Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Pembatalan tunangan


__ADS_3

Sepanjang perjalanan ke tempat tinggal Sherin.


Yuta mengawasinya memasuki pintu dan kemudian berbalik untuk pergi.Dalam hal ini,dia tahu bahwa dia dan Sherin perlu ketenangan.


Bahkan,begitu Sherin meninggalkan daerah Wol,Yuta merasakan akan suasana hati Sherin tidak stabil dan sangat khawatir tentang dia.Jadi Yuta mengikuti Sherin dari jauh.


Mengikuti Sherin di kereta api,ke kuburan,ke halaman rumahnya yang dulu,awalnya ketika melihat Devan yang datang menjemputnya,dia tidak ingin mengikuti lagi.


Interaksi antara kedua orang itu membuat dirinya merasa sangat gugup,tetapi bagaimana pun juga dia harus terus mengikuti mereka.


Melihat Sherin yang di cemooh oleh orang banyak, dia merasa tertekan dan tidak bisa menahan diri jika tidak muncul untuk menolongnya.


Yuta berpikir bahwa cinta adalah sesuatu yang bisa dia dapatkan jika dia berjuang dengan keras,tetapi pada saat ini,dia punya perasaan bahwa sebelum dia memulai,mungkin sudah berakhir.....


Begitu Sherin membuka pintu, dia di tarik ke pelukan sebelum dia sempat berdiri dengan tegak.


Bau aroma tubuh yang familiar itu membuat dirinya sedikit menggigil.Ternyata orang itu adalah Devan.


Sherin tidak ingin bertanya kepada Devan bagaimana dia bisa masuk ke sini.Ini rumahnya,dia pasti mempunyai kunci cadangan,itu normal saja.


Sherin hanya merasa terkejut bahwa Devan tidak tinggal untuk menghibur Gabriel di sana.Dia merasakan hangat di dalam hatinya.Kemudian, dia merasa sangat mual.Dia di cemooh sebagai selingkuhan.sangat memalukan sampai-sampai dia masih bisa merasakan dampak kejadian tadi di restoran saat ini.


Memikirkan hal ini, dia dengan raut wajah yang dingin,raut wajah tanpa ekspresi pun berusaha mendorong Devan.


"apa kamu senang melihat semua orang memperlakukan aku seperti itu? kamu senang melihatnya,bukan? itu masih belum cukup,ini akan terus berlanjut,bukan?" ucap Sherin sedikit emosi. Dia tahu kalau dia tidak boleh kehilangan kesabaran dengan Devan,tapi dia tidak bisa menahannya lagi.


Devan menatap mata Sherin yang sedang menangis, dan dia pun merasakan sakit di hatinya.Dia meletakkan tangannya di belakang kepalanya dan menekannya ke lengannya.


"Sherin,aku tidak tahu Gabriel ada di sana hari ini!" ucap devan dengan lesu.


"jadi apa? akan ada hari seperti itu lagi,bukan?" Sherin merespon dengan lemah.


"percaya lah,aku akan menghadapinya sesegera mungkin." sebenarnya,Devan telah memikirkan banyak cara untuk menghadapi Gabriel akhir-akhir ini, tetapi pikirannya selalu terbayang terus pada waktu 14 tahun yang lalu, Gabriel yang menutupi lukanya dengan tubuhnya, sehingga Devan menelan kembali idenya setiap kali ide itu muncul.


Ini adalah satu-satu nya hal yang tidak pasti yang pernah dia lakukan dan menjadi kelemahannya sejak dia masih kecil.

__ADS_1


Bahkan ketika tadi Gabriel memergoki dirinya dengan Sherin, Devan benar-benar berharap kalau Gabriel akan membuat keributan.Setidaknya, itu akan membuat dirinya merasa tidak begitu bersalah.


Ketika Sherin dalam suasana hati yang buruk,dia selalu tidak banyak berbicara.


"jika kamu merasa tidak bahagia,katakan saja padaku!" Devan tidak bisa membujuk orang,jadi melihat Sherin seperti ini,dia merasa tidak berdaya.


Begitu Sherin mendorongnya, dia di tutupi oleh tubuh tingginya itu.


Dia berdiri lurus di depannya dan tidak tahu berapa lama, Sherin akhirnya mengatakan "jika kamu tidak ada urusan apa-apa lagi, silahkan pergi! maaf aku tidak bisa mengantar!"


Setelah itu Sherin berbalik badan tanpa ekspresi.


Devan menarik Sherin kembali dengan tangan besarnya dan memeluknya.Aroma yang menyegarkan menembus ke hidungnya,dan tangan yang jatuh di pinggang Sherin bergerak sedikit.Ada semacam perasaan yang perlahan mulai bergejolak.


Sherin mengepalkan tangannya dengan kedua tangan,meraih dadanya,berjuang untuk melepaskan diri,tetapi di pegang erat oleh Devan, "Dalam beberapa hari lagi,pada pertemuan tahunan perusahaan yang di adakan tiga tahun sekali nanti, aku akan mengambil kesempatan itu untuk mengakhiri pertunangan aku dengan Gabriel!"


Kata-kata Devan,tidak membuat Sherin merasa senang.


Sherin malahan berpikir,kebahagiaan dia sendiri dapat menyakiti hati wanita lain,dia sangat merasa bersalah.


Dia mengingat hal-hal yang terjadi hari ini,tiba-tiba dia teringat sesuatu.....


Dia melompat,turun dari kasur lalu pergi ke ruang tamu, mengambil surat yang ada di dalam tasnya.


Menyalakan lampu yang di sebelah kasur,dia membuka amplop tersebut, dan dia melihatnya,di dalamnya hanya terdapat sebuah foto.


Fotonya berwarna hitam putih,sepertinya foto ini sudah lama.


Dalam foto tersebut,terlihat seorang pria dan seorang wanita saling merangkul,wanita tersebut sangat muda, wajah cantik dan segar,seperti dirinya saat ini.Ini adalah ibunya sendiri,dia langsung mengenalnya.Sedangkan pria tersebut, sangat tampan. Tetapi sangat jelas,ini bukan lah ayahnya, tinggi badannya,tubuhnya, dia sangat yakin.


Tangan Sherin bergetar,fotonya jatuh di atas kasur,di balik foto itu,tertulis sebuah kalimat


'tahun 1989,adalah terakhir kali aku bertemu dengan mu'


Tahun 1989? dia pun lahir pada tahun 1987....Di tahun ini, dia berusia baru dua tahun.Seharusnya kedua orang tuanya telah bersama,tetapi....gerakan dan ekspresi ibunya dengan orang asing ini, seolah-olah seperti sepasang kekasih.....

__ADS_1


Ini,apa yang terjadi?


Sherin meluruskan kedua tangan,dan memegang kedua sisi pipinya, lalu memejamkan mata,pikirannya sangat begitu kacau.


Ibunya,pada saat Sherin berusia dua tahun, apakah dia berselingkuh? beberapa kalimat ini muncul di dalam pikiran Sherin....


Akan tetapi, bagaimana paman bisa mempunyai foto ini?


Dan kenapa,apabila setelah ibu meninggal, orang ini menyerahkan kepadanya? mengapa?


Tetapi,tidak peduli terhadap apa yang telah terjadi, foto ini akan merusak nama baik ibu,oleh karena itu....


Sherin memotret foto tersebut dan mengupload ke penyimpanan cloud storage internet.Kemudian merobeknya, lalu dia berdiri,membuang robekan fotonya ke dalam closet,membiarkan air menghanyutkan nya.


Pada hari ini, Sherin mengalami terlalu banyak hal,membuat dia tidak bisa tidur,hingga subuh,kemudian dia tertidur.


Di hari kedua,pada perusahaan Simba


"Devan,kenapa kamu berkunjung ke sini hari ini?" terhadap kunjungan mendadak Devan,ayah Gabriel merasa tercengang.


Devan menawarkan ayah Gabriel untuk duduk.


Tatapannya tertuju pada kopi yang di hadapannya,setelah setengah jongkok,dia menoleh ke belakang,kemudian Dylan melangkah ke depan,dan meletakkan sebuah map di depan ayah Gabriel,sambil berkata "paman,ini adalah surat kuasa pemindahan saham perusahaan Ningga Group sebesar 5 persen."


Saham perusahaan Ningga Group sebesar 5 persen.Kurang lebih senilai ratusan juta dolar, ayah Gabriel tidak mengerti apa yang di maksud oleh Devan.Di dalam hatinya tergoyang,tetapi dia tidak langsung mengambilnya,dia hanya melirik nya dengan bingung.


"Devan,apa maksudnya ini?"


Alis Devan terangkat, jarinya menggosok ke bibir, menelan ludah,setengah berdiri,kemudian Devan menegakkan badan dan berkata "paman,aku ingin membatalkan tunangan dengan Gabriel,ini adalah dispensasi aku terhadapnya.Unyuk alasannya, biar paman yang menentukan!"


Ayah Gabriel terlihat sedikit kaget, wajahnya yang tadi masih tersenyum,pada saat ini,langsung terdiam.Dia menatap Devan, dengan terpaksa dia tersenyum dan bertanya "Devan, apakah kamu bertengkar dengan Gabriel? atau....ada kekurangan dari Gabriel? kalian berdua sudah lama bersama,ini...."


"aku mencintai wanita lain.Paman,aku yang menyakiti Gabriel"


Devan menyela ayah Gabriel yang sedang berbicara.Dengan intonasi yang rendah dan serius.Ayah Gabriel menatap Devan, di dalam pikirannya teringat akan Gabriel yang pernah membahas tentang ibu kandung Simon,jadi dengan rasa ingin tahu dia bertanya "wanita yang kamu jatuh cinta itu, apakah dia adalah ibu kandung Simon?"

__ADS_1


Devan menyipitkan mata,menggelengkan kepala, "bukan!"


__ADS_2