
Setelah mencium bau itu, Clover merasa badannya agak tak berdaya.
"lihat-lihat lagi, aku akan memakan kamu" Devan berbisik dengan suara kecil.
Clover menarik selimut untuk menutupi wajahnya,
"a....iya, cepat pergi mandi!"
Beberapa saat terdengar suara air di kamar mandi, kemudian suara membuka pintu.
Setelah itu terdengar suara langkah kaki Devan.
Clover yang sedang melihat ponselnya menoleh ke Devan setelah mendengar suara langkah kakinya semakin mendekat.
"kamu....kamu, mengapa kamu tidak pakai baju?"
Devan menghadapi malu Clover dengan wajah tenang, "bukan kah aku keluar untuk mencari baju sekarang?"
Clover menoleh ke samping dan turun dari tempat tidurnya, tetapi Devan menariknya sebelum dia sempat jalan keluar.
"Devan aku mau bilang dulu, aku tidak mau.sebentar lagi aku mau cari tante Felice" kepala Clover berada di pelukan Devan.
Devan awalnya hanya ingin memeluk Clover, mendengar kata-katanya, tangannya tertahan, dan langsung berpikir dalam dalam.
Devan melihat ke jam dan baru menyadari dia masih punya rapat pagi ini. Terpaksa, Devan hanya menciumnya setelah melepaskan dia.
__ADS_1
Clover bersiap-siap seadanya dan ikut Devan keluar dari rumah.
......
Pada siang hari Devan menelpon Clover, pada saat dia baru berpisah dengan Felice.
"kita cari satu tempat untuk makan siang, aku ingin bicara sama kamu"
"apakah mengenai orang itu?" Clover sedikit cemas.
"datang ke sini dulu!" Devan mengajak Clover ke sebuah cafe.
........Di dalam ruangan........
Ekspresi Devan terlihat sedikit berat, dia membawakan tas yang di pegang Clover ketika melihat Clover masuk, "Clover, janji padaku, tidak peduli seberapa kaget pun kamu nanti, jangan terlalu emosi."
"papamu, pemilik perusahaan Liamfam. Dia memiliki istri, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan, putrinya adalah istrinya Andrew sekarang dan putrinya mengikuti nama ibunya bernama Misa Tomoka"
Clover membulatkan matanya dan melihat ke Devan dengan wajah tidak percaya.
Dia duduk tegak dan tangannya mulai bergetar, tidak tahu apa karena suhu di dalam ruangan yang terlalu dingin atau karena hatinya dingin.
"minum dulu!" Devan memberikan teh hangat kepada Clover.
Clover menerimanya dan mencicipi teh itu, meskipun dia merasa kehangatan di dalam perutnya, badannya tetap terasa dingin.
__ADS_1
Dia menoleh ke Devan dengan ekspresi yang kacau.
Masa lalunya muncul kembali di pikiran Clover seperti adegan film.
"dia.....dia mana mungkin punya anak, istri, dia......dia adalah....ibuku...." Clover memegang wajahnya sendiri untuk memaksa dirinya menjadi tenang.
"kedua anak laki-lakinya lebih tua dari kamu beberapa tahun, anak perempuannya seumuran dengan kamu." Devan memegang kepala Clover dan memeluknya. Clover mengangkat kepalanya dan menggigit bibirnya sendiri untuk mengontrol emosinya "Devan, kamu....kamu bohongi aku kan?"
Dia memiliki anak laki-laki yang lebih tua dari Clover?
Berarti, pria itu bersama dengan ibu Clover setelah dia menikah dan memiliki anak? pria itu bersama dengan dua wanita secara bersamaan?
Kalau begitu, ibunya Clover.....
Clover tiba-tiba teringat foto itu, ibu Clover juga memiliki pria lain...
"hubungan dia dan ibumu itu ilegal" meskipun kebenarannya sangat jelek, Devan merasa Clover sebagai putrinya berhak tau kebenaran.
Ilegal? berarti,ibunya selingkuhan orang lain? dan Clover adalah anak di luar nikah?
"tidak mungkin. dia....sekian lama beberapa tahun, hubungan dia dan ibuku selalu sangat baik. Dia sangat sayang pada ibuku" Clover sama sekali tidak ingin mengakui ini.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung......