Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Alasan Simon Lahir


__ADS_3

Devan menatap Sherin dengan tatapan yang tidak tenang, tatapannya yang sangat dalam ini penuh dengan kasih sayang.


"sebelum mempunyai Simon,aku pernah.......tetapi setelah mempunyai Simon, bersama kamu,ini adalah yang pertama kali!"


Sherin menoleh, mengangkat kepalanya "itu,lalu kamu pernah bilang,kamu.... ini,adalah pertama kali,kamu....kamu pembohong!"


Pria ini memegang hidung Sherin, ekspresi wajahnya tidak berubah sama sekali "pertama kali, benar,,,pertama kali dalam lima tahun ini"


Sherin memutar bola matanya,mengambil bantal yang ada di sampingnya dan melemparkan ke arah Devan. "Devan, kamu benar-benar tidak tahu malu! pada hari itu kamu malah menyuruh aku untuk minta maaf!"


Kemudian Devan menarik lengan Sherin,menarik ke dalam pelukannya, sudut bibirnya terangkat,mulai tertawa dan berkata


"kamu boleh bertanya alasan mengapa selama lima tahun ini,aku tidak pernah menyentuh wanita,termasuk Gabriel!"


Sherin menundukkan kepala,berpikir,lalu bertanya "apakah kamu mengalami masalah kesehatan seksual? apabila tidak,ini sangat tidak masuk akal, seorang pria yang normal sangat aktif pada usia seperti ini"


Ekspresi Devan menjadi datar, "apakah IQ kamu 0? mengalami masalah di seksual, malam itu,kita bisa melakukannya bersama bukan?" ucap Devan mengingatkan Sherin.


"malam itu,aku sama sekali tidak mempunyai ingatan," Sherin berkata jujur.Malam itu,dia benar-benar tidak tahu apa yang terjadi,jika bukan karena tubuhnya merasa sangat sakit pada keesokan harinya,mungkin dia tidak akan mengetahui apa yang telah terjadi malam itu.


Tetapi,Devan malah menyipitkan matanya, dengan jarinya yang panjang dia mengelus pipi Sherin. "apa artinya, aku harus membuktikannya lagi?"


"mem....buktikan?" kali ini,Sherin langsung bereaksi.Tiba-tiba dia menarik selimut,menutupi badan dan menggelengkan kepalanya.


"jangan mengganti topik pembicaraan! kamu menjelaskan,kamu kenapa....?"


Pria ini menyeringai,terdiam lama,kemudian berkata "karena, Simon ada karena pada saat itu aku di kasih obat bius, dan ******-ku diambil untuk melakukan inseminasi dengan seorang wanita,dan berubah,jadi,saat melakukan hal ini,pikiran aku selalu penuh dengan Simon. Aku tidak bisa melakukannya."


Sherin terdiam, kemudian,dia tertawa terbahak-bahak, pikiran penuh dengan Simon? haha....

__ADS_1


Tetapi,saat dia tertawa, tiba-tiba dia berhenti,setengah berdiri, menatap Devan, menatap dengan ekspresi yang serius dia bertanya "kamu,tadi bilang, Simon ada karena pada saat itu kamu di kasih obat bius,mengambil ****** kamu untuk melakukan inseminasi dengan seorang wanita,setelah melakukan inseminasi,berubah?" Sherin merasa suaranya sedikit bergetar.


Dia bangkit,setengah berjongkok di kasur,bertatapan dengan Devan,seluruh tubuhnya merasa tegang.


"itu,maksud kamu adalah,kamu tidak mengetahui siapa ibu kandung Simon? dan kamu melakukannya dengan tidak rela?" Sherin memperjelas pertanyaannya kepada Devan.


Devan mengerutkan kening,terhadap reaksi Sherin,dia tidak mengerti.tetapi dia menganggukkan kepala kemudian dia berkata "ayahku yang menyuruh orang untuk melakukan nya, tetapi dia tidak mengatakan siapa wanita tersebut, juga tidak menjelaskan mengapa dia melakukan hal seperti ini?"


Sherin tentu saja sangat terkejut,jatuh terduduk di atas kasur, dalam kata lain,ayahnya Simon sedang mencari ibu kandungnya? membahas tentang hal kepemilikan Simon?


mengapa? Sherin masih belum mengerti,sebagai seorang ayah, dengan alasan apa? dia melakukan hal seperti ini kepada anaknya sendiri?


Apabila Devan benar-benar sehat, ingin mempunyai anak,itu hanya masalah waktu,sedangkan pada saat itu, Gabriel pasti juga berada di sana,kenapa dia mengizinkan ayah Devan melakukan hal ini?


Pria yang dia cintai bersama dengan wanita lain, mempunyai anak, apabila hal ini terjadi pada dirinya, Sherin juga pasti tidak akan bisa menerimanya.


Apalagi,wanita yang mengantar ****** itu adalah Gabriel sendiri?


Gabriel....Ayah Devan....Dan ibunya...


Daerah kelahiran Sherin dengan daerah Ciput jaraknya sangat lah jauh.Bagaimana,ayah Devan mencarinya sampai ke tempat tersebut?


Apakah Ayah Devan dan ibunya Sherin saling mengenal?


Sherin menarik kesimpulan seperti ini, dia merasa sangat pusing memikirkan semua ini.


Sebenarnya apa yang terjadi?


Sherin memegang kepalanya,pikirannya sangat kacau, dia berencana,suatu hari akan mencari kesempatan untuk bertanya langsung kepada Devan.Setelah bertanya,dia bisa kembali menjadi dirinya sendiri,bisa dekat dengan Simon.

__ADS_1


Hal ini,Devan sendiri juga masih belum mengerti.Apabila begitu, untuk sementara,masalah ini,tidak bisa di selesaikan.


"apa yang sedang kamu lakukan?" Devan menatapnya,dia menggaruk kepala, dengan bingung dia bertanya.


Badan Sherin bergetar,dia menggigit bibir bawahnya, mengangkat kepala dan lalu menggelengkan kepala pada Devan "tidak apa-apa,aku hanya....hanya,pernah mendengar hal-hal tentang Simon, aku merasa Simon sangat kasihan.Aku berpikir....berpikir,kamu tahu tentang ibu kandung Simon,dan juga tahu kenapa Simon dilahirkan,tetapi tidak menyangka, kamu sendiri juga tidak mengetahuinya" suara Sherin yang gugup.


Kata-katanya seperti ingin menjelaskan sesuatu.


Tetapi Devan sama sekali tidak mencurigainya, karena hubungan Sherin dengan Devan,mempunyai reaksi seperti ini, adalah hal yang normal.


Devan menggelengkan kepala,kemudian berdiri "jangan terlalu di pikirkan, tunggu Simon sudah besar, aku akan menyuruh Simon bertanya langsung kepada kakeknya sendiri!"


"jadi,kamu tidak pernah mencari tahu siapa ibu kandung Simon?" Sherin berpikir,tetapi dia tidak berani membuka mulutnya, Devan kenal dengan banyak orang, yang kaya raya dan memiliki kekuasaan.Apabila Sherin ingin mencari tahu, sekarang,pasti sudah mempunyai kesimpulan.Tetapi,sangat jelas,beberapa tahun belakangan ini,hidupnya dengan ibunya sangat tenang,tidak ada yang mengganggu..


"pernah mencari" berhenti sejenak,kemudian Devan menyambung lagi "tetapi ayah-ku selalu menghambatnya, oleh karena itu,aku tidak bisa menemukannya"


Sebenarnya,beberapa tahun ini, dia memikirkan banyak kemungkinan,tetapi semua ini tidak mempunyai bukti.


Di saat mempunyai Simon, ayah dan ibu Devan memutuskan tinggal di luar negeri,alasan mereka adalah tugas untuk meneruskan keturunan sudah selesai.jadi,mereka bilang ingin menghabiskan masa tua.Tetapi dia merasa saat mereka pergi dan kehadiran Simon,pasti ada hubungannya,.beberapa tahun ini,dia menggunakan beberapa cara untuk mencari tahu. Sepertinya ayahnya sudah mempunyai rencana,Devan masih belum mengerti.


Devan berdiri,mengambil jas yang ada di atas kursi. "cepat bangun! kita sarapan ke bawah" kemudian Devan membungkukkan badannya dan mencium kening Sherin lagi, "hari ini charger ponsel kamu sampai penuh,jangan matikan!"


Sherin terbengong hingga dia mendengar suara pintu tertutup, dia baru menghembuskan nafas.


Jangan melakukan hal apapun, hal ini,jalani sesuai dengan arusnya.


Saat Devan keluar, dia melihat Dylan berdiri di depan pintu, sedang jalan mondar-mandir.Melihat Devan keluar,dengan cepat Dylan membuka foto yang ada di dalam ponsel, menunjukkan fotonya kepada Devan dengan ekspresi wajah yang serius.


Devan menatapnya dan mengambil ponsel tersebut. Di dalam foto itu,Yuta bergandengan dengan seorang wanita, berjalan di atas karpet merah, Devan berpikir,mungkin ini adalah wanita yang semalam dia jumpai di hotel.Sangat cantik,tetapi dia tidak tertarik.Jadi,dia mendongak dan menatap Dylan "apa maksud kamu?"....

__ADS_1


__ADS_2