
Sherin baru saja menyuapkan sepotong ikan ke mulutnya, dan mendengar Simon bertanya seperti itu, dia tersedak, dan sepotong ikan itu langsung masuk ke dalam tenggorokannya tanpa di kunyah terlebih dulu, lalu menyangkut di tenggorokannya.
Dia memegang dadanya dan dalam waktu yang cukup lama tidak bergerak.
Devan memberikan segelas air putih kepada Sherin, dan juga memberinya tisu, tidak lupa dia juga menepuk-nepuk pundaknya, tindakan ini sangat alami dan lancar, Sherin menoleh dan menatap Simon "bisa kah kamu tidak berbicara ketika sedang makan?"
Sherin mengalihkan tatapannya, dia juga menatap Devan.
Mbok Lili adalah orang yang berpengalaman, mendengar kata-kata Simon, mbok Lili merasa malu sendiri, dan tersenyum tipis, kemudian dia berdiri, beralasan ingin pergi ke dapur untuk mengambil sup lagi.
"papa, papa bilang kalau papa tidak suka pada mama ku, tetapi kamu tadi terlalu betah menyandar di badan mama, jika itu bukan untuk mengancamnya, maka apa yang ingin kamu lakukan?" walaupun IQ Simon sangat tinggi, namun mau setinggi apa pun, dia masih anak-anak, jadi melihat tindakan keduanya,saat itu, dia hanya menganalisis secara kasat mata.
__ADS_1
"siapa bilang papa tidak suka?!" Devan meletakkan kembali sayur yang tengah di jepit dengan sumpit ke dalam mangkuknya, memotong pembicaraan Simon.
Simon membelalakkan mata, kemudian menundukkan kepala, makan dengan lahap, Tiba-tiba dia mendongak, menatap Sherin dan menatap Devan bergantian, tiba-tiba dia berdiri, menelan nasi yang tengah dia kunyah di mulutnya, dengan ekspresi terkejut dia berkata, "papa, maksud kamu.....kamu menyukai mama Sherin? dan....mama Sherin akan menjadi mama ku?" tanya Simon antusias.
Setelah berkata,dia lari ke dapur dan memeluk Mbok Lili dengan sangat gembira.
"Mbok,kamu mendengarnya kan? papa ku berkata bahwa dia menyukai mama Sherin, mama Sherin akan menjadi mama ku,, benar kan mbok...?"
Sebenarnya interaksi antara Devan dan Sherin selama ini, yang melihatnya sudah pasti mengetahui hubungan mereka, hanya karena Simon masih kecil, dan baru saja mengetahuinya sekarang.
Acara makan ini, di dalam suasana yang segan dan kaku karena malu, akhirnya selesai.
__ADS_1
Setelah makan, Sherin memapah Mbok Lili duduk di atas sofa "duduk lah! Mbok, jangan berdiri terus, biar aku saja yang mencuci piring" ucap Sherin sambil melepaskan apron yang di pakai oleh Mbok Lili dan memakai di badannya.
Mana bisa Mbok Lili duduk santai, dia baru saja duduk, teringat sesuatu, kemudian langsung bangun lagi,berjalan ke balkon dan mengambil jemuran.
Devan baru saja keluar dari kamar mandi, melihat adegan ini, tatapannya penuh dengan senyuman, keyakinan di dalam hatinya untuk menyukai Sherin menjadi semakin kuat.
"papa, malam ini,kita boleh menginap di tempat mama Sherin, boleh kan?"
Simon berjalan ke hadapan Devan, kedua tangannya bersikap manja sambil memohon pada papanya itu.
Devan menyeringai, di dalam hatinya sangat merasa senang, dengan raut wajah yang dingin dia menjawab "ya!"
__ADS_1
Kemudian dia berjalan ke arah dapur, berdiri di pintu dan memandang Sherin yang sedang sibuk mencuci piring sampai dia terbengong.