Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Mengusirnya pergi


__ADS_3

"jangan,pak!" ujar sherin berbalik kembali.dia tidak menyangka kata kata seperti itu akan keluar begitu saja dari bibir Devan.Dia dengan susah payah bisa masuk bekerja di rumah ini,baru saja dia menjalin hubungan kembali dengan anaknya,kalau sekarang keluar dari rumah ini,tidak,ini tidak boleh terjadi.


Mendengar penolakan spontan dengan nada bersikeras dari Sherin,Devan mengerutkan dahinya dan menatap wanita itu sambil berjalan selangkah demi selangkah mendekati pengasuh itu,hembusan nafasnya yang semakin mendekat membuat Sherin mundur selangkah demi selangkah ke belakang hingga punggung nya terhadang oleh tembok yang dingin itu.


Sherin menelan air ludahnya."aku....aku suka Simon,suka anak kecil,aku....aku tidak pernah punya rencana jahat terhadapnya,


terhadap keluarga ini dan juga terhadapmu,pak!"


Lalu Sherin mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tidak berani bertatapan dengan Devan.Melihat laki laki itu tidak tergugah,dia lalu mengangkat tangan kanannya sambil bersumpah." aku Sherin,jika aku melakukan hal hal yang merugikan siapapun di keluarga ini,biarlah aku mati di tabrak mobil."


Anak itu adalah anaknya,mana mungkin dia bisa berbuat hal hal yang jahat terhadapnya,dan laki laki itu adalah ayah dari anaknya,tentu saja dia bertoleransi terhadapnya dan tidak akan berpikiran untuk melakukan hal hal yang merugikannya.



Hembusan udara yang seakan membara itu,membuat wajah Sherin memanas......


detak jantungnya juga bertambah cepat.


Melihat wajah Sherin yang memerah,rambut sampingnya yang terbuyar karena bersentuhan terus dengan dingding,membuat wajah wanita itu saat ini terlihat cantik dan memukau dari jarak yang dekat ini,tidak tahu apakah ini karena sudut cahaya.


Pandangan bergerak ke bawah,menyoroti bagian dada wanita itu yang menonjol.....membuat Devan merasa semakin sulit untuk bernafas.


Tiba tiba saja Devan mendorong Sherin dan dengan nada yang keras mengatakan." hidup atau matimu, tidak akan membuat keputusan ku berubah, pergi sana!"



Karena merasa tidak ingin melihat Sherin lagi,kemudian Devan menjauh dan membalik kan badannya.Baginya tidak mungkin karena seorang wanita,dia bisa membiarkan Simon dalam kondisi yang terancam,ditambah lagi wanita ini adalah wanita yang cuek dan tidak menganggapnya.



Dia semakin tidak bisa menerima keberadaannya.


Hampir saja Sherin terdorong jatuh,dia segera bertumpu pada dingding untuk menopang kembali tubuhnya.


Lalu perlahan dia jongkok dengan punggung yang terus bersandar ke dingding,dan menunduk kan kepala ke atas lututnya.


Bagaimana bisa aku di usir dengan cara seperti ini?

__ADS_1


Sherin baru saja mewujudkan semua yang dia nantikan selama 5 tahun ini,di hitung hitung dia baru saja berada di sisinya satu bulan lebih,bagai mana dia bisa pergi begitu saja?


tidak,tidak boleh terjadi.....


Sherin sangat jelas bahwa dia tidak akan bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekati Simon lagi,apabila dia meninggalkannya lagi kali ini.


"laki laki tadi adalah dokter ibuku.dulu sewaktu ibuku sakit,kita harus sering berobat dan rawat inap,karena jangka waktu yang cukup lama itu membuat kami saling kenal.Aku tidak terlalu akrab dengan dirinya,kami hanya teman biasa saja.....


hari ini saat aku mengantarkan obat untukmu,....aku juga baru bertemu dengannya lagi.Tentang prilaku ku terhadap mu,


aku bukan tidak menghormati kamu, tapi saat kamu berbicara denganku,aku sedang haid,celanaku tembus makanya saat melihatmu aku tidak bisa berdiri.Saat itu aku juga tidak bisa menjelaskan semua ini di depan umum.sungguh aku tidak sengaja...."


Sherin dengan sedikit kacau balau menjelaskan hubungannya dengan Andrew.Laki laki di hadapannya ini bukannya melakukan semua ini karena mempermasalahkan asal usul Andrew,harusnya penjelasan panjang lebar tadi,sudah bisa membuatnya tidak mempermasalahkan hal ini lagi?


Namun Devan berjalan,duduk kembali ke meja,lalu mengambil sebuah pena dan membaca dokumen yang ada di depannya,


akan tetapi terdiam saja setelahnya.Devan sudah memberi perintah kepada Dylan untuk mencari tahu tentang hubungan mereka,sama seperti yang di katakan Sherin dan ini membuat dia tidak terkejut sama sekali.Namun,dia benar benar tidak menyangka tentang haid yang di katakan wanita itu tadi.


Saat ini,hatinya yang pengap sudah agak sedikit nyaman kembali.


Hati Sherin menjadi suram karena melihat Devan yang sepertinya tetap saja tidak ingin menarik perkataannya tadi.


Terdengar suara wanita ini memohon.Dia benar benar takut kalau dia pergi begitu saja sekarang,dan dengan statusnya seperti ini,di kemudian hari untuk menemui Simon pun akan menjadi masalah.


Devan dengan dinginnya menjawab."rumah yang ada anak kecil bukan hanya keluarga ini saja,pergi sana!" wajah tidak berekspresi itu sama sekali tidak peduli akan Sherin yang sudah memohon padanya.


Sherin menghela kan nafas panjang,berjalan maju ke depan,melekukkan lututnya bersujud di lantai tepat di depan Devan,walaupun dia tahu tindakannya ini terlalu merendahkan dirinya sendiri, tapi hidupnya sekarang ini hanya untuk Simon satu satunya,dia tidak boleh menyerah begitu saja.


Jelas prilaku Sherin yang tidak seperti biasanya ini,membuat Devan terkejut dan tidak habis pikir.



Jika tujuan wanita ini adalah uang,dia bisa saja mencari Andrew untuk mendapatkan nya,dengan kekayaan yang di miliki keluarganya,asal dia mendekatinya,walaupun tidak bisa menikah dan masuk ke keluarga Siloam,dia juga bisa mendapatkan uang yang lebih banyak dari gajinya,sebagai seorang pengasuh.


Tapi kalau bukan karena uang,apa benar hanya karena dia suka anak kecil? tapi supaya bisa mengasuh Simon,dia bersujud di hadapan laki laki itu.....penjelasan ini sepertinya terlalu di paksakan.


Berpikir sampai disini,Devan dengan hati yang tetap kukuh, namun sedikit bimbang berkata."pergi!" dengan alasan apapun, dia tidak mungkin membiarkan orang yang pemikirannya tidak jelas mendampingi anaknya.

__ADS_1


Sherin menunduk kan kepala,menggigit bibir bawahnya,


setelah beberapa saat baru kemudian dia berdiri .


(Simon mama sudah berusaha keras).


Sherin membalikan badan kemudian berjalan ke arah pintu,


kakinya terasa seakan terikat dengan rantai besi,langkah kakinya menjadi sangat berat.


Saat Simon turun ke bawah ingin makan malam,dia tidak melihat Sherin.dengan raut wajah cemberut tidak senang dia bertanya kepada salah satu pembantu di rumah itu." kemana tante?"


"tidak tahu" jawab pembantu itu sambil menggeleng gelengkan kepalanya.


Simon dengan segera meletakkan peralatan makan yang ada di tangannya,membalikan badan dan berlari ke tangga,dia pun naik ke atas.Saat ini kebetulan Devan sedang turun tangga dan melihatnya,lalu menyapa Simon." mau ngapain kamu?"


Simon merapatkan bibirnya dan berkata." aku mau panggil tante turun untuk makan."


" tidak boleh!" larang Devan yang kemudian merangkul pinggang Simon dan menggepitnya di bawah ketiak lalu membawa nya ke ruang makan.


Simon bersikeras melepaskan diri dari tangan Devan sambil berkata."papa,lepaskan aku!"


Devan melepaskan Simon di kursi meja makan mereka, memberikannya sendok garpu dan menyuruh Simon untuk makan.Besok pengasuh baru akan datang.


Mulut Simon sedikit terbuka,dia mulai mengerti apa yang terjadi,melototi Devan dan berkata." kenapa papa suka sekali memutuskan sendiri masalah orang lain? dia adalah pengasuh ku,atas dasar apa papa mengusirnya tanpa persetujuan dariku?"


Simon terlalu emosi membuat perkataannya menjadi tidak sopan.


Hal yang di luar dugaan adalah Devan tidak memarahinya atau menghukumnya,dia hanya melanjutkan makan malamnya.


Meski dia tahu betul dengan kecerdasan anaknya,tidak mungkin sampai bisa mudah di bohongi orang,tapi bagaimana pun cerdasnya Simon,dia tetap saja anak kecil.


"kenapa papa tidak mau tante lagi?" usul Simon yang tidak menyerah untuk mencari tahu alasannya dengan nada yang terdengar agak sedikit gemeteran.


"pa...." sahutnya lagi


dan tetap saja ayahnya tidak menjawab

__ADS_1


Simon tidak bisa duduk diam lagi di kursi tersebut,lagi-lagi dia meletakkan peralatan makannya,dan dengan cepat dia lari naik ke atas sebelum Devan sempat mencegahnya.


__ADS_2