilmu ke rumah Nala. " ucap Nicholas.


" Aku bawa sendiri aja... Nanti kalau sampai anak didiknya Mas Evan itu ngadu kalau ada orang lain yang sentuh mobil kesayangannya Mas Evan bisa bahaya! " jawabnya sebal dengan Nala, Nicholas dan Dygta nampak terkikik sambil geleng kepala.


" Kalau gitu Papih aja yang bawakan mobilnya. " goda Dygta.


" Bawa aja... Palingan juga nanti langsung dibakar mobilnya kalau habis ketahuan dipakai sama Papih. " jawab Zeevanea sambil terkikik, Nicholas dan Dygta ikut terkikik sedangkan Kinan dan Joana hanya diam saja.


" Ya udah ikut Adeknya sana, anterin dulu ke rumah Pak Eric. Biar Papih pulang dulu sama Mamih sama Joana. " ucap Dygta.


" Adek ketemu gede kalau ini sih... " jawab Nicholas sumringah, Dygta hanya tersenyum karena Dygta memang sudah menganggap Zeevanea Putrinya sendiri.


" Aku ke rumah Papi Eric dulu ya, Pih, Mih, Jo... " ucap Zeevanea pamit, mereka bertiga pun mengangguk.


" Besok main ke rumah Papih mumpung nginep deket rumah Papih, mumpung besok week end juga... Biasanya Granpa sama Grandma pasti ke rumah Papih. " jawab Dygta sambil mengangguk bersama Joana dan Kinan juga, mereka pun berpisah arah.


Trap... Trap... Trap...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


" Kemana aja sih dari tadi baru bukain sekarang! " teriak Zeevanea kesal, raganya sudah lelah kini harus menunggu gerbang dibuka dengan sangat lama membuat emosinya memuncak.


" Ma...af, Non... Saya baru selesai patroli keliling rumah. " jawabnya terbata karena takut.


" Buka gerbangnya! Saya mau masuk! " bentaknya karena masih kesal, Nicholas hanya menatap Zeevanea dalam diam kemudian malah Nicholas yang langsung bergerak membukakan pintu gerbang rumah mewah tersebut karena posisinya yang lebih dekat.


Gredek... Gredek... Gredek...


Bruuum... Whuuussszzzhhh...


Trap... Trap... Trap...


" Cape banget kelihatannya... " ucap Nicholas sembari berjalan masuk bersama Zeevanea dan memegangi kedua bahu Zeevanea dari arah belakang sembari memijitnya pelan juga berjalan membuntut di belakang Zeevanea layaknya kereta.


" Banget... " lirih Zeevanea.


" Ya udah buruan bebersih abis itu bobo. " ucap Nicholas.

__ADS_1


" Hu'um... " jawab Zeevanea dan keduanya pun langsung berjalam bersama menuju lantai tiga dengan menaiki lift.


Cup...



" Lusa aku berangkat ke Jepang... " ucap Nicholas kala mereka sudah berada di dalam kotak besi tersebut dan posisinya sudah merangkul pinggang Zeevanea dari samping.


" Pasti lama... " ucap Zeevanea lesu.


" Kita ketemuan disana kalau kamu jadi tahun baruan disana. " jawab Nicholas sambil memeluk Zeevanea yang nampak menunjukkan raut wajah sedih.


" Ati - ati, ya... " ucap Zeevanea dengan tatapan sendunya, Nicholas hanya mengangguk pelan sembari mengecup puncak kepala Zeevanea, Zeevanea pun nampak mengeratkan pelukannya dan terurai kala pintu lift tersebut sudah terbuka.


Ting...


Trap... Trap... Trap...


" Tunggu disini sebentar, aku mandi dulu. " ucap Zeevanea, Nicholas mengangguk kemudian duduk di sofa ruang santai disana dan Zeevanea langsung masuk ke salah satu kamar yang ada di lantai tiga rumah mewah ini.


Trap... Trap... Trap...


Ceklek...


Trap... Trap... Trap...


Nicholas merebahkan tubuhnya di sofa panjang tersebut sembari memainkan ponselnya ketika ia menunggui Zeevanea.


" Zeevanea kok belum kesini juga, Pi? " tanya Sea pada Eric, mereka sudah lama berada di rumah tapi Zeevanea belum juga menyusul.


" Memangnya Zee dimana? " tanya Marcello yang juga ada disana bersama Ara.


" Nggak dibukain pager tadi katanya sama Pak Satpam. " jawab Eric.


" Udah dibukain pager kali, Mi... " sahut Nala dan langsung menyulut rokoknya tanpa sungkan di depan Orang Tuanya.


" Lihatin, Bang... Kasihan... " ucap Sea pada Nala.


" Alah palingan udah ditemenin Nico. Tadi juga udah ketemu sama Nico di depan. " jawab Nala santai sambil mengepulkan asap rokoknya ke udara.


" Mana dia mau kalau nggak kenal! " ucap Sea sedikit berteriak.


" Nggak kenal apanya orang mereka Pacaran! " tegas Nala.


" Apa??? " pekik Eric dan Sea bersamaan.


" Santai aja kali Bapak Ibu... " jawab Nala santai, Marcello juga Ara sama tercengangnya meski mereka berdua hanya diam.


" Yang bener kamu ngomongnya! " ucap Sea yang jelas tak percaya.


" Bener Mamskiii... " jawab Nala malas, Sea dan Eric kembali beradu pandang.

__ADS_1


" Tapi jangan kasih tau Daddy dulu sebelum mereka berdua yang ngaku sendiri. Bisa - bisa ditembak kepalanya si Nico nanti sama Daddy. " lanjutnya, Eric dan Sea nampak menghela nafas berat.


" Perkara Raynevandra aja belum kelar, ini malah ketemu perkara lagi dan malah sama Nitinegara. " ucap Eric pelan.


__ADS_2