
Sedangkan mengenai Gabriel, Clover merasa sangat aneh, jika dilihat dari karakternya, stelah terjadi hal seperti ini, setidaknya dia akan keluar untuk membuat keributan beberapa kali, setidaknya dia akan mencari beberapa media untuk menjelaskannya, atau mencari Devan dan membuat keributan, tetapi menurut sepengetahuannya kali ini Gabriel tidak melakukan apapun.
Clover pernah bertanya kepada Devan, dia bilang, setelah masalah itu terkuak, keesokan harinya Gabriel langsung pulang ke rumahnya, setelah itu dia sudah jarang keluar dari rumahnya, bahkan dia sudah tidak pernah datang ke perusahaan lagi.
Hal ini membuat Clover semakin merasa terkejut.
Tetapi, mengingat janjinya kepada ayahnya Devan, mengenai masalah perceraian Devan dan Gabriel, dia lebih memilih tidak mengungkitnya sama sekali.
Saat ini, Hari-hari terlihat sangat tenang, tapi Clover selalu merasa sepertinya ada rencana terselubung yang lebih besar yang sedang menantinya, seiring dengan berjalannya waktu, perasaan tidak tenang ini terasa semakin kuat.
Tidak lama kemudian, perusahaan Simba mengumumkan bangkrut, sebelum Clover melakukan sesuatu terhadapnya, dia sudah jatuh terlebih dulu.
Sedangkan Gabriel tetap tidak pernah muncul lagi.
Malam itu di saat nama Simba diturunkan dari perusahaan, setelah Devan pulang, akhirnya Clover tidak tahan untuk tidak bertanya kepada Devan,
"menurutmu apa yang sebenarnya sedang dilakukan oleh Gabriel? setiap hari mendekam di dalam rumah, bahkan tidak keluar dari pintu rumah sama sekali pun, bahkan meskipun Simba sudah ditutup, dia juga tetap tidak peduli, bayangannya saja tidak pernah terlihat" hari ini akhirnya Clover tidak tahan lagi, dia langsung menarik Devan dan bertanya kepadanya.
__ADS_1
"aku selalu merasa dia sepertinya sedang merencanakan sesuatu rencana jahat yang besar, ini membuatku tidak tenang" Clover berkata sambil masuk ke dalam pelukan Devan.
Devan menerima ke dalam pelukannya lalu mencium dahi Clover, setelahnya dia baru perlahan-lahan berkata, "Clover, dia sudah gila, kemarin rumah sakit sudah mendiagnosisnya"
Saat sudah berbicara sampai sini, Devan berhenti sejenak, setelah itu dia lanjut berkata, "dia mempunyai penyakit mental, ayah Gabriel yang saat ini menjadi walinya satu-satunya malah dibawa pergi oleh kakekmu, karena itu aku terus menunda perceraianku dengannya"
Clover bangkit dan duduk tegak dari dalam pelukan Devan, dia sangat terkejut, Gabriel sudah gila? wanita yang tidak bisa melahirkan anak itu ternyata bisa menjadi gila?
Apakah karena berita itu? kenapa hal ini semakin didengar semakin terasa sulit dipercaya?
"aku akan mencari cara untuk membuatnya menandatangani surat perceraian, hanya saja saat ini dia adalah pemegang saham terbesar di group Simba, demi melindungi kepentingannya, group Simba menggunakan pengacaranya, hal ini tidak bisa dilakukan dengan cara keras, sehingga agak sedikit merepotkan" Devan melanjutkan perkataannya.
Dia hanya merasa orang seperti Gabriel bisa menjadi gila, benar-benar sulit dipercaya.
Bagi seorang wanita yang bisa menerima kenyataan kalau dia tidak bisa melahirkan seorang anak, dia tidak percaya kalau Gabriel tidak bisa menanggung berita seperti ini.
Clover ingin berkata kepada Devan, kalau mungkinkah ini hanyalah taktik Gabriel untuk memperlambat proses perceraian, tetapi dia juga takut membuat Devan berpikir terlalu banyak dan membuatnya tertekan, setelah dipikir pikir, dia terpaksa menelan kembali perkataannya yang sudah hendak keluar dari mulutnya.
__ADS_1
"Devan, apakah kamu punya sesuatu yang aku tidak tahu?" Clover menyipitkan matanya, meskipun Devan telah memberikan penjelasan kepada Clover mengenai masalah dia pingsan kemarin,Clover tetap merasa ada sesuatu yang salah.
Devan mengangkat alisnya dan berkata dengan suara rendah, "apa maksudmu?"
"kamu tadi bilang, kalau ayah Gabriel masih berada di kakekku sana, mengapa? dia bukan ayah kandungku, mengapa kakek tidak mau membiarkan dia pergi?"
Tatapan Devan memancarkan sebuah rasa bersalah sebelum berkata dengan perlahan, "sepertinya kakek mu menganggap ayah Gabriel mengetahui beberapa masalah ibumu dan ayah Gabriel bersikap keras kepala tidak mau membuka suara, makanya kakekmu mengurung dia di sana"
Clover melamun sejenak, lalu mengangguk....
.
.
.
Like like like.....
__ADS_1
Terimakasih....