
Devan mengerutkan alisnya, dia memegang pipi Clover dan menjelaskan dengan sabar, "aku merasa yang dia tahu tidak banyak. Tetapi, pasti ada sedikit. Kemarin di sana aku pernah memaksanya, dia tidak mau bicara"
Mendengar itu, bahu Clover turun ke bawah, merasa sedikit tidak bertenaga.
Yang benar-benar Clover tidak bisa terima adalah ibunya pernah di perkosa.
Clover merasa tidak bisa terima kalau dia dilahirkan karena pemerkosaan.
"jangan pikir terlalu banyak, aku merasa apa yang di katakan nenek Gabriel itu bukan yang sebenarnya. Apa kamu tidak mendengar nada suaranya pada akhir kata juga terdengar seperti sedang menebak? seperti yang kamu bilang, ibumu begitu membanggakan dirinya, apa kamu rasa dia mau berfoto dengan seorang pemerkosa? kamu jangan lupa, Gary mirip dengan pria itu, ini sangat memperjelas bahwa apa yang di katakan nenek Gabriel bukanlah faktanya."
Setelah mendengar penjelasan Devan, Clover juga menyadari itu.
Benar, personalitas ibu yang seperti itu tidak mungkin masih mau melahirkan mereka kalau hal seperti itu benar-benar terjadi.
"kalau tidak, aku kirimkan foto itu kepada paman? biar paman tanya pada kakek dan nenekku, apakah pria itu adalah tentara?"
Devan menggelengkan kepalanya, "jangan tanya dulu, kita pastikan dulu tentang Gary sebelum kasih tahu mereka. kakek dan nenek kamu sudah sangat tua, kita jangan membuat mereka kaget. Kalau nanti kita benar-benar tidak bisa mencari tahu apa-apa, baru kita kasih tahu mereka."
__ADS_1
Clover merasa apa yang di katakan Devan juga benar.
Setelah itu, Clover tidak berpikir mau menghubungi pamannya lagi.
Tetapi, Clover merasa agak lega. setidaknya kelahiran dirinya bukan karena pemerkosaan.
Berpikir tentang kehidupan ibu, Clover tiba-tiba merasa hatinya sangat sakit.
"apa kamu tahu, mengapa desa mereka begitu kaya? dan mengapa mereka begitu bangga terhadap dirinya?" melihat Clover yang suasana hatinya sangat buruk, Devan mulai menggeserkan perhatian Clover.
Devan berdiri di tempat dan jari panjangnya melingkar di udara sebelum berkata, "tanah ini dan semua rumah di desa ini di bangun oleh ibumu. Dia yang membayarnya"
Clover tentu saja kaget, "ibuku? tidak mungkin. Kalau ibu begitu kaya, aku tidak mungkin demi mau mencari uang pergi melahirkan Simon." setelah itu Clover menghela sebuah nafas dengan suara kecil.
Clover mengangkat kepalanya dan menatap Devan, "Devan, kamu tahu apa saja? bisa kah kamu memberi tahu aku semuanya? peninggalan ibuku yang kamu bilang tadi, apa maksud itu?"
Nada suara Clover jelas ada sedikit frustasi, Devan tahu begitu banyak tetapi dia malah tidak memberi tahu Clover
__ADS_1
Devan berputar balik badannya dan mengulurkan kedua lengannya yang panjang. Sambil melingkari pinggang Clover, alis Devan mengerut, "Cloverku juga begitu cantik ketika dia marah" setelah itu,Devan mencubit pinggang Clover dengan lembut dan memberikan sebuah ciuman di bibir Clover.
Clover melepaskan tangan Devan
"Devan, aku sedang berbicara serius dengan kamu"
Melihat Clover benar-benar sudah marah,dia pun mengangguk, " sebenarnya aku juga tidak tahu apa-apa, Conan Liam memberi tahu aku tentang ini sebelum kamu datang ke sini."
Dia memegang pinggang Clover dan menyuruh dia untuk berjalan ke arah tempat di mana mobilnya parkir, "dia beri tahu aku, rumah yang di tinggali keluarga Simba itu sebenarnya di beli oleh ibumu, karena nenekmu diam-diam memberikan uang ketika ibumu meninggalkan pulau kabut. Setelah itu tidak tahu karena apa, ibumu pergi dan rumah itu menjadi milik keluarga Simba."
.
.
.
Bersambung....
__ADS_1