Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Bertemu Teman Lama 2


__ADS_3

Karena Devan menundukkan kepalanya, mereka tidak bisa melihat wajah Devan dengan jelas, melihat Devan yang tidak memiliki maksud untuk menyapa, mereka juga diam saja.


Clover mengangguk dan tersenyum, apakah dia harus tersenyum? orang yang sudah berpisah selama belasan tahun dengannya masih bisa mengenal dia dalam pandangan pertama.


Ingatan Clover mengenai Wanita-wanita di depannya sedikit terlupakan, bahkan ada yang Clover sudah tidak mengingat namanya. Clover mengerutkan alisnya dan merasa sedikit menyesal telah mengikuti Mimi ke sini.


"duduk dulu" sekelompok orang itu duduk melingkari sebuah meja yang berbentuk setengah lingkaran.


Devan duduk di samping Clover, di posisi paling luar.


Dari awal sampai akhir, Devan tidak mengangkat kepalanya dan tidak berbicara juga.


Kalau bukan karena Clover, Devan tidak mungkin datang ke tempat seperti ini dan........duduk bersama Wanita-wanita itu.


Selanjutnya, mereka mulai bercerita dan Clover baru tahu, wanita-wanita di depannya ini semua melanjutkan kuliah setelah tamat SMA, setelah tamat kuliah juga ada yang sambung S2, ada yang membangun karier sendiri, bahkan salah Satu dari mereka sudah menjadi direktur sebuah perusahaan kecil.


Tatapan Clover berisi dengan iri, satu-satunya hal yang dia agak menyesal di kehidupan ini adalah tidak jadi kuliah.


"Clover, aku dengar dari Mimi, kalian sekeluarga pindah dari sini setelah tamat sekolah, hasil ujian kamu begitu bagus, kehidupan kamu sekarang juga pasti bagus kan?" salah satu wanita yang agak gemuk berkata.


Ekspresi Clover terlihat menjadi agak malu, dia harus menjawab bagaimana? tidak mungkin dirinya menjawab tidak jadi kuliah dan harus pergi untuk melahirkan anak?


Setelah berpikir, Clover menjawab, "iya, setelah itu kesehatan ibuku agak memburuk, jadi kami membawa dia pergi ke kota besar untuk mengobati penyakitnya, dan pada akhirnya aku tidak jadi kuliah"


Setelah berkata, Clover merasa ada kehangatan di tangannya, dia menundukkan kepalanya dan melihat pegangan Devan di tangannya semakin mengerat, hati Clover merasa agak lega, meskipun tidak jadi kuliah, Clover tetap adalah pemenang terbesar di kehidupannya, karena dia memenangkan Devan.


"oh, benar-benar sayang sekali. Kalau sekarang? sekarang kamu kerja apa?"


Clover menggigit bibir bawahnya, dia merasa jangankan berkata tentang Devan, berkata tentang CX saja di kondisi seperti ini akan terlihat sombong, karena itu Clover memilih untuk mengganti topik, "itu, kalau tidak kita pesan makan dulu saja?"


Orang yang bertanya kepada Clover adalah seorang direktur perusahaan kecil itu, melihat Clover yang langsung mengganti topik pembicaraan, tatapan wanita itu berisi dengan pandangan meremehkan.

__ADS_1


"boleh, kalian pesan saja.aku akan traktir kalian hari ini. Pesan saja sesuka kalian"


Pelayan yang melayaninya adalah orang luar negeri, Devan mengambil buku menu dan tetap menundukkan kepalanya, menggunakan bahasa Inggrisnya yang lancar, Devan memesan banyak makanan, karena beberapa tahun ini di luar negeri, Clover lumayan memiliki lumayan banyak pengetahuan tentang makanan, jadi Clover juga sangat mengenal menu-menu bahasa Inggris, makanan yang di pesan Devan semua adalah makanan yang mahal.


Clover menghirup sebuah nafas ringan, lalu menarik lengan baju Devan.


Devan tetap tidak berhenti dan lanjut pesan beberapa makanan. Setelah itu, dia melihat ke Clover sambil menundukkan kepalanya, "semua itu adalah makanan kesukaan kamu kan?"


Clover mengangguk dengan perasaan bersalah.


Clover menoleh ke wanita yang berkata akan mentraktir nya tadi, "itu, kalian lihat masih mau makan apa, kali ini biar aku yang traktir saja!"


Jangan bercanda, Clover tidak tega membuat orang itu mentraktir ketika Devan sudah memesan begitu banyak makanan mahal.


Makanan seafood yang segar di kota Seroja jauh lebih mahal dibanding seafood di daerah Ciput, harga yang mahal ini bahkan bisa membuat orang tidak berselera makan.


Tetapi Devan malah pesan begitu banyak.


Clover membuka mulutnya dan ingin berkata, tetapi Devan mencubit tangannya yang berada di bawah meja, akhirnya Clover memilih untuk diam.


Clover berdoa di dalam hatinya, semoga jantung wanita itu cukup kuat.


"Mimi, aku mendengar keluarga tunanganmu berbisnis di bidang keran kan?" wanita yang agak gemuk itu bertanya kepada Mimi.


"iya, hanya mencari uang kecil, tidak perlu di bahas"


"aku juga mendengar bahwa omsetnya bisa mencapai miliyaran dalam setahun, ini di sebut uang kecil? kamu benar-benar terlalu rendah hati" setelah itu, wanita agak gemuk itu menoleh ke wanita yang berkacamata yang duduk di sampingnya. "kalau kamu? aku mendengar bisnis suami kamu berkembang lumayan bagus dalam dua tahun ini?"


Wanita berkacamata itu menutup mulutnya dan mengangguk, "iya, lumayan, dia lumayan beruntung, dia berhasil impor dan ekspor puluhan mobil dalam beberapa tahun ini, dia juga sangat sayang kepadaku"


"oh,berarti hidupku yang paling susah, suamiku sama sekali tidak memiliki hak berbicara di dalam keluarganya, dia hanya terus menuruti kata-kata orang tuanya, hais....." setelah berkata, wanita itu langsung minum teh dengan cepat. Wanita itu adalah teman yang duduk satu meja dengan Clover pada saat masih sekolah.

__ADS_1


"kamu jangan pura-pura, siapa yang tidak tahu kalau suamimu adalah putra dari keluarga yang sangat kaya"


Ketika mereka berkumpul,topik yang dibicarakan rata-rata adalah suami dan anak, bisa dilihat mereka belum melahirkan anak,jadi yang diperbicarakan adalah suami,mereka terus berbanding suami siapa yang lebih bagus dan mengeluh kekurangan suami sendiri.


Karena Devan benar-benar tidak memiliki kekurangan di mata Clover, Clover hanya diam dan mendengar pembicaraan mereka kemudian ikut bersuara dan tertawa dari waktu ke waktu.


Clover merasa sangat menyesal karena telah membawa Devan ke sini dan menonton drama yang memalukan.


Pesanan pun datang dengan cepat, yang di pesan Devan rata-rata adalah seafood, selain itu Clover bisa melihat tingkat kesegaran seafood ini sudah termasuk sangat bagus di kota Seroja.


"sepertinya Clover tinggal di daerah pantai, yang dimakan semua adalah seafood, ada beberapa makanan kami bahkan tidak pernah melihatnya." wanita yang agak gemuk itu berkata dengan asam ketika dia menyadari dia hanya pernah melihat beberapa dari beberapa puluh jenis seafood yang ada di atas meja.


Clover menggigit bibir bawahnya, "itu, kalian coba saja,semuanya enak" sambil berkata, Clover mengambil sepotong udang, lalu meletakkannya di piring Devan. "kamu coba ini, lumayan enak"


Devan mengangguk.


"Clover, suami kamu bekerja di bidang apa? mengapa dia terus menundukkan kepalanya dan tidak bersuara?" wanita yang agak gemuk itu bertanya lagi setelah menyuapkan sepotong daging ke dalam mulutnya.


Clover melihat ke wanita itu dan Devan sebelum menggigit bibir bawahnya, "itu, dia hanya menjalani bisnis kecil, tidak pernah melihat acara besar seperti ini, jadi dia agak malu dengan wanita cantik seperti kalian"


Setelah itu Clover menundukkan kepalanya dan berusaha bertahan untuk tidak tertawa, kemudian Clover merasa ada yang mencubit pinggangnya dengan lembut.


.


.


.


.


Jangan lupa tekan like dan komennya

__ADS_1


Terimakasih....


__ADS_2