
Sepertinya bagus, tapi itu ide yang terlalu buruk untuk Clover!
.....
Pada sore hari, Wuli memanggil Clover. Berarti, orang yang datang pada siang hari tadi sudah pergi, dan krisis nya harus di selesaikan.
"direktur Clover, tamu hari ini sudah menunggumu di dalam studio..."
Hari ini adalah hari pernikahan Yuta dan Amy, Clover meminta Wuli untuk menyusun jadwalnya, cukup satu orang untuk di rias nya hari ini.
Setelah berganti ke seragam kerja dan mengenakan masker, dia kemudian masuk ke dalam studionya.Setelah masuk, dia melihat wanita yang akan dia rias sedang bermain dengan ponselnya, dan tidak kelihatan penampilannya.
"Halo, Nyonya, aku Clover, aku bertanggung jawab merias wajahmu hari ini..." Clover menarik maskernya ke bawah dagu, wanita di depannya itu tidak menghiraukan nya.
Wanita itu mencari dia untuk berdandan sepertinya hanya ingin melihat apakah yang di bilang orang-orang itu benar atau tidak tentangnya.
Dia masih asyik melihat ponselnya, juga tidak mendongak, dengan terserah dia melambaikan tangannya, "aku tidak meminta banyak, asalkan kamu mendandani aku dengan cantik dan ringan..."
Cantik dan ringan? Clover mengerutkan alisnya, meneliti sang Nyonya yang di depannya ini. Tidak bisa tidak di akui, terlihat kulitnya sangat terawat, masih sangat mempesona, bentuk tubuhnya juga sangat bagus, tetapi sebagus apapun, tampilan seperti itu dapat di lihat, setidaknya usianya ada lima puluh.
Dia bilang permintaannya tidak banyak, tetapi dia ingin di rias dengan cantik dan ringan? Usia seperti ini,cantik dan ringan? permintaan ini, terlalu tinggi, pantas beberapa penata rias tadi memutuskan tidak merias dia..
__ADS_1
Melihat Clover tidak bergerak, wanita itu menyimpan ponsel yang ada di tangannya, mendongak, dan menatap Clover, "kenapa, apakah ada masalah?"
Clover sedikit menyipitkan matanya, wanita itu menatapnya dengan sepasang mata yang jernih, di usia seperti ini, masih memiliki mata yang jernih, dia tidak berdaya tetapi mengagumi di dalam hatinya.
Sepertinya wanita itu adalah wanita yang selalu bahagia? kalau tidak, di usia seperti ini, tidak mungkin untuk tetap bisa menjaga matanya tetap jernih.
"Nyonya, kamu pasti orang yang sangat bahagia?" apa yang dia pikirkan tentangnya, dia langsung mengatakannya. Di sini, untuk penampilan 'cantik dan ringan' Clover langsung punya ide dalam sekejap.
Kemudian membuka wadah kosmetik, menarik kembali senyuman yang ada wajahnya, dan mulai merias.
Wanita itu mengangguk, "ya, suamiku sangat baik terhadapku, aku punya anak seorang putra dan seorang putri, mereka juga sangat tampan dan cantik, aku juga mempunyai cucu yang masih kecil dan imut, ya, karena itu lah aku juga merasa sangat bahagia..." wanita itu berkata dengan lembut, umurnya yang sudah begitu tua, jika rata-rata orang mendengar dia berbicara selembut ini, maka itu akan membuat orang merasa bahwa dia tidak cocok dengan usianya, namun, kata-kata yang keluar dari mulutnya ini, Clover bisa merasakan kehangatan.
Selanjutnya, bulu mata,perona mata,kemudian memakai lipstik berwarna merah muda.
Meluruskan rambutnya yang sedikit kriting, mengikatnya menjadi satu seperti ekor kuda yang tinggi, meskipun kelihatan sedikit kurang megah, tetapi terlihat lebih muda dan enerjik.
Clover berdiri,dia melihatnya dengan detail, dan merasa bahwa sudah tidak ada masalah, dia mengeluarkan cermin rias dan menyerahkannya kepada wanita itu.
"Nyonya, coba lihat, apakah sudah oke?"
Wanita itu mengambil cermin dan menatapnya dengan santai, menuju cahaya terang ke depan, menoleh ke cermin rias yang besar, berbalik ke samping dan ke belakang, "aiyo, ternyata reputasi baik yang telah beredar tidak salah, temanku mendengar kinerja mu dengan baik, dan dia juga bilang kalau kamu sangat mahir, bagus bagus..."
__ADS_1
Selesai bicara, wanita itu mengambil ponselnya, berjalan, tiba di depan pintu, dia berbalik dan menatap Clover, "Nona, siapa nama kamu? aku akan kembali dan mengenalkan kamu pada adikku, dia juga seorang penata rias yang terkenal secara internasional..."
Clover mengangguk, "Nyonya boleh memanggilku Clover!"
"baik, Clover, sampai jumpa lagi"
Melihat bayangannya perlahan menghilang, Clover tersenyum tipis, seseorang jika bahagia atau tidak, tidak menilainya dari perkataan dan pakaian yang di kenakannya, tetapi di nilai dari pandangannya. Pada usia seperti ini, masih ada seperti anak kecil, Clover berpikir, wanita ini pasti memiliki suami yang sangat memanjakannya.
Jika waktu di tarik ke belakang, ada waktu di mana dia juga di manjakan oleh pria seperti itu.
.
Bersambung....
.
Jangan lupa tinggalkan like,komen,votenya!
Terimakasih....
Love Love Love...
__ADS_1