
" Aku ganti baju duluan, ya... Aku tunggu di lapangan. " ucap Raynevandra yang mendekat dan berbisik pada Alexandra yang duduknya berseberangan dengan barisan tempat duduk Raynevandra, Alexandra pun mengguk kemudian Raynevandra pun langsung bergegas ke kamar ganti bersama Aaron dan Brylee juga Bradley, nampak ketiga Sahabat Raynevandra ini juga menggoda Raynevandra yang terlihat dekat dengan Alexandra.
Trap... Trap... Trap...
" Ciye, ciye, senengnya sampai mesam mesem sendiri... Mentang - mentang lagi deket sama idola sekolah nih... " goda Ghania, Gadis pendiam salah satu peraih beasiswa Siswa berprestasi yang duduk di samping Alexandra, Alexandra hanya mengulas senyum malu - malu, Alexandra merasa jika Ghania adalah teman yang baik maka dari itu Alexandra berani membuka cerita kepada Ghania.
" Emang dia beneran idola sekolah, ya? " tanya penasaran Alexandra sembari tersenyum malu - malu, Ghania pun langsung mengangguk dan terkikik.
" Kita berdua udah jadian malah... " bisik Alexandra pelan di telinga Ghania, mata Ghania langsung membola, membelalak sempurna.
" OMG, Alexa! " pekik Ghania terkejut, sangat - sangat terkejut, Alexandra hanya nyengir malu - malu.
" Emangnya kalian udah lama kenal? " tanya Ghania penasaran, Alexandra hanya mengangguk dan tetap tersipu malu.
" Gila lo, Alexa! Mujur bener dapetin salah satu idola sekolah kaya dia. " lanjut Ghania yang masih serasa tak percaya dengan kenyataan di hadapannya, Alexandra hanya tetap dengan tersipu malunya.
" Udah dia keren, ganteng, prestasi akademik sama non akademiknya bagus... Plusnya lagi, dia anak salah satu Donatur tetap di sekolah ini. Pasti dia dan keluarganya dari keluarga baik - baik yang dermawan. " imbuhnya antusias.
" Udah, yuk... Ganti baju dulu. Bentar lagi pelajaran olah raga dimulai. " ucap Alexandra dan langsung beediri Ghania pun mengikutinya, lalu keduanya beranjak ke kamar ganti Siswi Perempuan.
Trap... Trap... Trap...
Cuit... Cuit...
Siulan Brylee menggoda Raynevandra dan Alexandra ketika Alexandra sedang berjalan bersama Ghania. Alexandra hanya menunduk malu, tak berani menatap ke arah empat sekawan idola sekolah tersebut, sementara Ghania juga nampak menyenggol - nyenggol pundak Alexandra dengan pundaknya sambil terkikik. Alexandra pun semakin salah tingkah meski ia hanya diam menunduk dan menyembunyikan rona merah di wajahnya dari tatapan mereka semua.
Tak lama berselang, para Siswa Siswi yang mempunyai jadwal pelajaran olah raga pagi ini pun dikumpulkan bersama di halaman sekolah oleh Guru olah raga. Semua dibariskan rapi sesuai arahan dari Guru olah raga. Tapi Guru olah raga ini nampak lama mmberikan arahannya di lapangan. Raynevandra nampak memegangi kepalanya yang tiba - tiba terasa berdenyut. Wajahnya pun memucat.
__ADS_1
" Maaf, Pak... Saya izin ke UKS, kepala saya pusing. " ucap Raynevandra yang serasa sudah tidak tahan dan langsung memotong pengarahan Bapak Guru olah raga, sontak saja seluruh Siswa Siswi ini pun langsung menatap Raynevandra serempak.
" Ray pucet, Pak... " timpal Bradley sambil terus mengamati wajah Raynevandra, Bapak Guru pun mendekati Raynevandra, Alexandra nampak khawatir dengan keadaan Raynevandra, karena tadi masih terlihat sehat - sehat saja.
Trap... Trap... Trap...
" Antarkan Raynevandra ke UKS, Brad... " perintah Bapak Guru pada Bradley, Bradley pun mengangguk.
" Ayo, Ray... " ajak Bradley.
" Gue bisa sendiri. Lo lanjut aja. " tolak Raynevandra dan Bradley pun mengangguk, Bapak Guru olah raga ini pun kembali ke barisan paling depan setelah memastikan Raynevandra bisa berjalan sendiri menuju UKS.
Trap... Trap... Trap...
" Wajahmu pucet juga, Alexa... " ucap Ghania yang melihat gelagat khawatir pada Alexandra sejak Raynevandra izin ke UKS.
" Lo nggak usah bohong. Ke UKS gih... " ucap Ghania, ia tau Alexandra masih memaksakan diri untuk berdiri berbaris disana.
" Maaf, Pak... Alexandra juga sakit. " ucap Ghania kemudian melapor pada Bapak Guru olah raga, Bapak Guru ini pun kembali ke barisan Siswa Siswi untuk melihat keadaan Alexandra.
" Masa iya sakit aja barengan... " celetuk Brylee asal, Aaron dan Bradley langsung terkikik mengetahui cibiran itu mengarah kepada siapa.
" Kamu istirahat di UKS saja, Alexa... " ucap Bapak Guru olah raga, Alexa pun mengangguk dan langsung beranjak, Bapak Guru pun kembali ke tempatnya semula setelah Alexa beranjak.
Trap... Trap... Trap...
Ketika sampai di UKS, Alexandra langsung mengedarkan pandangannya untuk mencari keberadaan Kekasihnya. Setelah mengitari UKS, masih saja ia tak menemukan Raynevandra disana. Tapi ia tetap berjalan menyusuri tempat yang berada di sekitar UKS untuk mencari keberadaan Kekasihnya. Usaha pencarian ini pun membuahkan hasil. Alexandra menemukan Raynevandra yang tengah merebahkan dirinya di ruang penyimpanan alat - alat olah raga. Alexandra pun langsung masuk menghampiri Raynevandra.
__ADS_1
" Baby... " lirihnya dengan nafas tersengal menahan tangis juga rasa khawatir, Raynevandra langsung menoleh, Alexandra langsung menghambur pada pelukan Raynevandra.
" Aku khawatir... " lirihnya sambil memeluk erat Raynevandra, Raynevandra pun semakin mendekap erat Alexandra.
" Aku baik - baik aja. Aku cuma pusing. " jawab Raynevandra jujur, Alexandra langsung mendongak agar bisa menatap Raynevandra.
Cup...
Raynevandra menatap wajah ayu sedikit pucat itu dengan tatapan yang sulit diartikan. Lama - kelamaan, kecupan mesra Raynevandra pun menukik sempurna dan perlahan semakin liar pada bibir Alexandra. Ciuman pun berkanjut dengan sendirinya.
" Baby... Stop, it. " lirih Alexandra kala tangan Raynevandra akan menyusup ke dalam t-shirt yang dikenakan Alexandra.
" Aku takut ada yang lihat. " lirihnya berbisik sambil menggenggam tangan Raynevandra.
" Aku butuh kamu... " suara serak Raynevandra menyeruak sembari ia membawa tangan Alexandra untuk menyentuh bagian tubuhnya yang sudah menegang dan kian terasa sakit sejak melihat Alexandra berganti pakaian dengan seragam olah raganya yang sedikit ketat tadi, meski saat tadi Raynevandra sudah mulai merasakan pusing di kepalanya maka kini jadinya semakin bertambah pusing saja dan kepalanya semakin terasa sangat berat.
" Aku udah nggak kuat... Sakit... " lanjutnya dan menjatuhkan kepalanya pada ceruk leher Alexandra tapi tetap berusaha menahan hasrat di dalam dirinya yang terasa begitu menyiksa karena Alexandra terlihat tak memberikan lampu hijau kepadanya.
" Disini nggak ada CCTV, Baby... Tolong aku... Please!!! Aku mohon... Ini sakiiit... " rengek Raynevandra dengan suaranya yang kian parau juga kesakitan, Alexandra pun mengangguk pelan karena juga merasa tak tega melihat Kekasihnya semakin terlihat kian tersiksa karena kesakitan.
Setelah Alexandra menganggukkan kepalanya, Raynevandra pun mulai berjelajah untuk menuntaskan misinya. Dengan beralaskan matras olah raga yang ada di dalam ruang penyimpanan baarang - barang peralatan olag raga sekolah, dipangkunya Alexandra dengan perlahan. Disingkapkan baju ke atas, Raynevandra pun mulai menggerakkan tangan untuk merasakan nikmatnya squishy kenyal kekasihnya yang terasa masih sangat kencang. Jelas saja masih sangat kencang karena baru Raynevandra saja yang menjamahnya.
" Buka kakinya, Baby... Angkat sebentar. " lirih Raynevandra, Alexandra yang masih setia duduk di pangkuannya pun langsung melebarkan kakinya sembari mengangkat pinggulnya seiring dengan tertanggalnya penutup inti bawah agar memberikan jalan bagi Raynevandra yang sepertinya akan memarkirkan dirinya dari bawah, Raynevandra merasa masih pusing maka dari itu ia memilih memangku Alexandra agar dengan duduk saja tetap bisa bertamasya.
Jleb!!!
" Akh!!! " jerit terkjut Alexandra kala Raynevandra benar - benar menembak di bawah sana, Alexandra yang tetap pada pangkuan pun ikut tergerak naik turun seiring dengan ritme hentakan pelan tapi kencang yang diciptakan oleh pergerakan Raynevandra.
__ADS_1
" Pelan - pelan, Baby... Sakithhh... " lirih Alexandra mengingatkan Raynevandra yang mulai mengukungnya di atas dengan diiringi dengan hentakan yang kian terasa dalam meski beritme pelan, Raynevandra sudah tak perduli lagi meski ia merasakan pusing pada kepalanya, menuntaskan hal satu ini dulu sepertinya akan lebih tenang setidaknya rasa pusing dikepalanya diatasi setelahnya, pikir Raynevandra.