Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Yuta meragukan identitas Sherin


__ADS_3

Saat ini


Keluarga Devan


"Devan, aku mendapatkan informasi dari jalur lain, Nona Sherin tadi pergi berkencan" Dylan melaporkan dengan sungguh-sungguh.


Tapi matanya terkulai, dan dia diam-diam melihat ekspresi wajah Devan.


Lihat wajahnya yang gelap, Devan memegangi jari-jari tangannya nya dengan kuat, lalu dia berkata "berkencan? dengan siapa? pria mana?"


"adik sepupu kamu, Yuta" jawab Dylan kemudian.


Devan mengerutkan kening, lalu bangkit dengan tiba-tiba. berjalan ke sisi jendela, kemudian mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor telpon Sherin.


Koneksinya tersambung dengan sangat cepat.


"halo, siapa ya?" Sherin langsung menjawab panggilannya.


"aku? jawab Devan dengan ketus.


" kamu siapa?"


Dylan yang berdiri tidak jauh dari sisi Devan, jadi bisa dengan jelas mendengar suara telpon di sebrang sana.


Dylan menahan tawa, melihat Devan yang uring-uringan seperti itu. Dylan berpikir, wanita itu benar-benar tidak biasa, jika wanita lain yang mengetahui nomor ponsel Devan, pasti akan cepat-cepat langsung menyimpan kontaknya, wanita ini malah bertanya siapa dia? Dylan hanya menggelengkan kepala.

__ADS_1


"Devan"


Suara dingin terdengar di telinga Sherin, dan dia hanya menahan nafas berat.


"oh, ada apa?" Sherin mencoba membuat suaranya terdengar halus.


"bukan kah aku sudah bilang,kalau kita akan makan siang bersama?" Devan berkata dengan nada suara yang berusaha menahan emosinya.


"maaf, Direktur Devan. aku sudah makan, silahkan ajak orang lain saja! selamat makan!" Sherin menjawab seketika dan langsung mematikan telpon tanpa memberikan Devan kesempatan untuk berbicara.


"wanita ini benar-benar unik. dia bahkan berani mematikan telpon kamu" Dylan berbicara sambil berjalan keluar. setelah Dylan keluar,Devan melempar barang yang ada di sampingnya ke arah pintu.


"apa hubungan kamu dengan sepupuku?" Yuta bertanya sambil melirik ke Sherin.


"aku pernah bekerja menjadi pembantu di rumah Devan kemarin, untuk menjaga Simon. Dia adalah pemilik rumah di mana aku bekerja waktu itu, tapi sekarang dia adalah tunangan Gabriel." Sherin menjawab Yuta sambil menundukkan kepalanya karena dia tengah makan sayur.


"bahkan, kakek aku pun harus menunggu Devan untuk mengatur waktu ketika dia mengajak Devan untuk makan bersama.Menurut kamu,apakah dia bisa mengajak seorang pembantu untuk makan bersama?" tatapan mata Yuta sudah tidak memiliki kelembutan seperti sebelumnya setelah mendengar percakapan antara Sherin dan Devan.


Tidak tahu mengapa, Sherin merasa sedikit sedih dengan keraguan Yuta terhadap dirinya.dia mengangkat kepalanya dan tertawa dengan dingin " Direktur Yuta,silahkan terus terang saja akan menyampaikan apa yang ingin anda tanyakan, aku akan menjawab semuanya!" suara Sherin juga kehilangan kesenangan yang dia miliki sbelumnya, Sherin memilih untuk makan bersama Yuta karena dia merasa kangen terhadap masa lalu mereka, tidak ada maksud lainnya.


Kemudian Yuta bangkit dari duduknya dan berjalan sampai di depan Sherin, dia menghalangi jalan Sherin dengan meletakkan kedua tangannya di sisi kanan dan kiri kursi Sherin "katakan! siapa kamu sebenarnya? mengapa kamu mendekati sepupuku dan sekarang mencoba mencari perhatianku, apa tujuan kamu?" Yuta mendesak Sherin.


Sherin merasakan seperti ada sesuatu yang jatuh menusuk ke dalam hatinya.Di banding orang lain, hatinya terasa lebih sakit ketika orang yang meragukan dirinya adalah temannya sendiri yaitu Yuta. Sherin menundukkan kepalanya dan kemudian mengambil tas yang berada di sampingnya, lalu dia mengeluarkan lima lembar uang berwarna merah. Setelah kejadian kemarin, Sherin mencoba untuk selalu membawa uang lebih.


Sherin meletakkan uangnya di atas meja dan dia menyingkirkan lengan Yuta. Sherin bangkit dari duduknya dan berkata kepada Yuta dengan dingin "aku yang akan traktir makan Direktur Yuta kali ini. apakah Direktur Yuta merasa saya sengaja mencari perhatian anda? baik, saya bisa berjanji untuk tidak muncul di hadapan Direktur Yuta lagi dengan syarat Direktur Yuta juga tidak muncul di hadapan saya lagi! untuk Tuan Devan, jika Direktur Yuta bisa membuat dia tidak kontak dengan saya, saya juga bisa berjanji untuk tidak berhubungan dengan dia lagi." setelah berkata itu, Sherin lalu berjalan melewati Yuta.

__ADS_1


Melihat Sherin yang sudah pergi melewati dirinya, Yuta merasa hatinya seperti di tabrak oleh sesuatu. Dia mengambil uang yang ada di atas meja dan langsung mengejar Sherin.Pada saat itu, Sherin sudah berjalan sampai di luar pintu.Tidakbtahubsjak kapan, hujan turun dengan sangat deras. Sherin meletakkan tasnya di atas kepalanya untuk menghalangi air hujan, kemudian Yuta menarik Sherin kembali ke dalam ketika Sherin baru melangkah satu langkah keluar, Sherin menoleh ke belakang, dia melihat ke lengan Yuta dan berkata dengan dingin lagi "lepaskan tangan anda!"


"Nona Sherin,aku minta maaf!"


'minta maaf?' Sherin tersenyum getir.Matanya terlihat ada sedikit kesedihan ketika Sherin tiba-tiba teringat dengan Devan yang mengusir dirinya dari rumahnya ketika Devan melihat Andrew berusaha mencari Sherin. pada saat itu juga, Sherin langsung mengerti bahwa ternyata Cinderella benar-benar hanya ada di dalam dongeng saja. Jika kamu ingin menjadi Cinderella di kehidupan asli, kamu harus membayar dengan membuang harga dirimu.


Tetapi, Sherin sekarang tidak memiliki apa pun, selain harga diri.


Orang kaya menganggap kamu sedang mencari perhatiannya jika kamu tersenyum kepadanya.Mereka menganggap kamu sedang meminta belas kasihan ketika kamu menangis.Mereka menganggap kamu sedang mencari perhatian ketika kamu mengabaikan mereka.


Yang penting, di dalam mata mereka, semua hal yang kamu lakukan itu memiliki tujuan jika kamu adalah orang yang miskin dan tidak memiliki latar belakang.Tidak akan ada yang menghargai kamu hanya karena siapa yang menyukai kamu. semua kelakuan kamu akan di anggap karena memiliki tujuan tertentu. berpikir sampai di sini, Sherin melihat ke atas langit.Jika bukan karena Simon, Sherin memilih ingin pulang ke kampungnya. Sherin ingin kembali ke dunia yang dia miliki. Sebenarnya, Sherin mengerti dia tidak memaksa dirinya untuk memasuki dunia yang bukan miliknya.Sherin sadar, semua ini terjadi sejak dia menginjakkan kaki ke dalam rumah Devan.


Tetapi,mengapa mereka semua memaksa Sherin untuk memasuki dunia Devan.Dia sudah berusaha untuk bersembunyi dan menghindarinya, tetapi Devan malah membuat Sherin jatuh cinta kepadanya. Pada akhirnya hanya Sherin sendiri yang merasakan semua rasa bersalah dan ketakutan.


Mereka bisa bertindak sesuka hati karena mereka adalah orang kaya.Sedangkan Sherin harus di kritik dan di ragukan oleh semua orang.


Apakah dunia ini masih memiliki keadilan? Sherin tersenyum getir.


Kesedihan yang terlihat di mata Sherin membuat hati Yuta terasa semakin sakit. Tidak tahu mengapa, Yuta ingin mendekati wanita ini sejak dia pertama kali bertemu dengannya.


"apakah aku terlihat seperti badut yang bisa kalian permainkan sesuka hati kalian? kalian tidak peduli dengan perasaan aku. kalian bermain denganku ketika kalian senang dan meragukan diriku ketika kalian tidak senang. kalian menganggap aku itu apa?" Sherin berusaha menahan air matanya.


Yuta mengulurkan tangannya dan memeluk Sherin "maaf, aku salah. aku tidak menganggap kamu orang seperti itu.aku juga tidak tahu apa yang terjadi dengan diriku. kamu memiliki pesona unik yang membuat hatiku merasa tersentuh untuk pertama kali selama 6 tahun" suara nada bicara Yuta sangat ringan dan hangat.kata-katanya sangat menyentuh, tetapi Sherin tidak bisa mendengarnya dan mendorong Yuta.


pesona unik? alasan yang sangat unik. pikir Sherin.

__ADS_1


"Sherin?" ada satu suara dingin terdengar di tengah-tengah suara hujan yang membuat Sherin menghentikan gerakannya yang tengah mendorong Yuta.


__ADS_2