
Beberapa hari kemudian, Sherin berjumpa dengan Devan. waktu itu Sherin pas turun dari bus umum, dan dia melihat mobil Devan parkir di depan kantor.Setelah itu, Sherin melihat Devan turun dari mobil.
Tetapi setelah itu, dia melihat Gabriel juga turun dari tempat penumpang. Mereka tidak tahu sedang berbicara tentang apa, Gabriel tiba-tiba menyandar ke bahu Devan.Jarak antara Sherin dengan Devan terlalu jauh sehingga tidak bisa melihat ekspresi di wajah mereka.
Sherin berdiri mematung di tempat, dan tentu saja melihat itu dia merasa hatinya sakit.
Selanjutnya, Sherin melihat Devan mendorong Gabriel dan mencium dahinya, Gabriel juga memberikan sebuah senyuman dan melambaikan tangannya kepada Devan.
Mereka terlihat seperti sepasang pasangan yang saling mencintai. Pria itu mengantar wanita itu pergi bekerja dan memberikan sebuah kecupan di dahinya, begitu pun sebaliknya. Mereka sangat terlihat manis dan bahagia.
Pada detik itu, Sherin merasa dirinya seperti orang luar. beberapa hari yang lalu, dia baru saja bermanja di pelukan pria itu.Beberapa hari sebelumnya, pria itu baru saja berbicara tidak akan pernah berpisah dengannya walaupun hidup atau mati.
Sherin hanya bisa berdiri mematung di tempat sambil memegang tasnya dengan erat, wajahnya terlihat pucat.Hingga mobil Devan sudah tidak bisa di lihat, tatapan Sherin masih tidak bisa pergi darinya.
__ADS_1
Angin yang berhembus meniup pikiran kacau Sherin. Dia berjalan ke dalam ruang penata rias dan mendengar suara rekan kerjanya yang menggosip sebelum memasuki ruangan.
"apakah kamu melihat tadi? Direktur Devan mengantar GM Gabriel datang bekerja tadi. Dia bahkan mencium dahi GM Gabriel sebelum mereka berpisah.Aku benar-benar sangat merasa iri"
"di rumah GM Gabriel terjadi masalah, kakaknya di dorong ke bawah tebing yang sangat dalam oleh ibunya dan kondisinya sekarang pasif. Ibunya GM Gabriel juga sudah di tangkap oleh polisi.Direktur Devan sebagai tunangan tentu saja harus lebih perhatian."
"mengapa ada ibu yang begitu kejam sampai tega mendorong anaknya sendiri?"
"aku kasih tahu kalian, di internet ada rumor yang berkata kalau kakaknya Gabriel itu sebenarnya tidak dilahirkan oleh ibunya Gabriel. Kakak nya adalah anak antara ayah Gabriel dan wanita lain."
Sherin meletakkan tasnya di atas meja, dan pikirannya terus menuju ke bayangan Devan yang mencium dahi Gabriel tadi. Hati Sherin merasa sangat sakit, dia menggigit bibir bawahnya dan melihat keluar jendela.Sherin memaksa dirinya untuk tidak memikirkan tentang adegan tadi.Tetapi dia tidak bisa. Sherin jelas tahu dia tidak boleh cemburu dengan Gabriel pada saat seperti ini.Dia juga mengerti dirinya tidak memiliki hak untuk cemburu.Tetapi hati Sherin sangat susah dan kecewa.
"Sherin,ponselmu berdering," rekan kerja yang berdiri di sampingnya mendorong nya. Sherin melirik ke ponselnya, lalu dia mengambil ponselnya dan berjalan keluar sebelum mengangkat telpon.
__ADS_1
"kamu berpakaian begitu tipis, tidak takut kedinginan?" suara yang tidak asing berkata. Sherin merasa hidungnya sedikit masam dan matanya menjadi merah.Dia menakan bibirnya sendiri tidak ingin berbicara.
"Dia yang memintanya. Ini adalah yang terkahir kali, aku berjanji tidak ada yang kedua kalinya." lanjut Devan mencoba menjelaskan kejadian tadi.
Sudut bibir Sherin sedikit terangkat dan dia berkata "ya!" hatinya merasa sangat gembira.Ternyata Devan melihat dirinya dan melihat raut kecewa di wajahnya juga.Makanya Devan sengaja menelpon untuk menjelaskan kepadanya.
Tetapi setelah merasa sangat gembira, Sherin merasa dirinya sangat jijik. Devan dan Gabriel adalah tunangan yang memiliki status hubungan, dari mananya Sherin memiliki hak untuk sedih dan cemburu?
Sudah dua part ya,,,
Terimakasih.
Mohon dukungannya like dan komen,
__ADS_1
Jangan lupa vote nya juga...
Love you all....