
"kamu sudah mengenal dia berapa lama?" Clover bertanya dengan muram.
Devan tidak menyadari keasaman di kata-kata Clover, dia melepaskan tangan Clover dan memeluk pinggangnya. "iya. kira-kira sudah tiga tahun setengah..."
Tiga tahun setengah? Clover mengerutkan alisnya, tiga tahun....setengah! dia ingat sampai begitu jelas.....
"apa kamu sudah lapar?" Devan tidak merasa bersalah. Jadi, dia sama sekali tidak menyadari kata-katanya tadi membuat wanita yang di sampingnya merasa marah.
"aku tidak lapar!" Clover menjawab dengan mengembangkan bibirnya.
.........
Melihat wanita yang sedang saling bermain bersama Devan di depannya, Yumi Naira merasa sedih, dia merasa marah dan merasa tidak puas.
Yumi bertemu dengan pria ini pertama kali pada saat tiga tahun lalu, ayahnya membawa dia ke Ningga group untuk tanda tangan kontrak. Setelah itu, mata Yumi sudah tidak bisa melihat pria lain lagi.
Yumi merasa pada kehidupan ini, dia hanya ingin dan hanya bisa bersama pria seperti ini.
Setelah itu Yumi berbicara dengan ayahnya mengenai perasaannya terhadap Devan, tetapi tidak menyangka, ayahnya berkata kalau Devan sudah menikah, dan hal itu membuat dia merasa sakit hati.
Pertama kali dalam hidupnya, Yumi memiliki perasaan terhadap seorang pria, tetapi pria itu malah sudah menikah....
Pada saat itu, Yumi berpikir, di dunia ini, wanita seperti apa yang berhak bersama pria seperti Devan....
Setelah itu dia bertemu dengan Gabriel, wanita yang dia jumpai sekali, dan tidak ingin jumpa untuk yang kedua kali. Selanjutnya, Yumi memiliki keinginan lain.
Sang ayah yang memahaminya, berkata kepada Yumi, Devan sudah mengenal istrinya itu sejak kecil. Hubungan mereka sangat dekat dan baik. Ayahnya menyuruh Yumi untuk jangan memiliki keinginan yang tidak baik.
__ADS_1
Setelah itu, menurut orang orang industry dan bisnis, Devan benar-benar tidak berselera dengan wanita luar.
Merasa pasrah, Yumi menggunting rambut panjangnya dan menerima semua bisnis dari ayahnya yang kakaknya tidak mau Terima. Yumi berkata pada dirinya, kalau dia tidak bisa menjadi wanita Devan, dia akan menjadi pasangan bisnis yang bisa bekerja sama dengan Devan.
Tetapi....Pada saat ini, dia baru mengerti kalau dirinya salah, salah sampai sangat pasrah....
Dia merasa istri Devan tidak pantas bersamanya, tetapi dia tidak bisa berkata apa-apa karena istri Devan dan Devan sudah kenal satu sama lain sejak kecil.
Melihat Clover bersama Devan tadi, dia sengaja bertanya pertanyaan seperti itu.
Tidak menyangka Clover begitu tidak tahu malu. Berpikir ekspresi Clover yang bangga tadi, Yumi sangat membenci dirinya yang menyerah kemarin.
Ayahnya berkata, personalitas dia bersih dan tegas seperti seorang pria.
Pada kehidupan ini, Yumi hanya pernah merasa ragu untuk satu kali.Dia merasa ragu di pertanyaan apakah mau merebut Devan....
Dia berpikir pada akhirnya Devan memiliki selingkuhan seperti Clover, bukan dia!
.................
Clover awalnya hanya mau sembarang makan saja di dalam kamar hotel, karena masalah Devan dan Gabriel masih belum selesai.
Clover masih beridentitas sebagai seorang selingkuhan.
Tetapi Devan tidak mau dan memaksa untuk pergi ke tempat acara.
Di industry dan bisnis ini, seorang pemilik perusahaan memiliki selingkuhan atau mencari pacar setelah menikah itu merupakan masalah yang normal.
__ADS_1
Orang-orang di industry selalu bilang Devan tidak berselera tentang wanita, melihat Devan yang membawa Clover menghadiri acara umum, wajah orang-orang tidak berubah...
Hanya saja tatapan mereka terisi dengan emosi yang lain pada saat menatap Clover.
Emosi itu seperti memandang rendah, atau kagum? wanita ini sanggup mengambil hati Devan yang tidak pernah berselera dengan wanita, tentu saja orang-orang akan meragukan Clover. Tetapi Clover tidak ingin berpikir banyak tentang tatapan mereka.
Clover sangat jelas terhadap hubungan dirinya dengan Devan. Clover tidak akan terlalu keras kepala dengan masalah yang dia sudah jelas mengerti.
Gabriel saja dia bisa hadapi, menghadapi orang-orang asing ini yang sama sekali tidak ada hubungan dengan dia, Clover tentu saja tidak peduli.
Jadi, dia sama sekali tidak berekspresi menghadapi tatapan orang-orang itu.
Pada saat makan sampai setengah, Devan sepertinya melihat orang yang dia kenal, "kamu makan dulu dengan perlahan, aku melihat seorang seniorku, aku akan pergi menyapanya dan segera kembali"
Clover pun mengangguk.
"Nona benar-benar sangat pendiam"
seorang wanita bersuara di atas kepala Clover. Clover melihat ke sekelilingnya, semuanya adalah pria, hanya dia seorang wanita, Nona....
Clover mengeluarkan batuk ringan, kata kata ini terdengar sangat tidak nyaman.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung...