
Setelah dia menyalakan mobilnya, Devan mengulurkan tangannya dan menggenggam tangan Clover lalu meletakkan di atas pahanya, kesepuluh jari mereka saling mengait.
"kamu...kamu menyetir mobil dengan benar saja!" Clover menarik tangannya kembali.
"kamu jangan gerak gerak, membuat aku tidak fokus menyetir" perkataannya membuat telapak tangan Clover berkeringat, wajahnya semakin memerah.
"kamu tidur dulu saja, jika sudah sampai aku akan membangunkan kamu"
"tidak mau! aku mau menemani kamu ngobrol" Clover menggelengkan kepalanya, bisa bersama dengannya seperti ini bisa membuat dia sangat menghargai waktu mereka berdua, tentu saja dia tidak rela untuk tidur.
Di sepanjang perjalanan, mereka berdua hampir tidak berhenti bicara.
Clover menyadari kalau Devan benar-benar pintar, dia juga akhirnya mengerti IQ kedua anaknya yang tinggi pasti karena mirip dengan Devan, dia pun tahu akan semua hal.
Selain itu, dia juga menyadari kalau Devan tidak terlalu banyak bicara tetapi perkataannya yang sedikit itu langsung menuju ke poin pentingnya, sangat tajam dan kuat.
Pantas saja,meskipun masih sangat muda tapi bisa sukses seperti ini, bukan hanya omong besar saja.
Perjalanan mereka kira-kira menghabiskan waktu selama 2 jam.
Melihat pemandangan di depannya yang semakin lama semakin familiar, Clover tanpa sadar membelalakkan kedua matanya.
Ini adalah jalan ke makam ibunya.
"kamu....bagaimana kamu bisa tahu?" selama mereka bertemu kembali, dia tidak pernah memberitahu soal ibunya kepada Devan, yang pertama karena waktunya tidak ada, yang kedua karena latar keluarga ibunya melibatkan banyak orang, dia masih belum tahu bagaimana cara memberitahu Devan tentang hal ini.
"aku bertanya kepada Yuta, dia pernah sekali datang kemari denganmu"
Clover semakin kaget, dia juga tidak ingat, kapan dia pernah membawa Yuta kemari? tiba-tiba terlintas di benaknya, saat itu setelah dia kembali dari daerah pelangi, saat dia berada di daerah Wol, Yuta tiba-tiba muncul di tempat Hansen itu, pasti saat itu Yuta sudah mengikutinya sepanjang jalan.
Makanya dia bisa tiba-tiba muncul di saat genting.
__ADS_1
Dalam seketika, matanya memerah.
Tangan besar yang menggenggam tangannya tanpa sadar semakin mengeratkan genggamannya.Lalu dia mendengar Devan berkata, "kamu yakin, mau menangis di depanku untuk pria lain?"
Clover menarik nafasnya dan melihat ke bawah, "aku berhutang terlalu banyak padanya"
"mulai saat ini, kita akan mengembalikannya bersama,"
"ok"
Selama kepergiannya selama 4 tahun terakhir ini, Clover pernah kembali kemari sekali untuk melihat Devan, selain itu dia tidak pernah melihat makam ibunya lagi, setelah di pikir-pikir, sepertinya sudah beberapa tahun.
Namun, tidak di duga, makannya sangat jelas terlihat pernah di datangi oleh seseorang.
Dia menoleh dan menatap Devan dengan bingung, "apa kamu pernah kemari sebelumnya?"
Devan menggelengkan kepalanya, "tidak pernah, aku juga baru kemarin bertanya kepada Yuta, kenapa?"
Dia tiba-tiba menyadari sesuatu,apakah ini dari pulau kabut?
Dia teringat dengan tentara bayaran yang pernah di sebutkan pamannya, apakah itu dia?
Ternyata ada lagi yang datang untuk melihat makam ibunya, dia tanpa sadar menghela nafasnya, dia mendongak menatap Devan serta berkata, "saat ibuku meninggal, selain tetangga sebelah rumah, tidak ada siapa pun yang tahu kalau ibuku di makamkan di sini, tetapi....." dia melihat pot bunga itu, di tanah masih ada dua lagi.
"tetapi, ini bukan gayanya, paman tetangga sebelah tidak akan menggunakan pot bunga yang begitu mahal, karena dia pernah berkata, jika menanam bunga,yang mahal adalah bunganya bukan potnya."
Devan menganggukkan kepalanya, tangannya menepuk punggung Clover dengan pelan, setelah itu, Devan menariknya dan berlutut di depan batu nisan ibunya.
Clover sangat terkejut, "kamu...apa yang sedang kamu lakukan?"
Devan menatapnya lalu menoleh kembali, tatapan nya jatuh ke batu nisan yang ada di depannya dan berkata, "Ma, namaku Devan, tidak peduli apa alasan mama waktu itu sehingga meminta Clover melahirkan Simon, hari ini, aku mau berterima kasih pada mama, terima kasih karena mama telah membawanya ke sisiku, membuatnya masuk ke dalam kehidupanku "
__ADS_1
Dia berhenti sebentar lalu menatap Clover, saat mereka bertatapan, dia terus berkata, "aku jamin, kelak, dalam keadaan apapun, baik sehat maupun sakit, kaya maupun miskin, aku, Devan, akan selalu menghargainya, mencintainya, dan melindunginya seumur hidupnya,akan selalu setia kepadanya, jika aku mengingkari janjiku, maka aku...."
Jantung Clover berdetak dengan sangat kencang, dia mengerutkan alisnya dan menutup mulut Devan dengan menggunakan tangannya, dan menarik Devan dengan mata yang memerah, "apa yang sedang kamu lakukan?"
Dia sudah merasa sangat terharu dari tadi....
Seumur hidupnya hanya akan mencintai satu sama lain, tidak akan ada yang lainnya lagi, berapa banyak orang yang menginginkannya, tetapi berapa banyak orang yang benar-benar bisa melakukannya?
.
.
.
Bersambung....
.
Akhirnya, udah 3 part....
Mpu kira tidak akan sampai part ke 3, karena Mpu merasa kurang enak badanπ€π· dari pagi hanya di kurumun ku simut,,,tapi maksain ngetik sambil tiduran, ternyata sampai juga....Alhamdulillah....
Sekarang Mpu Mau bobo dulu, Mudah-mudahan besok sudah mereda,
Tapi sebelum bobo, Mpu mau mengingatkan,
Jangan lupa kasih like, komen, love vote, juga hadiahnya ya!!!
.
Terimakasih.....
__ADS_1
πππ