
"iya, aku hanya setuju mereka tulis, kalau bagaimana cara menulisnya bukan hal yang bisa kita atur"
Sambil berkata, Devan menarik Clover ke dalam kamar dan langsung menekan dia di dinding, "perusahaan CX kamu mungkin bisa menjadi sangat terkenal nanti, nona Clover, bukankah kamu harus memberikan sesuatu kepadaku?"
Wajah Clover memerah dan dia langsung menahan tangan Devan yang sedang bergerak di pinggangnya. "itu...aku sudah lapar, aku ingin makan dulu"
Kalau pagi-pagi disiksa satu kali lagi, Clover seharian tidak akan bisa melakukan apa-apa lagi. Jadi Clover dengan cepat melarikan diri dari kamar tidur.
Devan melihat lengannya yang berada di tengah udara dan sudut bibirnya terangkat dengan cantik.
Setelah sarapan, Clover melihat Devan masih memakai baju tidur, Devan yang tengah duduk di atas sofa dan memeluk Momo sambil main permainan, Clover sedikit heran, "apa hari ini kamu tidak akan pergi bekerja?"
"kamu jadikan dua ini menjadi satu, benar!!" ucap Devan pada Momo. Setelah berkata pada Momo, Devan mengangkat kepalanya dan melihat ke Clover, "kamu hari ini jangan keluar juga, di luar banyak wartawan!"
Clover melihat ke luar rumah melewati kaca yang bening, yang berada di depannya adalah pantai yang seperti tiada akhirnya, dari jarak beberapa ratus meter sisi kanan kiri rumah mereka, terdapat beberapa rumah mewah dan bagian belakang rumah mereka terdapat lapangan golf yang luas, Clover bahkan tidak melihat tempat yang bisa untuk menyembunyikan diri,dari mana ada wartawan?
"kamu lihat cermin di depan kamu itu dari sudut 45 derajat, apa kamu melihat seseorang yang memakai baju hitam dan topi putih? dia adalah wartawan, lalu di bagian kanan depanmu, orang yang tengah mengambil sapu itu juga wartawan...." setelah itu, Devan terus memberitahu Clover dimana para wartawan berada.
Clover menghirup sebuah nafas ringan, dan tidak berbicara lagi.
"tetapi, bukankah kamu ingin mereka merekam kita? mengapa malah menyuruh kita jangan keluar?" Clover tidak pernah mengalami hal seperti ini, jadi, daripada Devan yang terlalu tenang, Clover merasa sedikit lebih baik sedikit penasaran.
"karena mereka hanya ujung tombak, aku berani pastikan bahwa jika kamu berani menginjakkan kaki keluar sekarang, detik selanjutnya kamu akan dikelilingi oleh wartawan yang berkerumun," setelah berkata, Devan terus menemani Momo main permainan kecilnya.
Kali ini Clover tidak ragu lagi dan langsung masuk ke dapur untuk mengambil buah, "Simon, sini makan buah dulu"
Kalau tidak bisa keluar, Clover mending menikmati waktu mereka empat orang bersama.
Clover menyalakan TV dan mulai menonton drama Korea, simon sedang main Ipad-nya, dan Devan sedang memeluk Momo sambil main permaian.
__ADS_1
Clover berpikir betapa bahagianya kalau kehidupan mereka bisa seperti ini terus, memang sederhana tetapi terasa bahagia.
Clover bersama mereka merasa bahagia selallu.
Tetapi tidak begitu untuk Gabriel.
Dari dalam sampai luar, rumah Devan dikelilingi oleh wartawan yang sangat banyak.
Devan jarang-jarang izinkan wartawan untuk merekam berita tentangnya, tentu saja pada wartawan ingin menangkap berita utama.
Mbok Lili dan pak Hasan sudah menyadari ada sesuatu yang salah pada saat pagi hari dan mereka pun menelpon ke Devan, Devan hanya menyuruh mereka untuk jangan menghiraukan para wartawan, kalau pun mereka bertanya jawab saja tidak tahu.
Gabriel menelpon ke Devan beberapa kali, tetapi Devan tidak menjawabnya sama sekali.
Gabriel juga menelpon ke ayahnya, tetapi telpon ayahnya tidak aktif, Gabriel merasa sedikit frustrasi dengan ponsel ayahnya yang terus tidak aktif beberapa hari ini.
"GM Gabriel, di depan dan belakang pintu Simba dikelilingi oleh para wartawan, kalau anda tidak keluar untuk menghadapi mereka, kami tidak akan bisa keluar" asistennya menelpon ke Gabriel.
Gabriel terus menggigit kukunya ketika dia melihat foto Clover, Devan dan Simon di Ningga group, perasaan takut, panik, dan kecewa datang kepadanya.
"Nona Gabriel, silahkan keluar dan menjelaskan kepada kita apakah anda adalah orang ketiga?" tiba-tiba Gabriel mendengar suara yang seolah-olah sedang berdering si sisi telinganya.
Gabriel berdiri di lantai dua dan menggeserkan tirai jendela untuk melihat ke lantai bawah, apakah wartawan itu gila? dia berbicara menggunakan alat pengeras suara.
Gabriel melihat ke sekeliling, orang yang tinggal di daerah sini adalah orang-orang yang berstatus tinggi dan kaya raya, Orang-orang yang tidak percaya pun pasti akan menjadi meragu setelah mendengar kata-kata wartawan itu.
"kamu jangan sembarang bicara, saya dan tuan Devan sudah kenal sejak kami kecil, orang ketiga adalah wanita itu" pada akhirnya, Gabriel membuka jendela dan menjawab dengan suara keras.
Lampu kamera mulai menyala dengan gila ke arah Gabriel.
__ADS_1
"kalau anda bukan orang ketiga, mengapa Tuan Devan menikah denganmu beberapa tahun setelah dia dan wanita lain melahirkan seorang anak? lalu, anak itu dan Tuan Devan memilih untuk bersama direktur Clover pada saat ini, bagaimana anda akan menjelaskan tentang ini?"
Mendengar ini, ekspresi Gabriel berubah dan hatinya terasa dingin, meskipun Devan dan dirinya tidak pernah bersama, tetapi beberapa tahun ini Devan selalu menjaganya dengan baik.
Tetapi kali ini, jelas Devan memberikan ijin, kalau tidak wartawan ini tidak akan mempunyai keberanian yang begitu besar.
Hanya saja, Gabriel sangat frustrasi, beberapa tahun ini, dia juga menuruti kata-kata Devan dengan baik, dia benar-benar tidak bisa berpikir dimana letak yang salah sampai membuat sikap Devan terhadap dirinya berubah seperti itu.
Apakah karena wanita itu?
Berpikir sampai sini, tatapan Gabriel menjadi dingin, 'baiklah, kalau kamu tidak ingin aku melalui hal baik, aku juga akan membuat hatimu tidak nyaman'
Gabriel tiba-tiba berputra balik badannya dan langsung berlari ke lantai bawah setelah mengambil ponsel yang berada di atas tempat tidurnya.
Di depan reporter, Gabriel mengeluarkan foto-foto Sherin dan Devan.
"kalian lihat, wanita ini baru adalah wanita yang benar-benar dicintai oleh Devan, tetapi dia sudah meninggal, jadi kalian jangan percaya oleh kebohongan wanita itu, dialah yang merupakan pelakor, saat Devan pergi ke luar negeri, dia menggodanya, mengenai bagaimana dia bisa menjadi ibu kandung dari Simon, aku tidak tahu jelas mengenai itu, mungkin....mungkin wanita itu mengoperasi plastik wajahnya supaya mirip dengan Simon, jadi kalian jangan mau dibohongi olehnya!"
Gabriel berpikir, dia tidak percaya kalau setelah wanita itu melihat foto Sherin dan Devan, hatinya masih bisa merasa senang.
Pria yang tidak bisa dimilikinya, dia juga tidak akan membiarkan orang lain memilikinya dengan begitu mudah.
Saat memikirkannya, bibirnya membentuk senyuman samar yang tidak bisa diketahui oleh orang lain.
.
.
.
__ADS_1
.
.