
Ketika mereka tiba di rumah sakit, Gary sedang di tahan oleh empat atau lima orang yang kuat, berlutut tepat di depannya.
Malam beberapa tahun yang lalu, Clover pernah melihat Gary di sebuah ambulans, karena wajahnya di penuhi darah, sehingga dia tidak bisa melihat dengan jelas, tetapi kontur wajahnya jelas tampak lebih gemuk daripada sekarang.
"ada apa ini?" Devan membawa Clover mundur beberapa langkah.
Clover mengayunkan tangan Devan, maju ke depan beberapa langkah dan berjongkok di depan Gary. Meskipun Gary tidak berpenampilan rapi pada saat ini, dan juga kurusnya mengerikan, tetapi masih bisa terlihat bayangan pria yang ada di foto tersebut dari wajahnya.
Clover menggigit bibir, menghirup udara, mengulurkan tangannya, lalu meletakkannya di dada pria itu, memejamkan matanya, dan merasakan detak jantung pria itu dan detak jantungnya sendiri, seolah-olah pada saat ini terlarut menjadi satu kesatuan.
Dan Gary yang baru saja mengamuk, saat ini melihatnya dengan sangat tenang.
"kakak...." Clover dengan lembut menggerakkan bibirnya, dan suara rendah meluap dari bibirnya yang merah.
Dia merasakan tubuh pria di depannya ini bergetar.
"Gabriel, kamu datang untuk melihatku? aku tidak menyalahkan kamu, sungguh..." Namun, sesaat kemudian, apa yang dia katakan membuat tangan Clover menggantung ke bawah.
"tempatkan dia ke dalam dulu!" pria yang mengenakan mantel putih yang berdiri di sebelahnya memotong perkataan Gary.
Kemudian, belum sempat bereaksi, Gary sudah di angkat oleh beberapa pria kuat ke dalam ruangan.
Clover menoleh dengan panik dan menatap Devan "mereka...."
__ADS_1
Devan memberikan gerakan di bibir untuk melarangnya berbicara.
Membantu Clover berdiri, lalu menatap ke dokter di depannya, "kami ingin membawanya pergi" Devan langsung berbicara pada intinya.
Dokter itu tidak mengenal Devan, tetapi dia bisa melihat dari auranya yang kuat, bahwa identitasnya pasti tidak biasa.
Kemudian segera mengangguk, "aku akan segera memanggil pimpinan, silahkan tunggu sebentar"
Setelah dokter itu pergi, Clover melihat ke seluruh halaman.
Rerumputan yang lebat, cat dinding di luar sudah banyak yang telah rontok, sampah ada di mana-mana. berdiri dari beberapa meter jauhnya, sudah dapat mendengar suara kebisingan dan teriakan.
Di sini bukan sanatorium, jika tidak di lihat dari dekat, lingkungan ini bahkan tidak sebagus pabrik industri biasa.
******(Sanatorium adalah tempat untuk orang yang memiliki penyakit kronis)******
Clover memutarkan kepalanya dan menatap ke Devan, sangat jelas terlihat bahwa ekspresi wajah Devan juga tidak bagus.
Clover tahu, Gabriel menangani Gary hanya karena dia mencintai Devan, gila demi cinta.
Namun, pada saat ini, dia dengan serius meragukan betapa kejamnya hati wanita itu.
Pada saat ini, tiga atau empat dokter datang dari sisi yang berlawanan, yang paling depan memakai mantel putih, tetapi karena perut buncit yang menjulang tinggi, jas putih itu tidak di kancing.
__ADS_1
Model rambut pendek militer, punggung tangan yang terlihat tampak tato yang menakutkan.
Tampilan yang seperti itu, bagaimana bisa membuat orang memikirkan kata-kata, 'belas kasihan dokter bagaikan orang tua'
Otak Clover hanya penuh dengan pikiran, gangster dari mana ini?
"saya dengar, Anda sedang mencari saya? apakah ada sesuatu?" gangster itu berdiri di jarak dua meter darinya, dan menatap Clover dan Devan dari atas ke bawah, tetapi nada suaranya masih baik.
Devan tidak berbicara, lalu seorang pria yang tadi berdiri di belakangnya telah melangkah ke depannya, Devan berkata, "kami ingin membawa Gary pergi. Anda sebutkan saja, berapa harganya?"
Di mata gangster itu ada kilatan terkejut, dan kemudian tenggelam.
"siapa Gary? saya tidak kenal..."
Clover memegang lengan tangan Devan dengan sangat erat, dan berkata " dia adalah pria yang baru saja di bawa oleh kalian ke dalam"
Melihat mereka pergi, Clover jadi panik.
Tiba-tiba, dia merasakan serangkaian bayangan hitam melewatinya.....
.
.
__ADS_1
.
Bersambung.....