Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Bertemu Tifa, Kejutan Akan Takdir Tuhan


__ADS_3

Pada hari yang sama, Helena membawa Clover tinggal pergi di vila keluarganya.


Di sini, Clover juga bertemu dengan Tifa, dokter yang menyelamatkannya.


Ketika Clover berjalan masuk ke rumah dengan anaknya, Tifa sedang duduk di sofa menonton TV dan melihatnya berjalan masuk, pasti nya dia terkejut karena melihat ibunya yang memegang tangan Clover.


Dia merasa terkejut tapi tetap berdiri dan menyambutnya.


"bukan kah kamu temannya Yuta? mengapa kamu datang ke rumahku?"


Helena dan Felice saling menatap dan bertanya dengan serempak, "apakah kalian kenal satu sama lain?"


Tifa mengangguk, "iya...."


Tatapannya tertuju pada seorang anak kecil yang ada di lengan Clover, ketika dia melangkah maju, dia langsung mencubit pelan wajah Momo, "aiyo, ini anak yang kamu lahirkan pada saat itu? sudah tumbuh sebesar ini?"


Menoleh ke belakang, melihat wajah Helena yang tertegun. "Ma, anak dia ini, aku yang membantunya melahirkan. Pada waktu itu saat kakak menikah, dan aku pergi ke rumah sakit untuk konsultasi,pasiennya itu adalah dia..."


Setelah itu, dia langsung mengambil buah anggur di atas meja dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


Di sini, Helena menepuk punggungnya dengan kuat,dan anggur tadi yang baru saja masuk ke dalam mulutnya, kemudian langsung terjatuh keluar, "ma, apa yanga kamu lakukan?" Tifa mengerutkan kening.


"dasar kamu itu, kamu sudah pernah bertemu dengan dia, mengapa kamu tidak pernah memberitahu kami? dia begitu mirip dengan Simon, apakan kamu tidak menyadarinya?"


Tifa mengambil anggur dan memakannya lagi, dengan cepat dia mengunyahnya, "ya, aku juga berpikir begitu...."

__ADS_1


Terdiam sekejap, "oh, malam itu, pada hari sepupu menikah, aku ingin mengatakannya ketika kita sedang makan,tetapi aku mendapatkan telpon dari rumah sakit, dan mengatakan bahwa dia akan segera melahirkan, jadi aku tidak sempat mengatakan nya....." berbicara tentang ini, mulutnya berhenti mengunyah seketika, setelah beberapa saat, matanya terbuka lebar dan langsung menarik Helena, "ma....apakah dia...."


Helena menggandeng tangan Clover, "sini, ayo duduk!"


"dia adalah ibu kandung Simon, kamu yang membantunya melahirkan, itu adalah putri kakakmu, bagaimana bisa kamu tidak perhatian? jika kamu sudah menyadarinya dari awal, apakah kakakmu akan tetap menikah dengan Winata itu? akan kah mereka akan menjalani hidup yang menderita itu selama bertahun-tahun?"


Helena berkata sambil menarik Tifa ke samping dengan gelisah, kemudian duduk di samping Clover, meletakkan buah di depannya, "Clover, sini, makan lah sedikit buah, kamu mau makan apa? aku akan langsung menyuruh orang pergi beli untukmu?!" cinta yang tulus dan hangat itu membuat mata Clover memerah terharu karena sudah bertahun-tahun tidak pernah merasakannya.


"Terima kasih tante"


Clover telah mendengar tentang seorang ibu mertua yang kurang cocok dengan menantunya, juga telah mendengar seorang ibu mertua yang rewel, maka, Clover sangat terkejut dan tersentuh dengan tingkah laku Helena sekarang.


....


Kota ciput saat ini sudah tengah malam,


batang rokok.


Gabriel menghampirinya, memeluknya dari belakang, dan wajahnya menempel di punggung Devan. Dengan perlahan berkata, "Devan, kamu tolong kurangi merokok, itu tidak baik buat kesehatan!"


Devan mengerutkan keningnya, membuang putung rokoknya, berbalik dan langsung mendorong Gabriel pergi.


Sejak kejadian itu, dia tidak pernah bersikap lembut pada Gabriel lagi seperti sebelumnya, dan dia bahkan tidak ingin berbicara sepatah kata pun kepadanya, kecuali kata-kata yang di perlukan.


Dalam kata-katanya hanya sebatas tanggung jawab untuknya.

__ADS_1


Artinya hanya sampai tahap legalisasi status pernikahan.


Tangan Gabriel merangkul leher Devan dan ingin menciumnya, tapi setelah melihat tatapan Devan yang tidak menginginkannya itu, tangannya langsung terkulai.


"Devan, apakah kamu sangat membenciku? karena kamu menikahiku, kamu kehilangan dia?"


Devan tidak menanggapinya, pada saat ini, ponselnya tiba-tiba berdering, "kamu pergi tidur saja...."


Setelah berkata, devan berjalan melewati dia, menuju ke belakang meja belajar, melihat itu adalah panggilan vidio-call dari ibunya, berhenti sebentar, ketika pintu ruang belajar tertutup lagi, kemudian berjalan ke samping jendela dan mulai mengangkatnya.


"ma, apakah ada masalah?"....


.


Bersambung.....


.


.


Jangan lupa tinggalkan jejak, like dan komen ya....


Terimakasih....


Love you all

__ADS_1


💖💖💖💖


__ADS_2