
Sherin mengangkat kepalanya dan melihat ke Devan, dia seperti ingin berbicara sesuatu.Tetapi pada akhirnya Sherin memilih untuk diam.
Gabriel adalah orang yang pernah menolong Devan,dan mereka pernah bersama selama belasan tahun.Meskipun Devan tidak mencintainya,melihat dari cara Devan berbicara dan tersenyum kepada Gabriel, bisa di lihat Devan sangat peduli terhadapnya.
Jadi, Sherin bermaksud untuk tidak berbicara tentang kejelekan Gabriel di depan Devan. Jika Sherin berbicara di belakang Gabriel,maka dia akan terlihat jahat dan malah membuat situasi menjadi semakin tidak kondusif.
Tetapi, Sherin tetap tidak bisa berterima kasih kepada seseorang yang ingin membunuh dia.
Akhirnya, Sherin hanya memberikan sebuah senyuman ringan.
Dylan membantu Sherin untuk membuka pintu mobil, "Dylan,Terima kasih" Sherin berkata sambil memberikan senyuman ringan juga kepada Dylan.
"cukup bilang Terima kasih saja. Untuk apa kamu tersenyum begitu cerahnya pada dia?"
Suasana di dalam mobil menjadi aneh.Setelah beberapa saat, Sherin tertawa dan menoleh ke Devan " Devan,apakah kamu cemburu?"
Sherin mengembangkan bibirnya dan menatap pria di depannya dengan senyuman.Hatinya tentu merasa bahagia.Meskipun kebahagian ini adalah hasil 'mencuri' pria milik orang lain, Sherin tidak bisa menahan diri dan merasakan kecanduan dengan perhatian Devan.
Hanya saja, Sherin tidak tahu penampilannya sekarang terlihat sangat menarik di mata Devan, ketika Sherin belum sempat bereaksi, Devan menariknya ke dalam pelukan.
__ADS_1
Tangan kanannya menekan tombol yang berada di bagian atas mobil, layar yang menghalangi tempat duduk pengemudi dan belakang pun muncul, setelah itu, Devan pun menciumnya.
Devan terus menciumnya sampai Sherin sudah merasa sesak nafas, baru lah dia melepaskannya.
"kamu sudah gila? ada orang lain di sini" berpikir dengan Dylan yang duduk di depan, wajah Sherin menjadi sangat merah seperti kepiting rebus.
"Layarnya kan menghalangi"
"kamu.."
Tidak perlu berkata, Dylan sudah bisa tahu apa yang sedang mereka lakukan. Sherin merasa semakin malu, setelah sampai di tempat, Sherin langsung berlari turun dari mobil.
Devan sangat jarang tidak memarahi Dylan dan hanya tersenyum dengan puas.
"kamu mau ikut makan atau tidak? kalau tidak mau,ya sudah...pulang sana!"
"harus makan.Karena masalah kamu, para wanita cantik sudah tidak berani mencari ku lagi baru-baru ini"
Angin berhembus dan membuat tubuh terasa dingin,tetapi kehangatan di dalam hati Devan tetap beredar di seluruh tubuhnya.
__ADS_1
Sherin baru mengeluarkan kunci dan pintu sudah terbuka dari dalam.Mbok Lili menyambut Sherin dengan senyuman, "Sherin,kamu sudah pulang? ayo cepat masuk,makan malam sudah hampir siap juga"
"mama kamu sudah pulang?" Simon berlari ke arah Sherin dan memeluknya.
"Mbok Lili,mengapa kamu bisa ada di sini?"
"oh, Simon bilang dia ingin datang untuk melihat kamu. Pas,mbok juga miliki waktu.Jadi,mbok datang dan langsung memasak untuk kalian. Sherin,kamu pergi mengganti sepatu dan cuci tangan, siap-siap untuk makan.Mbok akan pergi untuk menuangkan sup ke dalam mangkuk dulu." Mbok Lili berputar balik badannya dan berjalan ke arah dapur.
"mama,cepat lah ganti sepatunya, sebentar lagi kita akan makan." Simon melepaskan Sherin dan berjalan ke depan TV.
Sambil menunggu makan malam di mulai, Simon terlebih dulu bermain di depan TV....
Terima kasih....
mohon dukungannya like dan komen..
Vote nya juga,,,
Hari ini udah up 3 part ya,,,,
__ADS_1