Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Kemarahan Devan


__ADS_3

Setelah berkata, Sherin mencicipi kopinya dengan perasaan gugup. Dia tidak berani bertatapan dengan Yuta. Suasana di dalam kantor ruangan Yuta pun menjadi sunyi sejenak.


"saya juga mengira kalau saya tidak akan membiarkan seorang wanita untuk bisa mengatur perasaaan hati saya" ucap Yuta.


"tetapi saya salah.saya baru menyadari bahwa saya telah jatuh cinta pada wanita itu setelah wanita itu pergi dan hilang dari dunia saya." lanjut Yuta.


Sherin tentu saja menjadi bingung.Yuta sudah tahu tentang cinta nya pada saat SMA? atau mungkin Sherin sendiri yang terlalu polos? tetapi, apa yang sedang terjadi baru-baru ini? sudah ada tiga laki-laki yang mengakui perasaan mereka terhadap Sherin baru-baru ini,tetapi Sherin tidak menanggapinya.


Setelah sunyi sejenak, Sherin menghembuskan nafas yang ringan dan berusaha menyingkirkan perasaan hatinya yang sedang kacau.


Sherin meletakan kontrak dan pena di atas meja Yuta dan kemudian sambil tersenyum dia berkata "saya menjadi ingin tahu seperti apa penampilan wanita yang Direktur Yuta cintai itu"


Yuta mengangkat kepalanya dan memandang ke pipi kanan Sherin.Yuta tidak mengerti apakah karena yuta sudah terlampau rindu kepada wanita itu, dia bahkan bisa melihat bayangan wanita itu jika dia melihat wajah Sherin dari jarak dekat.


Merasakan keanehan dari tatapan Yuta, Sherin secara reflek langsung berdiri.tetapi, sikunya secara tidak sengaja menyenggol cangkir kopi yang ada di atas meja sehingga kopinya pun tumpah ke pakaiannya.


"yah!" Sherin merasa sangat kaget dan malah menjatuhkan lagi kursi di belakangnya ketika dia ingin mundur ke belakang. Yuta ingin membantu Sherin untuk bangun tapi dia tidak melihat kaki kursi di depannya saat di berjalan beberapa langkah ke arah Sherin dan malah ikut jatuh menimpa badan Sherin.


Mendengar suara yang berisik, beberapa karyawan bergegas masuk ke dalam ruangan dan mereka melihat posisi Yuta dan Sherin yang berada di atas dan di bawah. Dari sudut pandang yang tidak di perhatikan semua orang, ada seseorang yang mengeluarkan ponselnya dan mengambil foto Yuta dan Sherin yang sedang dalam keadaan posisi seperti itu.

__ADS_1


Yuta menoleh ke arah pintu terbuka dan menatap para karyawan dengan tatapan yang tajam, membuat semua karyawan menciut dan meninggalkan ruangannya. Kemudian Yuta bangkit dari posisinya dan membantu Sherin untuk bangun berdiri.


"Nona Sherin, apakah anda baik-baik saja?"


Sherin hanya mengangguk dan tatapan nya tertuju pada halaman terakhir kontrak yang berada di atas meja itu. Melihat tanda tangan Yuta sudah berada di kontraknya, lalu Sherin mengambil dan menyimpan kontrak tersebut ke dalam tasnya "kalau begitu, saya akan pergi dulu.Direktur Yuta!" pamit Sherin kepada Yuta.


Setelah berjalan dua langkah, Sherin tiba-tiba teringat sesuatu dan dia langsung menoleh ke Yuta "Direktur Yuta, walaupun saya tidak mengerti perasaan anda terhadap wanita itu, tetapi menurut saya, mungkin wanita itu tidak tahu karena hati wanita itu pasti tidak memikirkan tentang perasaan anda jika dia bisa menghilang selama enam tahun tanpa kabar. Daripada keras kepala, mending Direktur Yuta melupakannya." ucap Sherin. setelah mengatakan itu, Sherin meninggalkan ruangan Yuta.


Di dalam bus umum, Sherin terus menatap pada kontrak di tangannya, dia tidak mengerti perasaan dirinya terhadap Yuta. Sherin merasa sangat bersalah. Karena Sherin sibuk memikirkan tentang masalah Yuta, Sherin tidak sadar kalau ponselnya terus bergetar. Kemudian Sherin turun dari dalam bus dan dia berjalan kembali ke gedung Simba.


Dia duduk di sebuah kursi panjang dan melihat jam tangan di pergelangan nya, bermaksud ingin menunggu dua puluh menit di sana, karena dua puluh menit lagi dia sudah bisa makan siang.


Merasakan ada bayangan seseorang di depannya, sherin mengangkat kepalanya dan melihat Devan yang berada di depannya itu sedang menatap dirinya dengan tatapan yang tajam.


"siapa yang memberimu hak untuk tidak menjawab telpon dariku dan juga tidak membalas pesan dariku?" tanya Devan dengan ketus. Devan hanya memandang wanita di depannya.


Sherin merasa bingung, kemudian dia mengeluarkan ponselnya di dalam sakunya. ada 37 kali telpon yang tidak terjawab dan juga puluhan pesan teks....


"Tuan Devan, apakah anda memiliki terlalu banyak waktu?" Sherin bertanya kepada Devan sambil mengangkat alisnya. Dia tetap lebih terbiasa dengan Devan yang selalu bersikap dingin dan cuek.Tetapi, kehangatan Devan yang sekarang ini membuat hati Sherin tersentuh.

__ADS_1


Melihat ketidak pedulian Sherin, Devan menjadi semakin di buat emosi. Devan tidak bisa berbuat apa-apa dari pagi karena Sherin tidak mengangkat telponnya dan tidak membalas pesannya juga.Tetapi Sherin malah bahkan tidak membaca pesan teksnya.


"apakah dia adalah seorang artis?"


"penampilannya sangat tampan"


"kulit dia sangat bagus"


"ayo, kita pergi untuk menyapanya"


"tidak ah,aku tidak berani!"


Ada sebuah universitas yang terletak di jarak tidak jauh dari gedung Simba. jadi banyak mahasiswa yang melewati gedung Simba setiap hari. Tidak heran jika mereka mengira bahwa Devan yang begitu sangat tampan adalah seorang artis. Sherin merasa tidak nyaman dengan tatapan dari Devan. "Tuan Devan, jika tidak ada urusan lain, saya akan pergi untuk makan siang dulu!" Sherin berjalan melewati Devan. tetapi Devan mencegahnya dengan memegang lengan Sherin dan dia berkata "Sherin, apakah aku sudah terlalu baik terhadap kamu?" Sherin memilih untuk tetap cuek terhadap keluhan dingin Devan. Sherin hanya peduli dengan anaknya, yang juga anak Devan. Jadi, orang lain takut terhadap Devan tetapi Sherin tidak....


"apakah saya yang meminta anda untuk menelpon dan mengirim pesan teks kepada saya? kamu adalah seorang Direktur, kamu bisa main ponsel sesuka hati kamu.Tapi saya hanyalah seorang karyawan, apakah saya bisa main ponsel sesuka hati saya pada waktu jam kerja? saya tidak memaksa kamu untuk menyukai saya. Saya juga tidak menyukai kamu. Jadi kamu tidak perlu bersikap baik terhadap saya!" Karena masalah Yuta, Sherin sudah lapar dan merasa capek, di tambah harus mengahadapi Devan, emosi dia menjadi naik.


Devan menatap Sherin dengan dalam dan berputar balik badannya,lalu kembali ke mobilnya.Dia tidak memberikan Sherin kesempatan untuk bereaksi dan meninggalkan tempat.


Sherin menghela kan nafas, dia merasa lega setelah melihat mobil Devan yang melaju semakin jauh.tetapi Sherin tidak merasakan rasa lega yang dia rasakan waktu menolak tadi. Hanya ada rasa kekosongan di dalam hati Sherin saat ini.

__ADS_1


Sherin mengira bahwa Devan yang memiliki harga diri yang tinggi tidak akan bisa melakukan hal seperti terus mengejar seseorang yang cuek terhadapnya.Jadi Devan pasti akan melepaskannya setelah masalah ini.


__ADS_2