
Dan sekarang, Dylan tidak tahu harus bilang apa. Mengapa? ternyata masih ada manusia yang masih bereaksi lebih lambat dari Devan.
"apakah kamu masih merasa sakit di bagian yang lain?" Devan melihat wajah Sherin yang pucat. Sherin tidak bermaksud ingin menjawab pertanyaan Devan, Sherin menggelengkan kepalanya dan menggigit bibir bawahnya, sambil menarik selimutnya ke atas untuk menutupi badannya.Suasana di dalam kamar menjadi sunyi. akhirnya Sherin berkata dengan suara kecil ketika Devan sedang berjalan akan keluar "itu, Terima kasih sudah datang untuk mencariku."
Devan menghentikan langkah kakinya dan berkata "lain kali, tidak boleh ada seperti itu lagi!"
Beberapa kata itu membuat Sherin mengangkat kan kepalanya, melihat kepada laki laki di hadapannya. Kemeja putih yang di pakai nya ternoda oleh bekas tanah dan darah. Wajah Sherin menjadi panas, ada perasaan yang aneh di hatinya, setelah itu Sherin merasa bersalah dan kecewa, Sherin kamu tidak boleh jatuh cinta, tidak boleh berpikir sembarangan, Devan adalah laki laki milik wanita lain,(Sherin berkata pada dirinya sendiri).
Manager hotel memasuki ruangan kamar dan menghampiri Devan. Manager hotel itu merasa terkejut ketika dia melihat Sherin. Jadi mereka sibuk semalaman hanya karena wanita seperti ini? manager merasa semakin aneh ketika melihat bekas noda tanah dan darah di kemeja Devan.Bukan kah Devan sudah bertunangan? tetapi manager tidak sempat berpikir terlalu banyak dan berkata "Tuan Devan, mobil anda sudah ada di hotel kami. Apakah anda ingin istirahat di pulau dulu malam ini atau...?" sebelum manager sempat habis berbicara, Sherin tidak bisa menahan dan mengeluarkan sebuah bersin.Devan teringat bahwa tadi Sherin berada di hutan, ketakutan dan kedinginan. Sherin akan terkena flu jika membiarkannya begitu saja.
"istirahat satu malam.kami akan pergi besok" Devan berkata dengan nada dingin.
__ADS_1
"Devan, kamu..." Dylan menghampiri Devan, ingin memberi tahu bahwa dia tidak membawa obatnya,tetapi Devan hanya meliriknya, supaya Dylan berhenti berbicara. Devan tahu orang sering berkata, manusia akan menghilangkan logikanya jika dia sedang jatuh cinta, Devan sadar, dia juga hanya seorang manusia yang biasa.
Tidak tahu apakah hotel itu sengaja atau tidak, mereka membuka kamar keluarga untuk Devan dan sherin, tetapi Devan sendiri juga tidak punya pendapat lain tentang keputusan itu. Sherin bangun untuk menuangkan segelas air untuk dirinya. mendengar bahwa Devan akan tinggal di sini juga, dia teringat malam kemarin,walaupun ingatan tentang malam itu sudah tidak ada, tapi fakta akan tetap ada selamanya. Sherin berpikir,malam itu Devan menyentuhnya karena Devan tidak sadarkan diri.malam ini, Devan yang sedang sadarkan diri tidak mungkin menyentuhnya, hati Sherin merasa lebih nyaman,(pikir Sherin sampai di sini.)
"berjalan di tempat seperti itu sendirian.apakah kamu tidak takut?" Devan bertanya dengan suara rendah ketika Sherin sudah ingin menutup pintu kamarnya.
Sherin berjalan keluar dari pintu kamarnya, menahan rasa sakit di kakinya dan menyandarkan di depan pintu.Sherin menjawab dengan wajah yang biasa "saya duduk sendirian selama satu malam di kuburan pada saat ibu saya meninggal. hutan itu termasuk apa?"
Devan menatap Sherin dan menjawab lagi "orang yang meninggal tidak ada yang patut di takutkan. Yang patut di takutkan adalah orang yang hidup." setelah berkata Devan terdiam sejenak kemudian berkata kembali "ketika bertemu dengan masalah itu, bukan kah seharusnya kamu tinggal saja di hotel.?atau mencari teman untuk menolong kamu? mengapa masih ingin berjalan ke dalam hutan?"
Tinggal di hotel? cari teman? Sherin tersenyum dengan dingin. Dia di beri tahu secara tiba-tiba bahwa dia akan mengikuti Gabriel ke pulau ini hari ini,jadi dia tidak sempat membawa uang lebih.Walaupun dia membawa uang lebih pun,hotel ini terlalu mahal untuknya.kalau untuk teman?
Sherin mengangkat kepalanya, siapa yang mau kepada seorang wanita yang pernah melahirkan satu orang anak? sedangkan ibunya saja yang cantik, yang telah bersama ayahnya selama hidup pun tidak bisa menemukan ayahnya ketika ibunya membutuhkan bantuan. Sherin dengan penampilan begitu sekarang, tidak akan ada yang mau padanya.
Sherin tidak memberi tahu Devan apa yang dia pikirkan,dia hanya menjawab "saya belum bertemu dengan orang yang saya suka dan menyukai saya."
__ADS_1
"keluarga Andrew lumayan bagus. Dia sepertinya juga mempunyai perasaan terhadap kamu. apakah kamu tidak menyukainya?" Sherin mengangkat kepalanya dan melihat ke Devan yang duduk di sofa dengan lengan kanannya bersandar di atas sofa. Sherin merasa terkejut, laki-laki ini terlihat berbeda malam ini.mengetahui apa yang sedang Sherin pikirkan,Devan langsung berdiri dan menjelaskan "Simon yang meminta aku untuk menjaga kamu."
Alis Sherin terangkat, Simon meminta Devan untuk menjaganya, makanya dia sampai kembali ke pulau untuk mencari Sherin dan bertanya tentang masalah pribadi Sherin?
"oh...kalau begitu, selamat malam.!" Sherin tidak menjawab pertanyaan Devan tadi dan kembali ke kamarnya sendiri.
Sherin menutup pintu kamarnya dan dia tertawa dengan dingin, dia hampir mengira.....
Setelah mandi, Sherin menata riasan yang dasar untuk menutupi kecantikan dirinya seperti biasa.Setelah siap menata rias, terdengar suara ketukan pintu.(tok tok tok) Sherin ke luar dari kamar dan melihat ada seorang pelayan berada di ruang tamu dan pelayan itu menaruh secangkir minuman di atas meja.
"Nona Sherin, ini adalah minuman teh jahe yang Tuan Devan meminta kita menyiapkannya untuk anda. silahkan di habiskan selagi teh nya masih hangat!" pelayan itu melihat ke arah pintu kamar Devan yang berada di depan kamar Sherin dengan iri hati. setelah itu pelayan meninggalkan ruangan.
Teh jahe? Sherin menjadi bingung. dan tiba-tiba dia ke ingat dengan bersinnya tadi, mengapa Devan begitu perhatian terhadapnya? apakah ini termasuk penjagaan yang di katakan Devan tadi? Sherin merasa tidak terbiasa tetapi dia tidak menolak,dia tetap menghabiskan teh jahe dan kembali ke kamarnya. Ketika Sherin sudah hampir tertidur, ada seseorang yang datang mengetuk pintu kamarnya lagi, Sherin membuka pintu dan terkejut ketika dia melihat Devan.
"telpon dari Simon." Devan berkata sambil menyerahkan handphone nya kepada Sherin.
__ADS_1
"hallo? Simon...."
"mama, mengapa telpon mama tidak aktif? aku kira ada sesuatu yang terjadi pada mama, dan aku telpon ke papa.baru aku tahu bahwa kalian sedang bersama." setelah berkata, Simon tertawa dan melanjutkan "mama kamu tinggal bersama dengan papa ku hanya berdua....?"