
Setelah menutup telponnya,sambil melihat Andrew dengan nada seakan meminta maaf dia berkata."Simon sepertinya demam,aku harus pulang untuk melihatnya."
Mata Andrew terlihat kecewa ketika melihat kegelisahan Sherin itu,lalu dia berdiri dan membantu Sherin merapi kan rambut sampingnya yang terurai itu kebelakang telinga,dan dengan nada suara seperti biasa,lembut,"pergi lah!"
Setelah berpesan kepada Andrew untuk merahasiakan yang dia ceritakan tadi, sherin pun berlari pulang dengan panik.
Pandangan matanya seakan mengantar kepergian Sherin.Dalam hidupnya selama ini,baru pertama kali dia merasakan kecewa dan tidak bisa mendapatkan apa yang dia sukai.Ternyata di dunia ini,bukan karena ada uang,bisa mendapatkan semua yang diinginkan.
Tapi dia tidak akan menyerah begitu saja.
Simon mungkin terkejut semalam,Sherin sampai di rumah bersamaan dengan dokter keluarga Devan.
Setelah memeriksa Simon,doktet berkata."jangan terlalu khawatir, ini hanya karena dia terkejut,setelah beristirahat dia akan baik baik saja." setelah mendengar perkataan dokter ini,
semua orang di rumah itu merasa lega.
Setelah kejadian itu,Sherin pun tinggal lagi di rumah itu.
Orang orang di rumah itu sudah tahu bahwa Sherin telah menyelamatkan nyawa Simon,makanya pembantu-pembantu di rumah itu pun menjadi agak segan terhadapnya.
Simon juga sangat menempel dengannya,anak itu juga patuh dan taat terhadap perkataan dan perintah Sherin.panggilan kepada Sherin juga sudah di ganti dari tante menjadi "mama\(tiri\)".
Kata mama\(tiri\)ini selalu membuat orang salah paham bahwa wanita ini adalah istri muda papanya,makanya Sherin sangat menolak panggilan ini,tapi bagaimana pun dia memintanya,
Simon tetap saja tidak meu mengganti panggilan ini.
Setengah bulan kemudian,semalam sebelum pertunangan antara Devan dan Gabriel.
"besok sore,pagian bawa Simon ke hotel Horison!" pesan Devan kepada Sherin saat makan malam.
Sherin menganggukan kepala dan menjawab."baik..."
Sejak kejadian itu,Sherin semakin menghormati Devan.
Selain tidak bisa menghindari berbicara dengan laki laki itu,dia sepertinya memusnahkan kesempatan-kesempatan lainnya untuk berinteraksi dengannya.Karena dia benar benar merasa emosi laki laki ini tidak stabil,tidak tahu kapan saja membuatnya marah,jadi lebih baik dia menghindarinya.
__ADS_1
Setelah menjawab perkataan Devan, Sherin langsung membalikkan badannya dan berjalan naik ke atas.
Melihat bayangan itu bergegas pergi seperti itu,walau raut wajah Devan tidak berubah,tapi dia tidak bisa menahan api dalam hatinya untuk menyala.
Apakah dia semenyeram kan itu? sampai\-sampai di mata wanita ini dia seperti binatang buas saja.
Sore keesokan harinya,sama seperti yang telah di pesan Devan,Sherin membawa Simon berangkat satu jam lebih awal.
"ma,papa ku bertunangan hari ini."
Sherin menganggukan kepala sambil menjawab."iya,kenapa?"
Pertunangan Devan adalah moment besar di daerah ciput. Berita ini sudah di umumkan di berbagai macam media sosial dan berita -berita,walaupun Sherin yang hanya fokus mengerjakan urusannya sendiri,dia juga tetap bisa tahu tentang hal ini.
Di tambah lagi, sudah sejak lama di rumah Devan
mempersiapkan kedatangan nyonya mereka.
Dari sandal rumah yang harus di ganti saat masuk ke pintu rumah,sampai ke peralatan makan yang di sukai Gabriel di dapur,di tambah dengan tempat mencuci tangan yang di penuhi dengan sabun\-sabun kesukaan Gabriel....dan banyak lagi yang lainnya.
"mama,kalau kamu benar-benar menyukai papa ku,beritahu aku,aku bisa membantumu." ujar Simon lalu memegang tangan Sherin dan mengayun-ngayunkannya.
Perkataan itu membuat Sherin tidak bisa menahan diri untuk tertawa,anak ini sungguh bandel,dia pun menggelengkan kepalanya lalu menjawab."tidak suka,tidak suka....papamu sudah akan bertunangan,jangan sembarangan ngomong lagi!"
"papa ku kaya dan tampan,mana mungkin mama tidak suka padanya."
Sherin terus saja tersenyum dan tidak menjawabnya lagi,dia merasa agak tidak cocok memperbincangkan masalah percintaan dengan anak kecil seperti ini.
Devan memang orang yang sukses,tapi dari awal dia sudah tahu betul makanya dia juga tidak banyak berpikir tentang hal seperti ini karena sudah menjadi sifat manusia bahwa jika kita tidak berharap,maka juga tidak perlu memohon.
Hanya saja di mata Simon,Sherin tidak menjawab pasti karena hari ini papanya akan bertunangan,membuat wanita itu sedih jadi tidak mau menjawab.(pikir Simon)
Tiba-tiba sinar tajam yang gemerlap itu melintas mata.
__ADS_1
Tidak perlu banyak berkata lagi tentang pertunangan Devan,pasti tidak bisa di bandingkan dengan pertunangan orang biasa.Hanya dengan membooking satu hotel paling top berbintang enam di daerah ini saja sudah sulit untuk di bayangkan oleh orang awam.
Ketika Sherin sampai,Dylan sudah berdiri menunggu di dekat pintu.
Melihat mereka masuk ke lobby,Dylan langsung menghampiri dan membawa mereka sambil berkata."lantai 1 untuk wartawan dan media sosial,pak Devan ada di lantai 3,dia berpesan kepada saya untuk membawa kalian langsung naik ke lantai 3.
Sambil berkata,dia membawa mereka berjalan melalui pintu kecil di samping dan naik ke lantai 3.
Sesampainya di lantai 3,tiba -tiba Simon memberitahu Sherin bahwa dia sedikit kedinginan,jaketnya masih di dalam mobil dan meminta Sherin untuk mengambilnya.
Sherin yang tidak banyak berpikir pun langsung turun ke bawah.
"om,aku ingin tanya satu hal ya?"
Dylan memang selalu baik terhadap Simon,tapi karena sifat anak ini sama seperti ayahnya,dingin,maka mereka jarang berbincang-bincang, apalagi dia sendiri yang memulai pembicaraan,membuat Dylan langsung tersenyum-senyum sambil membongkokkan dirinya melihat Simon dan menjawab.
"silahkan mau tanya apa,om dengarkan?"
"menurutmu apabila seorang wanita menyukai seorang laki laki,tapi laki laki itu tidak menyukai wanita ini,um...mau bagaimana baru bisa menyatukan mereka.?" tanya Simon dengan nada yang cepat seakan sedang bernyanyi lagu rap.
walaupun kecerdasannya tinggi,tapi itu hanya sebatas pemahaman teori saja,untuk masalah sosial dan percintaan seperti ini,dia tidak mengerti sama sekali.
"berhubungan....intim lah...."jawab Dylan secara reflek namun segera menutup mulut karena merasa tidak baik mengatakan perkataan seperti itu di hadapan anak kecil lalu dia berkata.
"kamu,uhuk... uhuk...*pura-pura batuk*,kenapa kamu bertanya seperti ini?
Simon mengerutkan dahi,hubungan intim? iya benar,kenapa ini tidak terpikir olehku,setelah mereka berhubungan seperti itu,lalu mengandung dan melahirkan adik untuk ku,secara otomatis mereka tidak bisa di pisahkan lagi bukan?
Walaupun papanya mau bertunangan dengan Gabriel hari ini, tapi dia tidak mau peduli terlalu banyak.
Anak itu menggelengkan kepala,dan tidak menghiraukan Dylan lagi.
Berinteraksi dengan anak yang sifatnya sama seperti ayahnya ini,Dylan juga sudah terbiasa,maka dia hanya melihatnya sebentar dan tidak banyak berpikir lagi.
Sherin yang sudah mengambil jaket Simon di mobil pun,
menunggu di depan pintu lift.setelah pintu lift itu terbuka,dia terdiam saat melihat jelas orang di dalamnya,di dalam lift itu berdiri seorang laki laki dan wanita.
__ADS_1
Yang laki laki adalah Andrew,hari ini tidak seperti biasnya berpakaian gaya bebas, dia memakai setelan jas dan sepatu kulit,terlihat lebih energik,tampan luar biasa,dan juga lebih jantan.
Di sampingnya berdiri seorang wanita yang memakai gaun berwarna kuning muda keemasan dengan pinggang yang terbalut ikat pinggang,raut wajahnya cantik,kulit putih menawan,kalau di lihat seperti blasteran,sangat mencolok dan menarik perhatian orang,wanita itu merangkul lengan Andrew dan dengan wajah tersenyum memandangi Andrew,sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu,terlihat suasana hati mereka yang senang.