Wanita Bermuka Dua

Wanita Bermuka Dua
Ingin turun ke bawah


__ADS_3

Tanpa sadar, Sherin maju ke depan,kakinya menginjak sesuatu yang licin, dia pun terjatuh.


Sherin memejamkan matanya dan menunggu rasa sakit datang, tetapi aroma yang sangat familiar datang menyelamatkannya.


"apa yang kamu lakukan di sini?" Devan berteriak dari atas kepalanya.


Tempatnya itu sangat gelap sehingga Sherin tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tetapi dia bisa dengan jelas merasakan kemarahannya.


Dia berdiri dan menepuk-nepuk debu di tubuhnya, begitu dia melihat ke atas, dia melihat Gabriel menatapnya dengan sepasang mata yang yang sangat terluka di sisi lain jalan.Dia gemetaran,melangkah mundur dua langkah, menundukkan kepalanya dan berkata, "Terima kasih"


Pada saat ini, Yuta datang ke arah mereka, kemudian menatap Devan, matanya tertuju pada Gabriel, "apa yang sebenarnya terjadi?"


Devan dengan wajah gelap, tidak menjawabnya, "untuk apa kamu membawa Sherin ke sini?" dia malah balik bertanya kepada Yuta.


"aku sendiri yang ingin datang ke sini," Sherin berkata sambil bersandar di pagar, tetapi matanya melihat ke bawah tebing.


Tidak ada dasar, pria itu jatuh ke bawah sana, berapa persen kemungkinan dia masih bisa hidup?

__ADS_1


Memikirkan hal ini, rasa sakit di hatinya datang lagi. dan dia secara refleks memegang dadanya.


"apa yang salah? apakah terasa sakit lagi?" Yuta melangkah, memapah Sherin dan bertanya dengan gugup.


Devan baru saja menghampiri Gabriel, setelah dia mendengar kata-kata Yuta, dia mengambil langkah dan menoleh untuk melihat ke Sherin. Dia melihat kalau wanita itu mengangkat kakinya untuk melewati pagar.


Dengan tatapan yang tajam, dia bergegas mendekat, "kamu gila ya?"


Sherin menoleh ke Devan dan menatap Gabriel di belakangnya, "Devan,kamu rawat Gabriel saja, Yuta, dia akan menjagaku!" setelah mengatakan itu, tidak lagi menatapnya, dia tidak merasa cemburu, juga tidak marah. Pada saat ini,dia memutar badannya ke arah tebing.


"apa yang ingin kamu lakukan?" melihat Sherin yang seolah-olah tidak berniat untuk turun,Devan bertanya lagi.


Melihat itu,hati Gabriel muncul ide kejam, dia berpikir,wanita ini juga ingin mencari perhatian? apalagi melihat raut wajah Devan yang gugup, hatinya lebih dingin lagi.


Dia memegang mobil di sampingnya, bangkit perlahan, lalu pergi ke sisi sebelah Sherin dan meraih lengannya, "kak Sherin, apa yang kamu lakukan? ayo cepat turun!"


Yuta juga mengulurkan tangannya pada Sherin pada saat yang sama,serta polisi yang berlari datang menghampiri. Pada saat yang bersamaan,banyak tangan yang mencoba menahannya.

__ADS_1


Dalam cahaya redup, Sherin tidak bisa melihat tangan siapa, tetapi dia dengan jelas merasa bahwa sepasang tangan sengaja mendorongnya bukan menariknya. Tentu saja Devan dan Yuta tidak mungkin,polisi itu juga tidak mengenalnya, dan bahkan lebih mustahil lagi.Kemudian, Gabriel...


Memikirkan hal ini, dia merasa terkejut di dalam hatinya. Sherin membatin 'hati wanita ini benar-benar jahat'.


Tetapi pada saat ini dia tidak punya waktu lagi untuk ragu.


Dia melihat ke bagian bawah tebing, telapak tangannya berkeringat dengan rasa sakit di hatinya. sekarang, dia memegang pagar pun terasa licin.


Dia memejamkan mata, dan merasakan perasaan khusus di hatinya.


Sepertinya itu tidak jauh darinya.


Dia memandang Devan dan kemudian satu kaki lagi melewati pagar, pada saat ini, semua orang menjadi merasa panik.


Devan membungkuk dan meletakkan tangannya di tangan Sherin, "apa yang kamu lakukan? naiklah!" dia menarik Sherin, tetapi di sisi lain ada tangan yang mendorongnya dengan keras.


Terima kasih.

__ADS_1


Mohon dukungannya like dan komen,,


__ADS_2