
Setelah turun dari tangga, tidak tahu sejak kapan salju mulai turun lagi.
"Devan, salju turun lagi" Clover menarik tangan Devan dan berlari ke arah luar.
Devan langsung memegang pinggang Clover "Hati-hati "
Mereka saling menatap dan tersenyum, setelah itu, ekspresi Devan menjadi dingin, lalu dia memegang pipi Clover dan berkata dengan serius, "Clover, aku sudah menyuruh orang untuk mencari dia, kalau tahun depan masih tidak ada informasinya, aku akan mengajukan penceraian secara satu pihak dan memberikan kamu identitas yang jelas dan jujur"
Clover ******* bibir bawahnya, "tidak apa-apa, buat apa membahas tentang itu?"
Setelah berjalan beberapa saat, Devan tiba-tiba berkata, "si gendut kecil teman di kelasmu itu rela memberikan uang 20 juta rupiah untuk mencari kamu, juga laki-laki di kelas sebelah, Clover, mengapa aku tidak tahu kalau kamu begitu terkenal dan disukai banyak laki-laki?"
Clover menatap Devan dengan senyuman di wajahnya,jarang-jarang bisa mendengarkan Devan mengatakan kata-kata bercanda seperti ini.
Ternyata Devan mendengar kata-kata teman teman Clover tadi, berpikir sampai dini, Clover menjinjitkan kakinya dan memberikan sebuah ciuman ringan di bibir Devan, "melihat aura kamu hari ini, sepertinya mereka juga tidak akan berani menghubungi aku lagi"
Devan menarik lengan Clover, "mendengar nada bicaramu, apa kamu merasa sayang?"
Clover menggelengkan kepalanya, "tidak!" hatinya terasa manis seperti madu.
__ADS_1
Orang yang berstatus tinggi sepeti Devan malah rela membuang waktu beberapa jam untuk menemani Clover bersandiwara.
Devan sangat mengerti Clover, makanya dari awal Devan menemani Clover bersikap rendah hati, menemani Clover bersandiwara.
Clover percaya, kalau bukan karena orang-orang itu memandang rendah Clover, Devan tidak akan menggunakan cara kejam seperti itu untuk membalas pada detik terakhir.
Clover bisa merasakan kasih sayang, perlindungan dan penghargaan dari pria ini.
Ada suami yang seperti itu, mau minta apa lagi?
Cinta Clover terhadap Devan pun semakin bertambah besar karena itu.
Tifa langsung memeluk Clover dan berkata, "kakak ipar, kamu benar-benar adalah malaikat kakakku, pantas saja kakakku sudah tidak insomnia setelah bertemu denganmu, dia pasti merasakan rasa nyaman dari kamu"
Clover menundukkan kepalanya dan merasa sedikit malu....
......
Besok harinya adalah tanggal 29, dua hari sebelum tahun baru, awalnya Clover ingin mengajak mereka keliling kota, tetapi Tifa, tidak tahu salah makan apa sehingga dia merasakan sakit perut, jadi hanya bisa di ganti ke hari besok.
__ADS_1
Clover memakai baju tidur dan berbaring di pelukan Devan sambil menonton drama, Devan sedang membaca buku.
Clover juga merasa kagum bahwa di belakang setiap kesuksesan, pasti ada usaha yang orang lain tidak bisa melihatnya.
Clover merasa pengetahuan Devan bisa begitu luas dan dia bisa membangun karier yang begitu besar pada usia yang masih begitu muda pasti bukan sebuah kebetulan.
Terhadap pria ini, Clover semakin merasa kagum.
"ma, ponselmu berdering...." Simon mengambil ponsel Clover yang ada di atas meja makan dan memberikannya kepada Clover.
Alis Clover mengerut ketika dia melihat nama kontak yang menelpon dia ternyata adalah Mimi.
Kemudian Clover mengangkat telponnya, "Halo, Mimi.....iya, di rumah, memanjat gunung salju? bersama beberapa teman SMA? itu....apa boleh tidak ikut pergi? oh....sebentar ya, aku tanya dulu....."
.
.
.
__ADS_1