Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Di bawa ke rumah sakit


__ADS_3

Wajah Devan terlihat sangat dingin dan tenang, tidak ada ekspresi apapun. Devan tiba-tiba berkata, "Sherin memang mempunyai sifat penyayang yang tulus"


Sherin mengira Devan tidak akan berbicara lagi.


Ketika Gabriel baru saja ingin berkata lagi, ada seseorang bwrtetiak "cepat lihat lah!"


Semua orang melihat ke bawah tebing, Gabriel langsung berlari ke arah komandan yang sampai ke atas duluan dan menarik lengannya, "bagaimana dengan kakak ku?"


"kakakmu?" tatapan komandan melewati Gabriel dan tertuju pada Sherin yang berdiri di belakangnya, "saya mengira Nona itu adalah adik dari korban...." komandan itu menunjuk Sherin.


Sherin menangis sampai matanya pun memerah dan badannya juga penuh dengan luka. Dia bahkan di lindungi oleh Devan, orang yang tidak tahu dengan jelas pasti akan mengira kalau Sherin adalah adiknya Gary. Gabriel menundukkan kepalanya dan menyembunyikan rasa kebencian yang ada di matanya.


"silahkan ke samping dulu! kami harus segera mengantar korban ke rumah sakit" komandan itu menarik Gabriel ke samping tanpa menghiraukan pertanyaannya.

__ADS_1


Yuta memegang Sherin yang sedang berjalan ke arah polisi "pak polisi bagaimana keadaan orang itu?"


Komandan itu berputar balik badannya dan raut wajahnya jelas terlihat lebih lembut setelah melihat Sherin. "dokter yang turun ke bawah berkata kepala pasien mengalami benturan yang sangat keras, jadi dia terluka parah,untuk sekarang,masih susah menjelaskannya."


Setelah itu, komandan menganggukkan kepala kepada Devan dan Sherin.


Gary juga sudah di angkat ke dalam ambulan, "apakah ada keluarga pasien di sini? silahkan ikut naik ke ambulan!" ucap sang dokter.


Mendengar kata 'keluarga' Gabriel merasa takut. Dia benar-benar tidak berani menemani Gary. Gabriel berjalan beberapa langkah ke tempat di mana ambulan berada,lalu tidak lama dia tergeletak,pura-pura pingsan.


Sherin melihat Gabriel yang berada di pelukan Devan, dia merasa cemas.Tanpa berpikir lagi,dia langsung naik ke ambulan, Yuta pun juga mengikutinya.


"Gabriel,kamu kenapa?" setelah melihat kepergian Sherin, Devan baru menundukkan kepalanya melihat Gabriel.

__ADS_1


Alis Devan mengerut dan dia mengangkat tubuh Gabriel, membawanya ke rumah Gabriel.Pada waktu itu, ayah Gabriel pas turun dari mobil dan melihat Devan menggendong Gabriel.


Ayah Gabriel merasa terkejut dan mendekatinya, "apa yang terjadi padanya?"


Devan tidak langsung menjawabnya, dia meletakkan Gabriel di atas tempat tidurnya, membantu dia melepaskan sepatunya, dan menutupi tubuh Gabriel dengan selimut.


Devan melirik ke wajah Gabriel beberapa saat,setelah itu berputar balik badannya dan keluar dari kamar itu.


"Devan,apa yang terjadi? tadi aku waktu jalan pulang melihat ambulan dan mobil polisi melewati sini" ayah Gabriel menyuruh Devan duduk di sofa.


"paman,sekarang kamu harus segera pergi ke kantor polisi!" Devan tidak duduk dan melihat ke ayah Gabriel dengan risau.


"memangnya apa yang terjadi?" ekspresi ayah Gabriel tenggelam dan dia pun langsung bangun dari sofa.

__ADS_1


"nanti Gabriel akan menjelaskannya kepadamu setelah dia bangun.Tante sedang berada di kantor polisi sekarang..." melihat pria yang sudah tua ini, Devan menjeda beberapa saat, setelah itu kembali berkata, "Gary di dorong oleh seseorang sampai jatuh ke bawah tebing. Baru tadi dia di selamatkan, di bawa ke dalam ambulan, aku harus pergi ke rumah sakit dulu sekarang."


__ADS_2