
Devan mengelus kepala Clover, kemudian berkata, "jangan terlalu merasa terbebani, aku akan menyuruh orang untuk terus mencarinya"
"kalau dia memiliki niat untuk sembunyi, kita akan sangat susah untuk mencarinya di dunia yang besar ini"
Sejak Gabriel menghilang, Devan memindahkan orang yang dia bisa percaya seperti Mbok Lili dan pak Hasan ke rumah dia bersama Clover.Devan juga menambah petugas keamanan di sekitar rumahnya.
Tidak ada Gabriel, kehidupan mereka juga kembali ke ketenangan.
Perkembangan CX lebih bagus daripada perkiraan, Devan juga sangat perhatian terhadap keluarganya ini, selain tidak memberikan Clover identitas nyonya Ningga, Devan memberikan Clover segala hal yang selalu diinginkan oleh seorang wanita, kasih sayang, kekayaan, pengertian, toleransi, dukungan.....
Diantara semua itu, kakek Clover menelpon beberapa kali kepada Clover, tetapi dia sama sekali tidak membahas tentang ayah Gabriel.
Gary juga mengirim kartu ucapan liburan dari berbagai jenis negara kepada Clover, melihat Gary yang sudah kembali ke kehidupan normal, Clover sangat merasa bahagia untuknya.
Kehidupan yang teratur dan tenang terlewati dengan begitu cepat, akhir tahun pun tiba lagi.
Clover menerima telpon dari ibunya Devan yang berkata kalau mereka tidak pulang ke daerah Ciput untuk tahun baru ini karena mau liburan ke negara lain.
Berpikir tentang liburan, Clover teringat dengan kota Seroja, jadi Clover memberi saran kepada Devan agar mereka bisa menghabiskan tahun baru ini di kota Seroja. Karena kota Ciput adalah kota yang dekat dengan pantai, penduduk di sana hampir sama sekali tidak bisa melihat salju, Clover ingin membawa Simon dan Momo untuk melihat pemandangan salju.
Clover juga ingin Simon dan Momo berkunjung ke kampung halamannya.
Devan yang sangat menyayangi Clover berjanji akan menyelesaikan semua masalah pekerjaan dengan cepat tahun ini agar bisa menemani Clover dan anak-anaknya.
Salju turun dengan begitu derasnya pada hari Clover dan anak-anaknya tiba di kota Seroja, Simon dan Momo merasa sangat senang dan Devan pun juga terlihat selalu membawa senyuman di wajahnya.
Yang datang bersama mereka masih ada Tifa, Dylan, bibi Su, Mbok Lili dan pak hasan.
Awalnya Clover ingin menyewa sebuah rumah mewah di kota Seroja agar semua orang bisa menghabiskan tahun baru dengan ramai di sana,
tetapi Devan orang yang kaya malah langsung menyuruh Dylan untuk membeli sebuah rumah mewah atas nama Clover.
__ADS_1
Kota Seroja tidak termasuk kota besar, rumah mewah mereka terletak di lokasi perumahan baru, daerah tersebut sangat tenang dan strategis.
Di depan perumahan ada lapangan kosong, di dalam ruangan ada penghangat ruangan, semua orang pun merasa sangat puas.
Dan Simon pun berkata ingin menghabiskan setiap tahun baru di tempat ini.
"kamu lihat, itu adalah sekolah SMP dan SMA aku, aku dan Yuta saling mengenal di sana" Clover menunjuk ke sekolah yang sudah ditutupi salju sambil berkata dengan senang.
Devan mengerutkan alisnya, "betapa bagusnya kalau aku yang mengenal kamu lebih awal"
Clover menutup mulutnya dengan kedua tangannya lalu tertawa, "ayo, aku akan membawa kamu pergi untuk melihat rumah yang aku tinggali selama 20 tahun lebih."
Jarang-jarang ada yang membantu Clover menjaga anak dan jarang-jarang Clover bisa membawa Devan melihat sejarah kehidupan masa kecilnya.
Clover merasa sangat bahagia seperti seorang anak kecil.
Karena salju turun dengan begitu derasnya, atap rumah yang Clover jadikan tempat tinggalnya dulu, sudah ditutupi salju.
"kamu lihat, aku tinggal di sini sejak kecil, ini adalah rumahku, di belakang rumah ada sebuah rel kereta dan rel kereta itu sedikit miring, pada waktu kecil, aku akan mengambil karung dan meluncur di atas jalur itu bersama anak tetangga, pada waktu musim semi, dari rel kereta itu bisa jalan sampai ke sebuah gunung, di atas gunung itu ada aliran air dan airnya juga sangat bening, pada saat musim panas....."
"Devan, kamu, kenapa?"
Devan memejamkan matanya dan mengerutkan alisnya, setelah beberapa saat, Devan bertanya kepada Clover dengan emosi, "apakah di belakang rumah kamu ini ada sebuah selokan kecil?"
Clover mengangguk, "iya, mengapa kamu bisa tahu? di dalam selokan itu ada banyak ikan kecil, tetapi ibuku melarang aku untuk menangkapnya, Devan, mengapa kamu bisa tahu?"
Tenggorokan Devan bergerak dengan cepat, dia menelan air liurnya dan menatap ke wajah Clover, "bolehkah kamu membawa aku pergi untuk melihat selokan itu?"
Clover tidak mengerti mengapa Devan seperti itu, tetapi Clover tetap memegang tangan Devan dan berjalan ke belakang melewati gang di samping rumah.
Air yang berada di selokan kecil itu sudah membeku menjadi es, di sisi selokan di penuhi dengan salju yang putih...
__ADS_1
"kamu lihat, ini adalah selokannya, sayangnya sekarang sudah beku" sambil berkata, Clover berjongkok ke bawah dan menekan ke air yang sudah membeku.
"esnya terlalu tebal, sepertinya akan susah mau menghancurkan nya, kalau tidak mau bisa melihat ikan kecil di dalam sini"
"Clover, jangan-jangan kamu pernah menolong sorang anak kecil di sini pada saat kamu masih kecil?"
Clover mencabut sebuah rumput kering dan menulis nama dia dan Devan di atas salju, mendengar pertanyaan Devan, dia langsung menjawab tanpa mengangkat kepalanya, "iya, sepertinya iya, usiaku terlalu kecil pada waktu itu jadi kesanku tidak terlalu besar terhadap hal itu, aku hanya ingat anak kecil itu sepertinya mengalami luka, aku menghalangi hujan untuk dia, setelah itu..... setelah itu aku juga tidak ingat lagi, yang penting karena itu, ibuku memukul aku, dan itu adalah pertama kalinya ibuku memukulku, jadi aku mengingat hal ini."
Karena Devan tidak memiliki reaksi pada waktu yang sangat lama, Clover pun mengangkat kepalanya dan melihat ke wajah Devan yang sudah dibasahi dengan air mata, Clover merasa panik, orang bilang seorang pria itu tidak mudah untuk menangis, apalagi air mata Devan, itu sangatlah jarang.
"Devan, kamu kenapa....." Clover belum selesai berkata, Devan sudah memeluk dia dengan erat. Meskipun mereka memakai baju yang sangat tebal, Clover tetap bisa merasakan detak jantung Devan yang sangat kencang.
Devan memejamkan matanya, lalu tertawa dengan dingin, dia sudah bilang, sifat seseorang tidak akan berubah begitu banyak, anak yang begitu baik hati tidak mungkin berubah menjadi seperti itu?
Ternyata mereka sudah salah sedari awal, salah sampai tidak masuk akal.
Devan juga berterima kasih kepada Tuhan, berputar ke sana ke sini, akhirnya dia juga akan menikahi gadis kecil yang menyelamatkannya dulu.
"Clover, anak kecil yang kamu selamatkan dulu itu adalah aku" Devan berkata beberapa kata ini dengan lambat dan pasti.
Clover langsung mendorong Devan, "apa maksud kamu...."
Devan menghela sebuah nafas, "maksudku adalah, kami mengira kalau Gabriel yang menyelamatkan aku, tetapi sebenarnya ternyata yang menyelamatkan aku itu adalah kamu, Clover....." setelah itu, Devan mengeluarkan nafas seolah-olah melepaskan semua beban.
Akhirnya dia tidak akan merasa bersalah lagi terhadap Gabriel.
.
.
.
__ADS_1
Mohon dukungannya like dan komen
Terimakasih....