Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Aku Sudah Tidak Sabar


__ADS_3

Setelah memastikan masalah kembali ke dalam negeri, Clover mulai sibuk dengan masalah pemindahan.


Wuli sudah mengikuti Clover selama beberapa tahun, kerja sama antara mereka berdua sangat bagus, setelah berpikir beberapa kali Clover tetap tidak tega meninggalkan Wuli sendiri di sini, setelah bertanya tentang pendapat Wuli, Clover memutuskan untuk membawa Wuli kembali ke dalam negeri juga.


Clover meninggalkan perusahaan di sini kepada beberapa karyawan tua, dia membagikan sahamnya sebesar 30 persen ke manager CX yang berusia sekitar 40 tahun, manager itu sangat jujur, manager itu juga berjanji kepada Clover bahwa dia pasti akan meneruskan tujuan awal Clover dan mengurus CX dengan baik.


Setelah hari itu Clover dan Gary berbicara, Gary terus menghindari Clover, bahkan Clover sudah tidak melihat bayangan kakaknya itu selama beberapa hari.


Akhirnya hari pulang ke dalam negeri pun tiba...


Pada saat pagi, Simon membangunkan Clover di saat dia masih tidur, kemudian Simon memberikan sebuah amplop kepada Clover, ekspresi Simon terlihat sedikit berat.


"ini apa?" Clover mengerutkan alisnya


"paman sudah pergi, dia menyuruhku untuk memberikan ini kepada mama"


Ekspresi Clover terlihat kaget, Gary pergi? penyakitnya belum sembuh total, dia akan pergi kemana?


Clover membuka amplop itu dengan tangannya yang sedikit bergetar, kemudian Clover mengeluarkan kertas di dalamnya dan mulai membacanya.


Inti dari pesan Gary adalah sebenarnya penyakitnya sudah sembuh dari kemarin, Gary hanya ingin mencari alasan untuk berada di sisi Clover dan juga menemani Clover beberapa saat sebelum pergi mengobati kondisi mentalnya, Gary menyuruh Clover tidak perlu berpikir tentang dirinya waktu Clover sedang menghadapi Gabriel.Gary tidak akan kembali ke kota Ciput hanya karena dia ingin pergi keliling dunia sendirian, tunggu dia hingga selesai berpikir dengan jelas, Gary akan pulang ke kota Ciput dan mencari Clover. Gary juga menyuruh Clover untuk menjaga kesehatannya.


Clover menahan diri untuk tidak menangis, matanya memerah....


.........


Setelah tiba di Kota Ciput


Melihat bangunan yang familiar di depannya beserta dua anak di sampingnya, hati Clover merasa ketegasan kuat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya, apapun yang akan terjadi, mulai hari ini Clover akan menetap di tempat ini yang dulunya membuat dia kesepian dan sedih.


"papa...." panggil Momo, Clover melihat ke arah Devan yang tengah berjalan ke arah mereka.

__ADS_1


Di bandara terdapat banyak orang berlalu lalang, tetapi dalam satu tatapan Clover sudah bisa mencari keberadaan Devan dengan wajahnya yang sempurna dan auranya yang mempesona.


Devan menggendong Momo yang berlari ke arahnya dan menepuk bahu Simon sebelum berjalan ke samping Clover, kemudian Devan memeluk pinggang Clover dengan erat, "capek tidak?"


Clover menggelengkan kepalanya, dia takut Devan terlalu capek, dan berkata, "aku kan sudah bilang, tidak perlu datang menjemput, mengapa kamu masih datang?"


"aku sudah tidak sabar, apakah itu cukup untuk menjadi alasan?"


Clover memberikan sebuah senyuman yang lebar, lalu mengangguk, "cukup!"


Setelah masuk ke dalam mobil, Clover melihat arah Dylan mengemudi bukan ke arah perumahan kemarin, kemudian Clover menoleh ke Devan,


"Simon dan Momo akan tinggal bersamamu juga, jadi aku mengganti rumah kita menjadi agak besar," suara Devan terdengar di telinga Clover.


Clover mendekati Devan lalu menyipitkan matanya kepada Devan, "kalau kamu? kamu mau tinggal bersama istrimu yang masih resmi atau tinggal bersama selingkuhanmu?"


Devan mengerutkan alisnya, "jangan sembarangan bicara!"


Melihat rumah mewah di depannya, Clover meragukan apakah cara memahami dirinya bermasalah?


Pemandangan rumah yang berhadapan dengan pantai dan kolam renang, melihat dari luar saja bisa membuat orang merasa rumah ini sangatlah mewah sampai hanya ada di imajinasi.


Setelah berkeliling, Clover sekedar menghitung, di rumah mewah ini total ada 6 kamar tidur, 7 kamar mandi, tempat minum minum, ruang makan, cinema, ruang olahraga.....


Selain merasa kaget dengan kekayaan Devan, Clover juga merasa terharu dengan kepedulian Devan.


"rumah ini adalah tempat keluarga kita tinggal bersama nanti, apa kamu menyukainya?"


Clover merasa kehangatan pada pinggangnya, Devan memeluk Clover dengan kedua tangannya.


Clover tersenyum dengan sangat lembut, "akan bersama kalian bertiga, aku suka tinggal dimana saja"

__ADS_1


Setelah memastikan tempat tinggal,


Selanjutnya adalah masalah perusahaan.


"Direktur Clover, apakah anda pasti ingin memilih kantor kita bertempat di sebelah Simba?"


Wuli bertanya dengan suara kecil, "apakah tidak akan terjadi pertengkaran nanti?"


Clover terbayang ke kata Simba dan banyak ingatan masa lalu kembali ke pikirannya.


"Gedung ini saja, aku sudah mencari tahu, biaya penyewaan nya sudah tergolong sangat murah berbanding dengan gedung lain, kita bisa renovasi menjadi agak unik, setelah menghemat biaya penyewaan kita bisa memberikan harga yang lebih rendah kepada pelanggan." Clover menunjuk ke gedung yang di sebelah Simba, gadung itu hanya memiliki tiga lantai.


Wuli melihat ke gadung yang di tunjuk oleh Clover, penampilan gedung itu terlihat sudah agak tua dan jelas sudah lama tidak di renovasi, berbanding dengan Simba di sampingnya, gedung itu jelas kalah.


Tetapi, kalau ditambah lebih banyak renovasi, gadung itu malahan bisa memberikan kesan yang berbeda.


Selain itu berbanding dengan biaya penyewaan gadung Simba, jelas biaya penyewaan gedung itu lebih murah.


Berpikir sampai disini, Wuli tidak bisa berkata lagi, lalu melihat ke Clover, "baik, kalau begitu saya akan mencari beberapa perusahaan desain dan menyerahkan hasil desain kepada Anda setelah itu"


Sambil berkata, Wuli hendak meninggalkan ruangan, tetapi Clover memanggilnya lagi, "selain orang yang memang sudah melamar ke kita, kamu cari beberapa perusahaan abal-abal dan bajak beberapa karyawan dari Simba, nanti sore aku akan memberikan kamu daftar nama mereka"


Wuli menatap Clover, dia jelas familiar dengan wanita di depannya, tetapi di waktu yang sama Wuli juga merasa asing.


Di dalam ingatan Wuli, Clover tidak pernah melakukan hal seperti membajak karyawan perusahaan lain, tetapi masalah ini Wuli hanya berani berpikir dalam hati.


"beberapa orang ini kamu coba ikuti dulu, beberapa hari ini aku akan berkunjung ke setiap perusahaan dan memastikan kontrak kerja sama bersama mereka."


Wuli tidak mengerti, "bukannya kerja sama bersama beberapa perusahaan itu sudah pasti? mengapa Anda masih harus berkunjung ke sana?"


Clover hanya tersenyum dan tidak menjawab.

__ADS_1


........


Mohon maaf, bila tulisan dan bahasanya kurang dimengerti🙏😊


__ADS_2