Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Sherin Merasa Dirinya Bersalah


__ADS_3

Pintu ruang operasi terbuka


"dokter,bagaimana kondisi putriku?" ayah Gabriel memegang lengan sang dokter, bertanya dengan gugup.


Devan selama perjalanan wajahnya tanpa ekspresi, tidak bisa mengetahui apa yanga ada dalam pikirannya.


"orangnya sudah berhasil di selamatkan..." dokter melepaskan masker, terdiam sesaat, kemudian dia lanjut berkata, "hanya, rahimnya sobek terlalu parah, seumur hidup,dia tidak akan bisa hamil"


Setelah dokter berkata, Devan mengerutkan kening, merasa terkejut,berdiri mematung di sana.


Ayah Gabriel mengedipkan mata,menunduk menutupi rasa sedihnya.


Di saat dia membuka matanya, tatapannya penuh dengan amarah, dia menarik kerah baju Devan,menekannya ke dinding di belakangnya, lalu berkata, "Devan,kamu sungguh keterlaluan, kamu sudah tahu perasaan Gabriel terhadap kamu, mengapa kamu harus bertindak kejam terhadap dia?"


Devan menelan ludah,sedikit sesak nafas, dia tidak bergerak dan membiarkan ayah Gabriel.


Walaupun dia menjelaskan apa pun, yang membuat Gabriel menjadi seperti ini, adalah dirinya,dia tidak mempunyai alasan untuk menyela.

__ADS_1


"paman, Devan juga tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini" Dylan yang baru saja selesai mengurus wartawan yang menunggu informasi di luar,langsung datang ke sini, melihat ayah Gabriel yang sedang marah pada Devan, dia langsung mencegah.


"tidak menyangka? apakah dia tidak tahu,bagi Gabriel, dia lebih penting di banding nyawanya sendiri." ayah Gabriel berteriak dengan keras sambil menunjuk wajah Devan.Selama ini ayah Gabriel selalu merasa takut kepada Devan, dia tidak berani memperlakukan Devan seperti ini, tetapi saat ini, reaksi sebagai seorang ayah sangat 'normal', apabila dia tidak seperti ini makan akan terlihat tidak normal.


Devan masih diam mematung dan tidak berkata, tidak ada yang tahu apa yang dia pikirkan.


"seorang wanita,seumur hidup tidak akan bisa mempunyai anak, Devan,apa kamu tidak merasa, Gabriel waktu itu tidak pantas menyelamatkan kamu!" habis berkata, Dylan tertegun. Tidak tahu harus berkata apa, kata-kata ayah Gabriel mengandung banyak makna, dia bisa mengerti,Devan pun juga pasti mengerti.


Setelah waktu yang lama, seperti satu abad...


Devan baru saja mulai berbicara, dengan suaranya yang serak, "aku akan tanggung jawab terhadapnya, acara pernikahan akan di lakukan sesuai waktu yang di tentukan!"


Seorang wanita yang berdiri di sudut, tubuhnya kaku, dia menatap dengan dalam,membalikkan badan,kemudian dia pergi dengan langkah sedikit lemah.


Sherin, ya, wanita itu adalah Sherin...Sherin tidak tahu bagaimana dia sendiri bisa pulang ke rumah, dia merasa tubuhnya sangat lemas, seluruh tubuhnya seperti kehilangan kemampuan untuk merasa.


Perasaan seperti jatuh dari gedung tinggi, membuat dia terdiam sejenak, tidak tahu harus bagaimana menghadapinya.

__ADS_1


.......


Duduk di atas sofa, di dalam pikirannya penuh dengan kata-kata dokter, 'dia tidak akan bisa hamil' dan kata-kata Devan, 'aku akan bertanggung jawab terhadapnya dan acara pernikahan akan di lakukan sesuai waktu yang di tentukan.'


Dia ingin marah, tetapi lebih banyak dia merasa bersalah.


Gabriel....karena dirinya sendiri, karena Devan ingin membatalkan pernikahannya, karena itu,terjadinya kecelakaan. Sherin mengerti akan hal ini.


Tidak bisa hamil, tidak bisa mempunyai anak sendiri, dia menggelengkan kepala, dia tidak bisa membayangkan, ini adalah hal yang paling menyakitkan bagi seorang wanita.


Walaupun, dia merasa kalau Gabriel bukan orang yang baik, tetapi...


Dalam hal ini dia merasa dia yang salah duluan....


Bersambung....


Terimakasih....

__ADS_1


Jangan lupa like and komennya...


Love you all...


__ADS_2