
Detik menit berganti tanpa terasa... Hari sudah menjelang sore dan Alexandra nampak baru saja turun dari dalam mobil Raynevandra dengan Bisma sebagai kemudinya. Alexandra pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan terima kasih kepada Bisma yang diperintahkan oleh Rayne untuk menjemputnya.
" Terima kasih, Uncle... " ucap Alexandra.
" Sudah tugas saya, Nona Muda... " jawab Bisma sambil membungkukkan badannya, Alexandra pun langsung bergegas masuk ke dalam hunian megah Mertua.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
" Assalamualaikum... " ucap Alexandra sambil membuka pintu ruang tamu di paviliun belakang kemudian langsung melanjutkan langkah karena disana nampak sepi.
Trap... Trap... Trap...
" Suami saya nggak kelihatan turun, Mbak? " tanya Alexandra kepada Susi yang berpapasan dengannya di depan tangga karena sedari tadi ponsel Raynevandra mati jadi banyak pesan yang dikirimkan oleh Alexandra pun belum ada yang terkirim hingga saat ini.
" Den Ray tadi turun sebentar terus naik lagi, Non... " jawab Susi seadanya.
" Suami saya sudah makan siang apa belum? " tanya Alexandra lagi karena jam di tangannya sudah menunjukkan pukul dua siang.
" Sudah kok, Non... Tadi makan siang sama Ibu sama Bu Rosa. " jawab Susi lagi, Alexandra pun merasa sedikit lega.
" Ya sudah saya naik dulu. Terima kasih. " ucap Alexandra lagi, setelah Susi menganggukkan kepala Alexandra pun kembali melanjutkan langkahnya.
Trap... Trap... Trap...
" Kamu itu sudah mau jadi Bapak masih aja nempel manja sama Oma... " ucap Mama Rosa yang sedang berada di dalam kamar Raynevandra, ada Rayne juga disana, mereka mengobrol di sofa dan Raynevandra berbaring di sofa panjang berbantalkan paha Mama Rosa.
" Kalahnya Rayne itu sama Mama loh, Mam... " sela Rayne, Mama Rosa langsung tersenyum.
" Mas Evan kalau udah nempel sama Mama juga betah... Ini juga sama kaya Daddy-nya suka lupa kalau katanya sayang sama aku. " lanjutnya.
" Idih cemburu... " ledek Raynevandra sambil tertawa tanpa suara, Mama Rosa pun hanya tersenyum juga.
" Mandi sana, Dek... Bentar lagi Istrimu pulang masa iya kamu dari pagi tadi belum mandi sama sekali. " ucap Rayne lagi, menyuruh Raynevandra untuk segera mandi.
" Ya udah nunggu Istri Adek aja biar sekalian mandinya, biar dimandiin sekalian. " jawab Raynevandra sambil cengengesan.
Jelas Rayne dan Mama Rosa sangat paham dengan maksud ucapan Raynevandra. Alexandra yang akan masuk ke dalam kamar Raynevandra pun langsung menghentikan langkahnya dan menepi dari pintu kamar yang terbuka lebar itu. Alexandra sungkan sendiri meski Suaminya yang berucap seperti itu.
Plak...
" Itu sih maunya kamu aja, Evan kecil! " ucap Mama Rosa geram kemudian sengaja menepuk kencang pipi Raynevandra sementara Rayne langsung geleng kepala.
__ADS_1
" Sakit, Omaaa... " rengek Raynevandra dengan nada manjanya tak lupa kerucutan bibirnya yang semakin membuatnya menggemaskan di mata Rayne dan Mama Rosa.
" Inget pesen Mommy sama Oma tadi... " ucap Mama Rosa sembari ikut Raynevandra mengusap lembut pipi Raynevandra yang tadi ditaboknya karena gemas juga geram.
" Daddy dipesenin kaya Ray gitu juga, nggak? " tanya balik Raynevandra penasaran.
" Daddy-mu sudah tua, anaknya sudah mau enam. " jawab Mama Rosa kian geram juga gemas dengan Raynevandra, Alexandra yang tetap bersembunyi di tepi pintu kamar itu hanya diam mendengarkan.
" Pertanyaanmu nggak masuk akal. Jelas sudah diluar kepala. " lanjut Mama Rosa sambil geleng kepala.
" Ya sudah... Oma sama Mommy-mu keluar dulu. Paling juga sebentar lagi Istrimu pulang. " ucap Mama Rosa sambil menggeser tubuhnya dan meletakkan kepala Raynevandra berbantalkan pada pegangan sofa, Rayne pun langsung berdiri dari duduknya beriringan dengan Mama Rosa, sontak saja Alexandra langsung bergegas mencari persembunyian dengan cepat, Mama Rosa dan Rayne pun langsung keluar meninggalkan Raynevandra.
Trap... Trap... Trap...
" Eh, sudah pulang... " ucap Mama Rosa yang berpapasan dengan Devandroe di depan kamar Devandroe, Raynevandra yang masih mendengar suara Oma-nya pun langsung melompat mengira Istrinya yang baru saja pulang.
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Iya, Oma... " jawab Devandroe dan langsung salim kepada Mama Rosa kemudian salim kepada Rayne dan mengecup singkat bibir Rayne, Raynevandra yang baru saja sampai di ambang pintu kamarnya langsung mencebik malas dan langsung kembali masuk ke dalam kamarnya tanpa mereka bertiga ketahui.
Trap... Trap... Trap...
" Kalau belum makan siang buruan ganti baju terus makan. " ucap Rayne sambil menatap sendu kepada Devandroe.
Trap... Trap... Trap...
Ceklek...
" Ale! " ucap Devandroe kaget melihat Alexandra berada di dalam kamarnya, Devandroe yang semula akan menutup pintu kamarnya pun mengurungkan.
" Sorry, Dev... Aku nggak tau ini kamar kamu. Aku cuma numpang ngumpet. " jawab Alexandra canggung sambil meremat kedua tangannya yang bertaut, Devandroe langsung mengalihkan arah pandangnya setelah tak sengaja menatap perut Alexandra yang sudah terlihat sedikit menyembul.
" Keluarlah... Mommy dan Oma sudah turun. " ucap Devandroe yang langsung paham dan langsung berjalan ke arah lain.
" Maafin aku... " ucap Alexandra kemudian langsung bergegas pergi meninggalkan kamar Devandroe tanpa menutup pintunya.
Trap... Trap... Trap...
Trap... Trap... Trap...
" Lama banget pulangnya... " ucap Raynevandra langsung kala melihat Alexandra yang baru saja masuk ke dalam kamar, Alexandra yang semula akan menutup pintu kamar mereka pun langsung menoleh dan menghampiri Raynevandra.
__ADS_1
Trap... Trap... Trap...
Cup...
" Iya, macet tadi... " ucap Alexandra yang Tek sepenuhnya berbohong Alexandra dengan rasa bersalah kemudian langsung mencium punggung tangan Raynevandra dan keduanya pun langsung duduk di sofa, Raynevandra pun tak lupa mengecup singkat bibir Istrinya.
" Hei... Anak Papa lagi ngapain? Isengin Mama nggak tadi pas Mama sekolah? " tanya Raynevandra yang langsung menyapa Baby-nya yang masih berada di dalam perut Istrinya, Alexandra pun mengusap lembut kepala Raynevandra sambil tersenyum.
" Anak Papa pinter, Papa... " ucap Alexandra sambil menirukan suara anak kecil dan Raynevandra pun terkikik mendengarnya dengan tetap menciumi perut Alexandra yang masih tertutup baju seragam.
Setelah beberapa saat terkikik bersama Istrinya, tiba - tiba saja Raynevandra memiliki ide jahil untuk mengerjai Istrinya. Raynevandra yang masih meringkuk menciumi perut Alexandra itu pun tiba - tiba saja menggelitiki Alexandra dengan semakin cekikikan sementara Alexandra langsung meronta tak tahan merasakan kegelian dari gelitikan Suaminya.
Hah! Hah! Hah!
" Papah, stop, Pah! " ucap Alexandra dengan nada suara yang masih terdengar terengah karena Raynevandra masih betah menggelitikinya.
" Hahahaha... Enak loh Mah kalau geli gini... Biasanya kan Mamah juga suka yang geli - geli. " jawab Raynevandra sekenanya diiringi dengan tawa terbahak renyah penuh akan kepuasan melihat wajah Istrinya memerah beriringan dengan tubuh Istrinya yang menggeliat - liat seperti cacing kepanasan.
" Papah, ampuuun... " teriak Alexandra kencang dengan nafas yang semakin ngos - ngosan tak beraturan.
" Berhenti, Pah... Perutku kaku rasanya... " teriak Alexandra lagi karena ia memang merasakan perutnya yang kaku akibat tawa tertahannya yang kalah dengan geliatan tubuhnya, Alexandra sampai kesulitan berucap saking gelinya.
Trap... Trap... Trap...
Devandroe yang berada di dalam kamar sebelah pun langsung reflek keluar setelah mendengar teriakan Alexandra karena kamar mereka memang pintunya masih terbuka semua. Devandroe terdiam di depan pintu kamar Raynevandra dan menatap ke dalam kamar Raynevandra dengan tatapan yang sulit diartikan.
Puk...
" Masih kaku, perutnya? " tanya Raynevandra serius dan langsung berhenti menggelitiki Alexandra setelah Alexandra mengucapkan jika perutnya terasa kaku, Raynevandra pun langsung mendiam khawatir sambil berjongkok dan mengusap lembut perut Istrinya.
" Papa nakal, ih! " pekik Alexandra sembari menepuk pelan bahu Raynevandra.
" Ya kan bercanda... " jawab Raynevandra seadanya dengan masih menatap khawatir terhadap Alexandra, Alexandra langsung menggeleng sembari menatap penuh cinta kepada Suaminya.
" Maafin Papa ya, Sayang... Papa cuma bercanda. " ucap Raynevandra di depan perut Alexandra dengan raut wajah penuh sesal.
" Aku nggak papa... Jangan panik. " jawab Alexandra dan langsung menarik Raynevandra untuk kembali duduk bersebelahan dengannya.
" Seriously? " tanya Raynevandra yang masih saja menatap Alexandra dengan wajah khawatir.
" Iya, Bawelku... Hahahaha... " jawab Alexandra sambil terbahak dan menarik kencang hidung mancung Suaminya, seringaian licik penuh kejahilan makna itu nampak tergambar seketika itu juga pada raut wajah tampan Raynevandra.
Gubrak!!!
__ADS_1
" Seraaaaang!!! " teriak Raynevandra kencang dan langsung melakukan penyerangannya.
" Akhhh!!! " erangan Alexandra langsung menguar seketika, Devandroe yang masih mengintip di depan pintu nampak tertegun.