Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Bertemu Andrew


__ADS_3

Dengan wajah yang tenang,namun sorotan mata yang tidak mudah untuk di tebak itu,Devan berkata."jangan berpura pura lagi di depanku!"


Sherin terdiam sejenak mendengar perkataan laki laki itu, yang kemudian dia pun mengerti apa maksudnya.Tidak pernah terpikir oleh Sherin tentang percintaan,meski dia juga masih bisa menonton drama jenis ini....


Beraninya dia berpikir aku sengaja merayu nya?


Sherin menundukan kepala dan diam saja,dengan setatus Devan ini apapun yang dia katakan itu harus di anggap benar,membuat Sherin tidak ingin berkata apa apa lagi.


Sherin membalikan badan nya,dia tidak ingin menjawab sedikit pun dan pergi ke kamarnya.


Ibu bilang,sifatku terlalu tenang,tapi sebenarnya aku ingin sekali membela diri.(pikir Sherin)


sebenarnya dulu sewaktu SMA,semua orang merasa dia adalah seorang murid yang berkarakter ceria,aktif bahkan dia juga sempat menjadi wakil ketua dari perwakilan murid.


Tapi hanya saja dia tidak berani tertawa dan melanggar peraturan apapun di hadapan ibu nya.karena ibunya akan merasa tidak sedang.Ibu nya selalu mengingatkan bahwa wanita itu harus ada pembawaan seperti layaknya seorang wanita.Awalnya dia merasa cape karena harus selalu menahan diri untuk menjadi wanita seperti yang di inginkan ibunya, namun lama kelamaan dia pun juga terbiasa dan bisa tenang mengikuti arus.


Siang itu,Simon memberitahu nya bahwa dia ingin memakan cemilan,Sherin lalu menyempatkan diri untuk membuat sedikit cemilan. selama beberapa tahun ini,agar bisa membuat nafsu makan ibunya menjadi lebih baik,dia tidak mempelajari apapun selain memasak.makanya dalam hal memasak dia bisa terbilang ahli.


Usai membuat cemilan,Simon masih belum bangun dari tidur siangnya,Sherin berpikir ingin beristirahat sejenak karena semalam dia tidak bisa tidur, sampai larut malam memikirkan banyak hla setelah memasak mie untuk Devan,sekarang kepalanya terasa berat.


Ketika dia naik ke atas,dia bertemu dengan mbok lili yang sedang tergesa gesa turun dari atas."mbok,ada apa sampai tergesa gesa seperti itu?"tanya Sherin.


"oooh,Sherin yah?"jawab mbok lili setelah berpikir sejenak lalu menepuk dahinya dan dia pun berkata."aduh,sedang apa ya aku ini,disini padahal sudah ada orang yang bisa di minta tolong, masih saja cari sana sini?"kemudian memberikan kantong pelastik teransparan itu kepada Sherin dan berpesan."ini obat pak Devan,kamu tolong pergi dan antarkan padanya ya!"


"obat?"tanya Sherin sambil melihat lihat pelastik yang tertera.


"depresi,obat tidur?"dia terbengong orang sehebat ini bisa depresi?


Mbok lili yang bisa mengamati gerak gerik orang,melihat keraguan Sherin dan berkata."terjadi sesuatu sewaktu pak Devan masih kecil,setelah kejadian itu dia sulit untuk tidur dan harus meminum obat ini"


Sherin mengangguk anggukan kepalanya tanda dia mengerti,memang dalam keluarga konglomerat,bisa ada kejadian kejadian yang tidak boleh diketahui orang luar.bisa lebih baik jika dia tidak tahu banyak tentang hal seperti ini.

__ADS_1


"apa sebaiknya minta tolong supir saja yang antarkan?aku tidak terlalu kenal jalan,"ujar Sherin yang berusaha menolak karena tidak ingin terlalu banyak ber interaksi dengan laki laki itu.


"Aku kawatir mulut mereka tidak bisa tertutup rapat,hal yang kamu ketahui ini tidak baik jika di ketahui orang luar."jelas mbok lili.


0rang luar?apa aku bukan orang luar??(ucap Sherin dalam hati)


"Sherin,ayo lah bantu mbok! sore nanti pak Devan akan pergi dinas keluar kota,obat ini harus segera di antarkan.kalau tidak maka tidak akan sempat lagi."mohon mbok lili.


"dinas luar kota?sampai di sana beli lagi saja,dia kan banyak uang!"


"obat ini bukan obat yang bisa di beli dimana saja"jelas mbok dengan sabar untuk meyakinkan Sherin yang masih ragu untuk mengantar,walaupun mbok lili bukan pembisnis tapi dia yang sudah lama bekerja di keluarga ini jadi sedikit banyak juga bisa mengamati gerak gerik tingkah laku orang di rumah ini.


"ya sudah lah,kamu lanjutkan saja pekerjaan mu! mbok akan pergi sendiri deh."ucap mbok lili sambil mau mengambil obat itu dari tangan Sherin.


Sherin yang teringat akan penyakit mbok lili pun menjadi luluh hatinya.


Sherin menghirup dalam-dalam,ketika sudah sampai di lobby gedung kantor Devan.untuk pertama kali dalam hidup nya masuk ke dalam gedung tinggi yang gemerlap dan mewah seperti ini,seperti si Kabayan pertama kali datang ke kota besar yang maju,terasa sedikit gugup.


Sherin menuju meja resepsionis dan memberitahu kan tujuan kedatangan nya,petugas itu melihat Sherin dari atas sampai ke bawah, walaupun melihat penampilan nya yang tidak meyakin kan,mereka tetap dengan sopan meminta Sherin untuk duduk menunggu di sofa,dan menghubungi ruang kantor CEO.


Raut wajah jelek si resepsionis yang baru saja di marahi itu memandang Sherin dan berkata."maaf mbak,mereka bilang tidak ada yang minta untuk di antarkan obat,kita tidak bisa membuka kan pintu untuk mbak ke atas!"


petugas itu segera pergi setelah menyampaikan perkataan nya tadi dan tidak menghiraukan Sherin lagi.


Zaman sekarang ini,cara apapun akan di coba oleh para wanita yang ingin mendekati orang semacam CEO ini.(pikir resepsionis).


Sherin menutup matanya sejenak dan menghela kan nafas, kalau saja orang di dunia ini menilai orang bukan dari penampilan nya,itu baru tidak normal.Kemudian dia mengambil handphone nya dan menelpon mbok lili untuk memberitahu Devan atas kedatangan nya ke kantor, tapi sayangnya telpon mbok lili tidak pernah tersambung...


Sherin yang awalnya berpikir ingin pulang,dan tidak memperdulikan nya lagi,akhirnya berpikir dua kali,(tapi bagaimana pun juga ini titipan orang lain,kalau aku pergi begitu saja,itu tidak baik).


Akhirnya Sherin mencari tempat duduk di depan pintu gedung itu,karena berdasarkan informasi dari mbok lili Devan akan dinas pada sore nanti,menunggu di pintu keluar pasti bisa bertemu dengan Devan.

__ADS_1


Sherin duduk di kursi,lama lama dia merasa mengantuk dan tertidur.


"Sherin....." terdengar suara seorang laki laki yang membangunkan nya dari alam mimpi.


Sherin mengusap matanya untuk melihat dengan jelas orang itu,lalu tersentak berdiri."dokter....Andrew....,kamu...kamu kok bisa ada disini?"tanya Sherin bingung karena dia tidak menyangka akan bertemu dengan orang yang dia kenal di tempat itu.


Saat itu juga Andrew yang belum menjawab,langsung memeluk Sherin dan berkata."ketika ibumu meninggal,aku sedang dinas keluar kota,setelah aku kembali aku tidak menemukan dirimu lagi,handphone mu juga tidak bisa di hubungi,karena nomor nya sudah di non-aktifkan,aku pikir tidak akan bertemu dengan dirimu lagi."jelas Andrew yang mendapat kabar bahwa Sherin bekerja di rumah keluarga Devan makanya dia mencoba mencarinya di daerah ini,tidak di sangka dia bisa bertemu dengan pujaan hatinya lagi.


karena penyakit ibu Sherin lah,mereka mengenal satu sama lain.berteman 4-5 tahun ini,di mata Andrew, Sherin adalah sosok wanita yang sangat sederhana tapi memiliki hati yang tercantik.


Teringat oleh nya,pertama kali bertemu dengan wanita ini,saat dia sedang menjalankan tugas cek rutin terhadap pasien rawat inap,saat itu tidak jelas kenapa alasan nya Sherin di marahi dan di maki oleh ibunya dengan kata kata kasar dan menyakitkan.


walau demikian, Sherin bukan nya marah malah tersenyum dan menasehati ibunya,marah bisa merusak badan.


Mulai saat itu lah Andrew menyimpan perhatian terhadap wanita sederhana ini.


Setelahnya dia juga pernah melihat Sherin menangis sembunyi-sembunyi,setelah menghapus air matanya,dia mebacakan humor ke pasien-pasien kanker stadium akhir,selain itu dia yang sebenarnya sudah sangat lelah,tapi masih membantu memijat nenek yang sekamar dengan ibunya itu.selama ini dia sendiri yang merawat ibunya,tidak ada teman atau keluarga satu pun yang membantu nya,meski begitu dia tidak pernah mengeluh....


Terlalu banyak yang membuatnya seakan-akan bersinar di mata Andrew,seolah-olah dia telah menemukan harta karun.


sayangnya wanita ini bersikap biasa saja terhadapnya,membuat perasaan nya tidak bisa berhenti.


Dulu karena ibu Sherin tidak menyetujui, maka mereka berdua jarang memiliki kesempatan berbicara.


Setelah tidak ada penghalang lagi diantara mereka, Sherin menghilang tanpa kabar.selama kepergian Sherin,hati Andrew terasa sedih dan hampa,membuatnya sadar betapa dia mencintai wanita sederhana ini.


Sherin yang di peluk oleh Andrew pun merasa malu.setelah dia ke sini, dia menggantikan nomor handphone nya karena dia tidak ingin berhubungan dengan orang orang di kehidupan masa lalunya,dan juga tidak terpikir olehnya akan menghubungi salah seorang dari mereka.


Andrew Ronald,tinggi badan 182 cm,berkemeja warna putih krem,bercelana jeans muda,raut wajah tidak gahar seperti Devan,terlihat jauh lebih muda,seperti aktor Korea yang berwajah baby-face dan bisa membuat orang merasa dia adalah seorang laki laki yang romantis.


Dia adalah dokternya ibu Sherin,karena penyakit ibunya yang perlu menjalani pengobatan dan perlu sering rawat inap,membuat mereka berteman.

__ADS_1


Tapi,bagi Sherin hubungan nya dengan Andrew hanya sebatas teman biasa,yang hanya bisa di ajak berbasa-basi basi.makanya,sikap Andrew yang hangat tadi,membuat dirinya sulit untuk menerimanya.


"Aku....."ucap Sherin yang tidak tahu harus dari mana menjelaskan semuanya pun menggigit bibir bawahnya dan menundukan kepala karena dia benar benar kesulitan untuk menjawab.


__ADS_2