Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Yuta,maaf!


__ADS_3

Sherin menutupi dahinya,agak tidak tahu harus bagaimana, Sherin melihat yuta yang terdiam lama sekali, baru lah dia berkata "Yuta,maaf!"


"aku tidak mau kamu bilang maaf! Sherin,kamu tidak boleh seperti ini terhadapku, Sherin,kamu lihat aku sudah mencintai kamu selama 8 tahun, kamu dan kakak sepupuku baru kenal berapa lama? di antara kalian,apa mungkin ada cinta sejati....aku tidak percaya! Sherin,demi dirimu, aku merelakan semuanya,sungguh...."


Sherin mengangkat kepala, terkejut,memandang Yuta,di banding sewaktu masih SMA, laki-laki di hadapannya ini terlihat jelas sudah lebih mempesona, kalau sebelum pergi ke pulau itu dia bertemu dengan laki-laki ini,dia berpikir,saat ini laki-laki ini pun juga berkata demi dirinya,akan merelakan apapun.


Sherin,meski tidak menerima,tapi,suatu hari kemudian saat dia ingin mencari seseorang untuk menikah, dia pun mungkin bisa terlebih dahulu mempertimbangkan laki-laki di hadapannya ini.


Setidaknya, dia tahu akar,tahu dasar,,


Setidaknya,selama bertahun-tahun ini, sudah bisa mengetes seseorang.


Setidaknya,kalau hanya mencari seseorang untuk menikah, kalau memang ingin berpetualangan,tidak perlu curiga,resiko laki-laki ini sangat rendah.


Tapi....di dunia ini tidak ada KALAU.


Hati Sherin sudah menyukai Devan, sudah mencintai tanpa keraguan lagi.


Sherin berputar membalik badan menghadap ke Yuta, duduk kembali ke atas sofa,menghirup nafas dalam dalam, "Yuta, Devan itu di saat aku tidak cantik,dengan sifat tidak menyenangkan,dalam beragam kondisi yang kacau,dia sudah menyukai diriku.Yuta,aku bukan lah seorang wanita yang haus akan kekayaan dan kehormatan,kalau aku tidak ada perasaan terhadap Devan,bagaimana pun baiknya latar belakang keluarga Devan,aku juga tidak akan memberikannya sedikit pun peluang, hal yang di lakukan Devan lah yang membuat aku tersentuh, laki-laki itu tidak pernah menggunakan uang untuk membuat aku tersentuh,seperti yang kamu ketahui tentang kakak sepupumu itu, kamu merasa dia terhadapku apa hanya main-main saja? watak laki-laki itu,kamu tidak mungkin tidak mengenal jelas sedikit pun? jadi, kita ini sungguh-sungguh...." ucap Sherin panjang lebar.


Yuta sangat ingin membantah,tapi apa yang di katakan Sherin itu tidak salah,Devan,orang itu terlahir sangat baik, dari kecil sampai dia besar yang ada hanya orang berputar mengelilinginya, hanya ada orang lain yang mengikuti kehendaknya.....


Tapi,terhadap Sherin, Devan itu terlihat jelas tidak sama....


Dan suasana seperti kemarin itu,laki-laki itu bisa mempercayai Sherin, setelah kejadian, di saat pertama menyempatkan diri ke sana untuk menghibur Sherin.


Dia juga adalah seorang laki-laki,dia tahu apa maksud Devan.....


Berpikir sampai di sini, Yuta seutuhnya duduk terpaku di sofa, percintaan ini belum di mulai,sudah di takdir kan untuk berakhir kah?

__ADS_1


Dirinya pernah mengatakan,akan mempertaruhkan apa saja, untuk mendapatkan diri dan hati wanita ini, tapi?


Dia ingin melangkahkan kaki untuk keluar, masuk pun sudah tidak ada kesempatan lagi...


Dia menutup mata sejenak,membuka mata lagi dan perlahan berdiri.


"Yuta....." jiwa laki-laki yang dingin kesepian itu,membuat perasaan di hati Sherin sangat tidak enak sekali.Meski mengatakan tidak bisa memberikan laki-laki itu cinta,tapi keakraban yang di berikan laki-laki ini juga tidak bisa di abaikan, Sherin hari ini bisa mengatakan hal ini begitu jelas karena dia tidak ingin menunda-nunda lagi dan membiarkan laki-laki ini terjerumus semakin dalam saja.


Langkah kaki Yuta berhenti sejenak,dengan sekejap menjulurkan tangan memeluk Sherin dengan erat ke dalam pelukannya.


Setelah berpikir pikir dalam dalam.....


Yuta melepaskan Sherin, menepuk-nepuk di atas pundak Sherin, "tidak apa-apa,kita masih bersahabat!"


"sungguh,kamu tidak akan marah kepada ku kan?" Sherin sedikit tak sabaran bertanya kepada Yuta.


Teringat sebelumnya,setelah menolak Andrew, selama ini mereka pun tidak pernah kontak lagi.


Melihat ketidak sabaran Sherin di matanya,Yuta kembali menarik nya masuk ke dalam pelukannya, di tempat yang tidak terlihat oleh Sherin, air mata menetes, perlahan terjatuh ke punggung tangannya,dan terjatuh lagi ke lantai.


"di kemudian hari, aku adalah orang terdekat mu,kalau sepupuku itu mempersulit kamu,aku akan bertarung dengannya"


Yuta masih saja berkata dengan nada bergurau, membuat Sherin seketika menjadi lega. Sherin balik memeluk Yuta, "kak..." Sherin memanggilnya.Yuta terdiam sejenak, mendorong dengan pelan melepaskan Sherin dari pelukannya, membelokkan badan, pergi ke ruang makan,mengambil sebuah bakpao, mengunyahnya satu gigit, menutupi rasa kecewa dalam matanya, membuka mulutnya berkata, "lupakan,jangan sembarangan memanggil, kamu sudah jadi tante-tante begitu, masa panggil aku kakak?"


Nada gurauan Yuta itu,akhirnya membuat hati Sherin yang terangkat itu jatuh ke bawah.


"kamu berencana bagaimana mengahadapi Gabriel,wanita murahan itu?"


"kamu itu seharusnya memanggil dia kakak ipar ya!" Sherin berkata sambil mengambil susu kedelai dan meminumnya seteguk.

__ADS_1


"panggil dia kakak ipar, lalu harus memanggil kamu apa?"


Sherin memutar bola matanya ke atas.


"setelah lebaran tahun baru china,berhenti lah bekerja di sana, bekerja di tempat ku saja!"


Berhenti? Sherin terlihat jelas terdiam sejenak,benar juga, kenapa tidak pernah terpikir oleh dirinya, Gabriel wanita mengerikan itu, sepertinya sudah ada pikiran jahat terhadapnya, jika dirinya masih bekerja di bawah tangannya lagi, tidak di persulit oleh Gabriel itu akan terasa aneh.


"emm,nanti kita bahas lagi deh!" Sherin menghirup nafas ringan, "besok sudah malam tahun baru china, kamu seharusnya pulang,kumpul bareng keluarga kan?"


Yuta mengangguk, "emm,ibuku hari ini sepertinya terus menerus mendesak, aku khawatir dengan kamu dan pergi ke sini untuk menjenguk kamu!"


Memikirkan ini, Yuta balik bertanya kepada Sherin "besok, kamu sendiri bagaimana?"


"aku..." Sherin membalikkan badan,merapikan barang di atas meja,dan membuangnya ke tong sampah.Menghirup-hirup nafas, "besok,lihat lihat lagi deh....mungkin merayakannya bersama Simon"


Mungkin.....merayakan seorang diri.


Walaupun sudah mempersiapkan dengan baik,saat memikirkan ini, dalam hatinya masih tidak bisa menghindari kesedihan yang tidak terduga.


Di rumah sakit.


"ma,kamu telpon Devan, apakah dia baik-baik saja atau tidak? semalam dia pergi begitu saja lalu tidak kembali lagi, dia pasti sudah pergi ke rumah wanita murahan itu!" Gabriel berkata, menutup selimut menangis dengan sedihnya.


Ibu Gabriel memberikan apel yang sudah di kupas itu kepada Gabriel, namun tangan Gabriel sekali melambai, membuat apel itu jatuh ke lantai.


"sekarang ini aku mana bisa makan?" setelah mengatakan, Gabriel menarik selimut menutupi sampai ke atas kepalanya, memasukkan lengan bajunya ke dalam mulut,tidak berhenti merobek-robek.


"Gabriel,kamu lepaskan saja dia!" suara lembut yang hanya di batasi oleh selimut, dari luar menyebar ke dalam...

__ADS_1


Mana Like,komen dan Vote nya???😃


__ADS_2