
... Kota Ciput, di rumah sakit.......
Dokter utama yang bertanggung jawab mengobati Gabriel melihat Devan sudah datang, dia segera menghampirinya.
"Tuan Devan, anda sudah datang?"
Devan menundukkan kepalanya, "bagaimana kondisinya?"
Dokter menarik sebuah kursi untuk Devan dan meminta dia untuk duduk. Setelah itu, dokter mengerutkan alisnya dan berkata, "karena kecelakaan kemarin, di dalam otak nyonya terdapat sebuah gumpalan darah kecil yang tidak bisa sembuh sampai sekarang. Gumpalan darah kecil itu sering menekan saraf otak sehingga nyonya bisa membuat perilaku yang membuat dia sendiri tidak bisa kontrol.Tuan Devan, anda harus bersiap siap jika dia berprilaku tidak normal."
Devan menyipitkan matanya dan menatap ke dokter tersebut, "perilaku tidak normal, contohnya?"
Dokter itu jelas terlihat sedikit kaget dan gugup.
Devan memeluk lengannya sendiri, "anda tidak perlu takut. saya hanya ingin mencari tahu saja agar bisa mempersiapkan mental saya"
Dokter itu mengangguk dan tertawa, "Tuan Devan benar-benar peduli dengan nyonya. Tidak bisa di katakan dengan jelas juga perilaku seperti apa, contohnya bisa jadi dia melukai orang lain atau dirinya sendiri tanpa kesadaran dirinya....Tuan Devan cukup agak perhatian terhadapnya saja, kondisi nyonya sekarang masih tergolong tidak buruk, saya hanya mengingatkan tuan Devan dahulu"
Devan mengangguk, dia sudah mengerti dengan jelas.
Devan merasa salut kepada wanita ini...
Melukai orang lain tanpa kesadaran dirinya? melukai siapa? Clover? lalu dia bisa tidak di penjara karena penyakit mentalnya? benar-benar pintar.
__ADS_1
Devan menjawab "baik!"
Keluar dari ruang dokter, Devan pergi menuju ke kamar Gabriel "Devan, kamu sudah datang?" kepala Gabriel di bungkus dengan kain berwarna putih.
"kepala kamu kenapa?"
Gabriel menggelengkan kepala, "tidak ada apa-apa, tadi aku tidak sadarkan diri dan kepalaku jatuh terbentur."
Devan mengerutkan alisnya, "mengapa bisa tidak sadarkan diri? apa kamu ada masalah?" beberapa tahun ini pasti ada sesuatu jika penyakit wanita ini kambuh. Dulu Devan selalu mengira semua ini karena kecelakaan waktu itu. Jadi Devan terus merasa bersalah kepada wanita ini dan berusaha menuruti kemauannya.
Tetapi sekarang, dia merasa dirinya benar-benar bodoh.
Gabriel merapikan bajunya, setelah beberapa saat dia baru berkata, "apa kamu menyadari wajah nyonya Clover yang kita temui siang tadi itu sedikit mirip dengan Simon?"
Gabriel tentu saja kaget, tidak ada hubungan? tetapi ayahnya bilang, wanita itu adalah ibu kandung Simon, mengapa bisa begitu? apakah ayahnya salah melihat orang?
Berpikir sampai di sini, Gabriel merasa lega.
"gara-gara masalah ini?" Devan melirik Gabriel.
"aku mendengar kamu memberi wanita itu semua market di luar negeri?" suara Gabriel agak sedikit sedih.
Devan menyentuh hidungnya dan melihat Gabriel dengan wajah santai, "pria bermain main di luar harus membayar sesuatu, kamu tidak perlu terlalu peduli dengan itu"
__ADS_1
Maksudnya, dia hanya bermain bersama Clover....
Bekerja sama dengan Clover juga hanya untuk membuat dirinya merasa senang.
Devan mendekati Gabriel dan berbisik dengan suara kecil, "ada beberapa masalah, kamu seharusnya mengerti tanpa penjelasanku.Aku pikir kamu bisa mengerti?"
Wajah Gabriel yang mulus putih itu memerah,kalau bukan Devan sendiri yang telah melihat dan mendengar penampilan Gabriel yang sebenarnya, dia tidak akan percaya wanita seperti ini berhubungan dengan sifat jahat dan kejam.
.
.
.
Bersambung....
#Mohon maaf bila tulisan dan bahasanya kurang di mengerti🙏
Dan jangan lupa kasih dukungan buat Mpu ya?!!
Terimaksih...
Love Love Love....
__ADS_1