
Ketika Devan baru saja ingin menghampiri Gabriel dan menahannya, tiba\-tiba ada seseorang yang datang menghalangi Devan dan langsung menggendong Gabriel ke tempat tidur.
"jika kamu tidak memiliki perasaan kepada adikku, maka tidak usah datang dan berpura-pura menjadi orang baik, kamu ini hanya akan membuatnya lebih sakit hati" Gary berkata dengan dingin.
"aku membuat keputusan ku sendiri, tidak membutuhkan kamu untuk ikut campur" Devan yang biasanya tidak peduli dengan urusan orang lain,kecuali dengan Gary, Devan tidak akan begitu mudah membiarkan dia pergi begitu saja.
"kalau begitu, Tuan Devan silahkan keluar!"
Ekspresi Devan berubah dan menatap Gabriel yang sedang tertidur di tempat tidur.
Pada saat ini,dokter baru saja selesai memeriksa Gabriel, "Nona Gabriel menderita sedikit penyakit Hipoglikemia, di tambah dengan emosional yang sangat labil, Tuan Devan tenang saja!" setelah dokter berkata, dia langsung keluar.
__ADS_1
Setelah mengetahui bahwa Gabriel baik-baik saja, Devan tidak ingin tinggal lebih lama, karena dia tidak bisa memberikan apa yang Gabriel inginkan,lebih baik memutuskannya sekarang, dan itu juga bukan keputusan buruk.
"tolong beri tahu dia, batalkan kontrak pernikahan, dan itu juga akan lebih baik untuk kami berdua" kata Devan.
Setelah berkata, Devan berbalik dan berjalan keluar dari kamar tanpa jejak ingatan sedikit pun.
Ketika pintu kamar sudah tertutup, Gabriel yang tadinya masih memejamkan matanya, tiba-tiba membuka matanya, dan memandang langit dinding dengan suram, dan air matanya berlinang bagaikan hujan.
14 tahun, selesai begitu saja?
Ketika Devan kembali, Sherin sedang menemani Simon memainkan permainan, dan melihat Devan datang, Sherin terbengong dan berpikir, untuk pergi dan kembali lagi hanya butuh satu jam saja......
Tetapi melihat ekspresinya agak memburuk, Sherin juga tidak berani bertanya terlalu banyak.
Pagi keesokan harinya, Sherin yang melihat ekspresi Devan agak santai,baru lah dia bertanya dengan lembut "itu,apakah Nona Gabriel baik-baik saja?"
__ADS_1
Devan mengulurkan tangannya dan membawa Sherin ke dalam pelukannya, "aku sudah memberi tahu kepadanya,setelah tahun ini berakhir, kontrak pernikahan akan di cabut."
Suara Devan yang tidak bisa di hiraukan itu membuat jantung Sherin berdetak dengan cepat ketika mendengarkannya, Sherin duduk tegak di pelukannya, untuk mengatakan yang sebenarnya, Sherin masih merasa sangat tidak tenang.
Devan memiringkan tubuhnya dan bersandar di tubuh Sherin.
Sherin tidak mendorong Devan, dan hanya menatapnya,lalu berkata "jika aku tidak muncul, apakah kalian akan menikah dengan lancar?"
"Sherin,tidak ada kata 'jika' di dunia ini" Devan mengerutkan alisnya, sangat jelas bahwa dia tidak ingin memperbincangkan tentang masalah ini.
Sherin merasa sedikit kecewa, setelah beberapa lama kemudian, dia tersenyum dingin dan berkata "jika begitu,maka masih bisa di bilang aku lah yang menghancurkan hubungan kalian"
Setelah berkata, Sherin langsung ingin mendorong Devan.
Namun Devan memeluknya lebih erat. "Sherin,aku dan Gabriel,tidak ada rasa cinta di antara kami berdua, jika aku tidak bertemu dengan kamu, aku akan menikahinya itu karena latar belakang identitas ku,aku butuh pernikahan, dan Gabriel, dia pernah menyelamatkan hidupku, pada waktu itu,karena aku tidak tahu kalau aku masih akan mempunyai perasaan cinta, jika tahu dia itu punya pemikiran seperti ini, aku juga akan memilih untuk melepaskannya."
__ADS_1