
Gabriel mengidap skizofrenia? Lalu itu di karenakan kecelakaan mobil waktu itu?
"dia memiliki gejala yang seperti apa?"
"ada sekali waktu aku melihat dia menggigit barang di kamarnya, jadi aku langsung membawanya untuk di periksa" waktu itu Devan ingat, dia minum banyak alkohol, semalaman tidak pulang ke rumah, keesokan paginya, Mbok Lili menelponnya, setelah dia sampai di rumah, dia melihat kamar Gabriel sangat berantakan, dia terlihat sedang duduk di lantai tengah merobek pakaiannya sendiri, penampilannya saat itu tertanam sangat jelas di dalam ingatannya, dokter bilang, kalau ini di sebabkan oleh kecelakaan waktu itu, semenjak itu, meskipun semalam apapun dia akan tetap pulang ke rumah.
********(skizofrenia adalah gangguan mental dalam jangka panjang menyebabkan orang memiliki halusinasi)********
Clover mendengus dengan dingin, kecelakaan, kecelakaan lagi? apakah kelak jika tidak ada yang beres dengan wanita ini, maka dia akan selalu menyalahkan kecelakaan waktu itu? jika seperti itu, maka Devan akan terus menerus merasa bersalah kepadanya?
"apakah kamu....tahu sesuatu tentangnya?" Devan merasa rekasi Clover sedikit aneh? maka dia bertanya kepadanya.
Clover mengambil nafas dalam, lalu menatap Devan, "apakah kamu masih ingat, saat Simon mengalami kecelakaan waktu itu? waktu itu perusahaan kami ada kompetesi model, hari itu kamu juga datang, masih ingat tidak?"
Devan mengerutkan alisnya, waktu Simon kecelakaan, dia ingat saat itu Clover salah paham kepadanya, sehingga dia pingsan,kompetisinya dia masih ingat sedikit-sedikit.
"lalu?"
"lalu dia memintamu untuk menemaninya menghadiri acara pesta temannya pada malam hari, apa kamu tidak menyetujuinya?"
"bagaimana....kamu bisa tahu mengenai hal ini?"
__ADS_1
"waktu itu aku bersembunyi di belakang pintu" Clover berkata dengan pelan, setelah itu dia lanjut berkata, "kemudian, setelah kamu pergi, aku melihatnya mengeluarkan sebuah boneka kain dari dalam tasnya. dia menggunakan mulutnya untuk mencopot kepala boneka itu sampai putus, saat itu dia terlihat begitu menyeramkan..." saat mengingat hal ini, Clover bergidik tanpa sadar, Devan membawanya ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan sangat erat.
"jadi, dia membohongimu, bahkan meskipun dia benar-benar sakit, itu bukan karena kecelakaan waktu itu"
Setelah itu, dia menusuk pinggang Devan dengan jarinya, "kamu orang yang sangat pintar, tapi kenapa begitu berhubungan dengan masalah Gabriel kamu menjadi bodoh seperti ini?"
Tangan besar Devan menggenggam tangannya, lalu mengangkatnya dan menciumnya, raut wajahnya malah jelas terlihat sangat tidak enak di lihat.
"kenapa kamu tidak pernah memberi tahuku mengenai hal ini?"
Clover menjawab dengan terbata-bata,
Mata Devan terlihat suram, jelas sekali kalau dia merasa sedikit kaget.
Benar, setalah Gabriel pernah menyelamatkan nyawanya, dia selalu menganggap dia sebagai orang yang 'baik'
Di dalam hatinya, dia selalu merasa seorang gadis kecil yang berumur 8,9 tahun dapat melakukan hal seperti itu, pastilah dia seseorang yang baik, itu sudah merupakan karakternya, jadi bertahun-tahun setelah itu setiap kali ada masalah yang berhubungan dengannya, dia memang tidak pernah melihatnya secara objektif.
Sekarang, setelah di pikir-pikir lagi, dia merasa Gabriel sangat menakutkan.
"nanti, kamu lebih baik pergi ke rumah sakit saja untuk melihatnya" dia masih belum melakukan apapun terhadapnya, jika memberikan permainan ini berakhir begitu saja, bukan kah itu menguntungkannya?
__ADS_1
Devan menunduk dan menatap Clover, "jika tidak, bagaimana kalau kamu jangan ikut campur mengenai masalah ini lagi? serahkan saja semuanya kepadaku, aku khawatir...." dia khawatir kalau Clover bukan tandingan Gabriel.
Begitu seseorang sudah tidak memiliki hati nurani, maka akan sulit untuk di hadapi.
Clover duduk tegak lalu menggeleng. "tidak bisa.Masalah ini tidak bisa di kompromi lagi, kamu tahu tidak? waktu itu saat kita menolong kakaknya, aku memegang susuran tangga, kalian semua berusaha untuk menarik ku, tetapi dia malah mendorongku,Devan, dia sudah pernah ingin membunuhku"
Devan sangat terkejut, "kenapa kamu sebelumnya tidak pernah memberitahuku mengenai semua masalah ini? jika sebelum kecelakaan itu kamu sudah memberitahuku, mungkin...." Devan tidak meneruskan perkataannya lagi, semua sudah berlalu, jika terus berkata masalah ini juga sudah tidak ada gunanya lagi, hanya saja Clover-nya mempunyai toleransi yang besar.
Meskipun Gabriel sudah berbuat seperti itu kepadanya, dia ternyata masih bisa merasa bersalah kepada Gabriel, dan melepaskan kebahagiaannya sendiri.
Kebaikan hatinya yang seperti itu, membuatnya semakin merasa menyesal.....
.
.
.
Bersambung....
Mohon maaf bila masih banyak typo🙏
__ADS_1